
Ardi dan Silfia tiba lebih dulu dan segera mempersiapkan segalanya sedangkan Randy bersama istri sekaligus sekretarisnya duduk menunggu Kiano. Tak lama kemudian pintu besar itu terbuka lebar, Randy dan sekretarisnya berdiri menyambut kedatangan Kiano. Chelsea yang berjalan dibelakang Kiano terkejut saat berdiri disampingnya dan menyadari rekan bisnis yang dimaksud suaminya adalah pria masa kecilnya, Chelsea tersenyum manis melirik suaminya.
Chelsea bersikap santai karena sebelumnya Seno sudah memperlihatkan foto keluarga mereka, tak ada rasa dihatinya karena bukan dirinya yang menghianati perjanjian mereka saat masih kecil.
"Oh ya pak Randy, kenalkan istri saya, namanya Chelsea Arini Utomo Sasongko. " Kiano sengaja menyebutkan nama lengkapnya Chelsea untuk melihat reaksi Randy.
"Sisi ??? " ucap Randy tak sadar menyebut panggilan masa kanak-kanaknya.
"Mas mengenal istri pak Kiano ??" suara Rini mengembalikan kesadaran Randy
"Ah iya, kenalkan istriku, namanya Rini. "
"Hai mbak Rini apa kabar. " sapa Chelsea tersenyum dan dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh Rini.
Walaupun ada rasa yang menggelitiki hati Kiano saat mendengar Randy memanggil istrinya dengan nama lain bahkan terdengar lembut diruang dengarnya namun ia harus profesional dan melanjutkan meeting yang sama sekali belum mereka mulai.
"Honey, duduk di samping mas aja, ya. " pintar Kiano lembut
__ADS_1
Chelsea tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya patuh, ia merasa jika suaminya sengaja menempatkan dirinya pada posisi seperti ini dan ingin menguji perasaannya.
'Kamu ternyata licik, mas. ' batin Chelsea
Meeting kemudian dimulai, Randy mulai memaparkan kerjasama mereka yang sedang berjalan saat ini dengan gaya yang elegan. Chelsea tidak memperhatikannya sama sekali karena merasa bukan pekerjaannya. Ia hanya menemani sang suami. Sedangkan Kiano sesekali melirik Chelsea yang lebih suka memperhatikan ponselnya daripada pria tampan yang sedang berbicara di depannya. Hatinya bersorak gembira karena ternyata dugaannya meleset. Chelsea tak lagi memiliki perasaan pada Randy.
Tugas Randy akhirnya selesai, Silfia pun mencatat semua yang ia anggap penting untuk kemudian ia serahkan pada alasannya itu sementara Ardi merasa heran dengan tatapan bosnya pada CEO PT. Hutama Putra yang kali ini terlihat berbeda padahal mereka sudah bekerjasama dalam waktu yang cukup lama.
'Ada apa denganmu bos ?? apakah pak Randy melakukan kesalahan ??' batin Ardi
"Bagaimana dengan penjelasan saya barusan, pak ?" tanya Randy sesaat setelah menyelesaikan penjelasannya.
"Alhamdulillah, bagaimana kalau kita makan siang bersama pak." ucap Randy dan diangguki oleh sekretaris sekaligus istrinya.
"Boleh, kami setuju. "
"Iya kan honey ??" Kiano menyentuh lembut tangan istrinya yang masih asyik dengan benda pipih ditangannya.
__ADS_1
"Ada apa mas ??" kaget Chelsea karena terlalu fokus chating dengan Diana akhirnya tak mendengar pembicaraan orang-orang di sekitarnya.
"Pak Randy dan istrinya mengajak kita makan siang. "
"Oh, aku ikut kata mas aja. " balas Chelsea tersenyum. Ia sangat menghindari tatapannya kearah Randy karena tak ingin jika Kiano salah paham. Bagaimanapun ia harus menjaga perasaan pria datar itu apalagi Randy pun terlihat tak menganggapnya berarti.
Mereka kemudian berdiri dan meninggalkan ŕuang meeting tersebut. Silfia dan Ardi berpamitan terlebih dahulu untuk kembali ke ruangan masing-masing. Keduanya lebih mementingkan pekerjaan daripada harus bergabung dengan para bos.
"Kalian gak ikut ??" tanya Kiano
"Kami di kantor aja bos. " jawab Ardi.
Saat mereka berada di dalam lift, Kiano yang berdiri di samping Chelsea melihat Randy sedang menatap istrinya dengan sorot mata yang berbeda saat mereka meeting. Tangannya gatal ingin mencolok sepasang mata yang tak menghargai istrinya yang sedang menggandeng tangannya namun malah menatapwanita lain. Sebagai pria, Kiano sangat mengenal arti tatapan itu.
🎶🎶🎶🎶
Selamat siang readers
__ADS_1
ditunggu dukungannya ya ,,,