RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 104


__ADS_3

Amara dan Anggita kemudian berbaur dengan para tamu yang lain, karena tak ada yang mereka kenal maka Anggita menarik tangan Amara agar duduk sesuai dengan kursi yang tertera pada undangan yang mereka bawa. Kursi VIP yang mereka tempati yang ternyata disana sudah ada Gavin dan Seno.


Melihat kedua kakak yang jarang bertemu dengannya membuat Gavin tersenyum lebar saat keduanya duduk berhadapan dengannya dan hanya dibatasi oleh sebuah meja bundar. Seorang gadis yang duduk tak jauh dari mereka mendengus kasar seraya menatap sinis kearah Amara dan Anggita, pasalnya sejak tadi gadis tersebut berusaha menarik perhatian Gavin namun Gqvin tak memandangnya sedikitpun.


"Dari tadi, om ??" tanya Amara berbagai basi


"Lumayan lama untuk mendengar ucapan mereka yang membicarakan penampilan kalian. " balas Seno tersenyum.


"Ck, mereka gak tahu aja harga baju kami, modalnya memang sederhana akan tetapi kami sengaja memesannya langsung walaupun terbilang bukan model baru sih. " ucap Amara tertawa kecil.


"Kakak juga sih, kenapa harus pakai baju model gitu sih, coba liat gadis-gadis yang hadir, semua terlihat glamour. " timpal Gavin tak menyangka kedua kakak sepupunya akan berpenampilan sederhana walaupun wajah mereka tetap terlihat cantik.


"Kami sedang mencari cinta sejati. " ucap Anggita terkekeh


"Tapi gak kayak gini juga kali, kak. " balas Gavin

__ADS_1


"Namanya juga usaha boleh dong dengan berbagai cara dan inilah cara kami. " ucap Anggita tak mau kalah.


Mendengar kata-kata ponakan istrinya membuat Seno senyum-senyum sendiri merasa terhibur, ternyata duplikat istrinya sedang duduk dihadapannya hanya saja otak mereka sangat jauh berbeda. Untuk sementara ia melupakan penghinaan yang didengarnya beberapa saat yang lalu.


Seperti perayaan ulang tahun perusahaan pada umumnya, para pebisnis mengambil kesempatan untuk saling menyapa dan berbincang-bincang seputaran kerjasama mereka yang membuat kepala Amara dan Anggita sedikit pusing. Tak ingin mendengar lebih banyak pembicaraan yang tak menarik membuat kedua gadis cantik itu berdiri dan berjalan kearah hidangan yang tertata dengan rapi dan terlihat menggoda selera.


"Hati-hati mengambil makanannya mbak, jangan sampai dikiranya kue padahal lauk. " ucap seorang gadis cantik sambil menatap sinis keduanya.


"Mbak yang hati-hati jangan sampai baju KW nya kotor. " balas Anggita terkikik geli.


Anggita sering diberikan hadiah baju oleh Kiran saat pulang ke tanah air dan dari penjelasan kakaknya itulah ia bisa mengetahui keaslian baju-baju desainer terkenal. Kiran selalu memperlihatkan detail keaslian setiap desainer, salahkan mata Anggita yang sangat jeli dalam melihat sesuatu walaupun sepintas.


"Setau kami perusahaan Jewellery Design dan Dwi_Zan serta PT. Raksa Abadi yang terbesar ditanah air. " balas Anggita tajam dan meremehkan.


"Sudahlah, jangan berdebat lebih baik kita nikmati makanan gratis, mubazir jika dilewatkan. " ucap Amara santai menarik tangan Anggita yang masih menatap lawan bicaranya.

__ADS_1


"Oh ya mbak, hati-hati jika berbicara karena mulutmu adalah harimaumu, jangan sampai baju KW pun tak akan mampu kamu beli setelah terbangun keesokan harinya. " lanjut Amara sebelum benar-benar meninggalkan gadis itu.


Fauzan mengerutkan alisnya mendengar penuturan Amara yang sarat akan ancman. Ia semakin penasaran dengan sosok kedua wanita cantik itu.


'Dibalik penampilannya yang sederhana sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu' batin Fauzan mengikuti langkah keduanya dengan pandangan matanya.


Pak Santoso menyenggol lengan istrinya kemudian pandangan matanya mengarah pada anak sulungnya dan tersenyum lebar


"Rupanya pak ustadz menyukai gadis sederhana. " ucap Shinta ikut tersenyum lebar.


"Tapi papa gak yakin kehidupan gadis itu sesederhana penampilannya. " balas pak Santoso menatap Amara yang kembali duduk di mejanya.


"Mereka terlihat sangat cerdas dan terpelajar. " lanjut pak Santoso memberikan penilaiannya.


"Baru kali ini mama melihat putra kita menatap gadis tanpa malu-malu. " balas Shinta masih dengan senyumnya.

__ADS_1


🎶🎶🎶🎶🎶


Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN, ya


__ADS_2