
Senyum kecut menghiasi bibir ranum seorang wanita cantik yang sedang menatap pantulan dirinya di depan cermin. Ia sudah kehabisan akal untuk menolak datang ke acara yang menurutnya tak bermanfaat. Peresmian sebuah butik brand ternama kelas dunia yang pastinya hanya diisi dengan pengguntingan pita kemudian memamerkan beberapa baju yang akan di pakai oleh cantik setelah itu makan-makan sambil berkunjung khas wanita kalangan atas.
"Huffftt ,,, pasti sangat membosankan. " gumam Amara merapikan rambutnya kemudian keluar kamar.
"Nah, gitu dong ,,, oma yakin ibu-ibu disana nantinya akan mengantri untuk menjadikanmu sebagai kandidat calon menantu, sayang." ucap Queen dengan mata berbinar.
"Ck, oma ada-ada aja kalau ngomong ,,, macam di loket aja mengantri. " balas Amara jengah.
"Anak siapa dulu, dong ,,,," timpal Keanu tersenyum lebar
"Anak kami donnnggg ,,," setengah berteriak Kiandra dan Kiano ikut menimpali kemudian kompak tertawa.
"Kalian ini kalau ngumpul gak pernah serius. Ayo berangkat, gak enak sama yang punya acara kalau kita terlambat. " ucap Arya menengahi mereka.
Triple K kompak diam mendengar ucapan daddy mereka dan tanpa banyak bicara triple K dan Amara mengikuti langkah pasangan suami istri tertua dan sangat mereka hormati dalam keluarga.
Empat mobil mewah kemudian beriringan keluar pintu gerbang. Amara menyupiri opa dan omanya sementara triple K berangkat dengan mobil masing-masing bersama pasangannya.
Setengah jam kemudian mereka tiba di sebuah butik mewah dan langsung memarkirkan kendaraan mereka secara acak karena parkiran sudah terisi dengan kendaraan para tamu undangan.
Saat rombongan mereka memasuki ruangan langsung menyita perhatian para tamu undangan, untuk pertama kalinya rombongan keluarga Arya menghadiri undangan, biasanya hanya diwakili oleh generasi muda keluarga tersebut.
Amara langsung menyapa pak Kiyai Mustofa beserta istrinya dan ustadzah yang sudah lama tak ia temui setelah terlebih dahulu berbasa basi dengan tuan rumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum pak Kiyai, bu dan ustadzah ,,," sapa Amara sopan seraya mencium punggung tangan mereka satu per satu.
"Waalaikumsalam, nak ,,," balas mereka kompak.
"Nak Ara sudah lama gak ke pesantren ,,," ucap pak Kiyai lembut.
"Maaf pak Kiyai, Ara sangat sibuk setelah menggantikan opa." balas Amara apa adanya
"Kapanpun nak Ara ada waktu, pesantren selalu menunggu kedatangan nak Ara. " timpal istri pak Kiyai.
"Nak Ara sudah ketemu dengan kakak tampan yang dulu mengajari ngaji ?" tanya ustadzah Lyli tersenyum penuh arti.
Amara hanya menggeleng pelan sebagai balasan pertanyaan ustadzah Lyli. Sebenarnya selain ingin belajar ilmu agama di pesantren tujuan lain Amara adalah bertemu kembali dengan kakak tampannya itu namun hingga terakhir ia dan ketiga adik sepupunya berkunjung ke pesantren, kakak tampannya itu tak pernah terlihat.
Pak Kiyai menganggukkan kepalanya mengijinkan sebelum Amara meninggalkan mereka bertiga.
"Hai , gadis cantik ,,, kenalkan namaku Ferdy. " seorang pria tampan tiba-tiba menghalangi langkah Amara menyodorkan tangannya mengajak kenalan
"Maaf aku tak berjabat tangan dengan yang bukan muhrim. " balas Amara melipat kedua tangan di dada. " balas Amara beralasan. Queen yang berdiri tak jauh dari cucunya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mencebikkan bibirnya melihat kelakuan gadis yang selalu bersikap dingin pada pria yang berusaha mendekatinya.
"Ya udah gak apa-apa, sebutkan saja namamu. " ucap Ferdy tak menyerah.
"Apa itu penting ?" tanya Amara menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Penting banget, sebagai anak pemilik butik ini maka aku harus mengetahui nama setiap gadis cantik yang hadir disini. " balas Ferdy bersemangat jangan lupakan senyumnya yang menggoda iman kaum hawa,
"Maka berkenalanlah sama semua gadis-gadis yang ada disini karena aku tidak termasuk diantara mereka. Aku seorang janda dengan satu anak. " bisik Amara pelan agar tak terdengar oleh tamu yang berdiri tak jauh dari mereka.
Ucapan Amara membuat Ferdy terdiam kaku, ia bimbang mendengar pengakuan wanita cantik di depannya ini. Sebagai pria yang cukup berpengalaman, wanita ini terlihat masih gadis dan umurnya pun masih terlihat sangat muda bahkan mungkin seumur dengannya.
Sementara Fauzan yang melihat interaksi keduanya dari jauh terlihat sangat akrab membuatnya gelisah dan khawatir. Ferdy sangat pandai bergaul dan ahli dalam memikat lawan jenisnya, Bukan tidak mungkin adiknya itu mencuri star darinya. Fauzan ingin mendekati mereka namun sebentar lagi acara akan dimulai dengan diawali pembacaan ayat suci Al Qur'an.
MC meminta para hadirin untuk duduk sejenak mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur'an yang akan dibacakan oleh putra sulung pemilik butik. Untuk menghindari pria yang sok akrab dengannya, Amara memilih kembali ke tempat pak Kiyai Mustofa tepatnya lebih tepatnya duduk di samping ustadzah Lyli.
Suasana seketika hening menunggu Fauzan melakukan perannya. Ustadzah Lyli sekali lagi tersenyum menatap Amara sekilas. Suara merdu Fauzan terdengar melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an, Amara terkesiap mendengarnya jantungnya berdebar tak seperti biasanya. Ia tak asing dengan suara itu.
"Bukankah suara kakak tampan masih seperti dulu saat mengaji pada aqiqahan adik kembarnya ?" bisik ustadzah Lyli pelan.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat pagi readers
Semoga puasanya masih lancar hingga hari ini dan seterusnya, ya ,,,
Terima kasih atas segala dukungannya
Salam hangat dari dunia halu π€π€
__ADS_1