
Ungkapan kebahagiaan seseorang terkadang tak dapat dilakukan dengan kata-kata, demikian pula halnya dengan Kiano dan Chelsea. Mendengar penjelasan dokter beberapa saat yang lalu membuat keduanya ingin segera tiba di rumah dan menyampaikan kabar gembira pada keluarga mereka. Chelsea langsung berkirim kabar pada papa dan mamanya.
Perlahan Kiano membelokkan mobilnya memasuki pekarangan rumah mewah milik keluarganya, Chelsea segera turun dari mobil diikuti oleh Kiano dengan wajah yang dihiasi senyuman.
"Tumben cepat pulang ??" tanya Queen menyambut mereka.
"Hai anak-anak ,,, tumben pada ngumpul ,,," Kiano ikut bergabung bersama ketiga ponakannya yang lucu-lucu.
"Kami selalu ngumpul, papa yang terlalu sibuk. " ucap Amara dan disetujui oleh kedua adik sepupunya.
Chelsea duduk di samping mommy mertuanya sambil memperhatikan interaksi suami dan ponakan-ponakannya. Ia tersenyum melihat betapa bahagianya Kiano yang tampak sangat menyayangi anak kecil
"Kalian akan segera memiliki adik bayi ,,, kalian senang ??" tanya Kiano pada krucil-krucil di depannya.
"Beneran pa ?? " ucap Daharyadika anak pertama Kiandra dan Steven sedangkan Kiran yang masih berumur dua tahun tetap asyik dengan permainannya dan tak memperdulikan kedua kakak dan pamannya.
Queen yang mendengar ucapan putranya pada ketiga cucunya menggeser tubuhnya hingga berhadapan dengan Chelsea sambil tersenyum bahagia.
"Kamu hamil sayang ?? alhamdulillah akhirnya anggota keluarga akan bertambah. Kalian sudah mengabari papa dan mamamu, kan ??" ucap Queen gembira.
"Sudah mom, sebentar lagi mereka pasti kemari. " balas Kiano menghampiri Chelsea.
"Mommy akan siapkan buat makan malam kita bersama mama dan papa mertuamu. " ucap Queen dengan langkah ringan.
__ADS_1
"Kak Seno kok belum pulang, ya ,,," ucap Chelsea tiba-tiba sangat ingin bertemu dengan Seno padahal pagi tadi mereka bertemu bahkan sarapan bersama.
"Ngapain cari Seno ? dia pasti kemana-mana dulu sama Kalista sebelum pulang. " balas Kiano kesal
"Tapi aku rindu kak Seno." rengek Chelsea seperti anak kecil yang meminta diberikan permen pada ayahnya.
"Honey, Seno itu punya kegiatan sendiri apalagi sekarang dia sudah menikah gak baik mengganggu mereka apalagi kamu juga sudah memiliki suami. " Kiano mencoba memberi pengertian pada Chelsea yang berkelakuan aneh menurutnya.
"Aku benci mas Kiano !! jangan dekat-dekat sama aku !!" ketus Chelsea dengan airmata membasahi pipinya.
"Omaaaa ,,,, papa jahatin mama !!!" teriak Amara menggelegar sehingga Queen dan Shanaz menghentikan kegiatan mereka. Queen yang sedang memberikan instruksi kepada para ART nya menu untuk makan malam sedangkan Shanaz seperti biasa bersiap menyambut suami tercintanya.
Queen yang mendengar teriakan Amara langsung berlari keluar melihat apa yang sedang terjadi. Sementara Kiano menggaruk kepalanya bingung menghadapi istrinya yang tiba-tiba menangis ditambah dengan teriakan Amara. Shanaz pun ikut berlari karena kaget mendengar teriakan putri semata wayangnya.
"Papa jahatin mama, tuh sampai mama menangis. " Amara menunjuk Kiano dan Chelsea
"Apa yang kamu lakukan nak, istrimu sedang hamil dan kamu malah memarahinya. " Queen mengomeli Kiano.
"Kak Chelsea hamil ?? alhamdulillah ,,," teriak Shanaz antusias. Queen terkejut mendengar Shanaz yang selalu kalem tiba-tiba berteriak.
"Maaf mom, aku terlalu gembira. " ucap Shanaz tak enak hati.
"Aku gak memarahinya, mom ,,, aku hanya memberikan pengertian jika Seno tak seperti dulu lagi dan kini sudah punya kehidupan sendiri. " penjelasan Kiano disertai dengan kekeslan justru membuat Queen dan Shanaz bingung.
__ADS_1
"Ada apa dengan Seno, mas. Bicara yang jelas dong ,,," ucap Queen dengan wajah bingungnya sedangkan Chelsea sesunggukan dan 4Shanaz berusaha menenangkannya.
Tak ingin mommynya semakin bingung, akhirnya Kiano menceritakan penyebab hingga berakhir dengan Chelsea menangis dan teriakan Amara.
"Aku sama sekali gak memarahinya mom ,,," ucap Kiano dan berujung pada penganiayaan dari mommy Queen.
Plaaakkk
"Istrimu hamil muda, wajar jika dia sensitif dan ngidamnya pengen dekat-dekat dengan saudaranya itu keinginan cucu mommy. " balas Queen setelah mendaratkan salam lima jarinya pada lengan berotot putranya.
"Tapi gak harus dengan Seno juga, mom ,,, apa kata orang nanti, aku papanya dan yang menabur benih juga aku tapi kenapa lengketnya sama Seno. " Kiano semakin kesal
"Tuh kan mas Kiano jahat, tega sama aku ,,, hiks hiks hiks, aku mau pulang ke rumah mama." tangis Chelsea pilu.
Kiano mengusap kasar wajahnya mendengar istrinya tercinta malah ingin kembali ke rumah orang tuanya. Kiano bagaikan makan buah simalakama.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers ,,,
jangan lupa dukungannya supaya othornya semakin rajin up
salam manis dari dunia halu
__ADS_1