
"Mommy kenapa ??!!" tanya Shanaz bingung mendengar mertuanya bergumam.
"Mommy takut melihat Kalista yang selalu bersitegang dengan Amara dan Dika. " jawab Queen khawatir.
Shanaz terdiam mendengar ucapan mommy mertuanya, ia pun memiliki ketakutan yang sama dengan mertuanya itu.
"Semoga saja kekhawatiran mommy tidak terjadi. " balas Shanaz mencoba menghilangkan rasa khawatir wanita yang telah melahirkan suaminya.
Amara dan Dika kembali sibuk mengutak atik laptopnya sambil tertawa-tawa setelah digusur paksa oleh Kalista. Sejenak suasana damai dan tenang hingga teriakan Kalista mengagetkan penghuni rumah mewah itu.
"Mommyyyyyy !!!" teriak Kalista mengagetkan Queen dan Shanaz serta orang ART.
"Ada apa sih, sejak tadi rusuh melulu deh. " omel Queen mendekat pada Kalista.
"Isi rekeningku nyaris habis, mom ,,," Kalista memperlihatkan ponselnya. Tadinya Kalista iseng-iseng ingin belanja online dan saat akan membayarnya ternyata saldonya tidak mencukupi.
"Itu karena kamu selalu belanja makanya saldo habis. " ucap Queen sinis.
"Enggak mom, rekening yang ini sangat jarang aku pakai. " balas Kalista ngotot.
"Tapi buktinya sisa seiprit gitu. " ucap Queen tak mau kalah
"Ada yang membobolnya kai, mom. " balas Kalista curiga.
__ADS_1
"Jangan asal menuduh, dosa kamu. Ingat ada bayi dalam perutmu. Ikhlaskan saja. " ucap Queen tak ingin mempermasalahkannya.
Sementara itu kedua anak kecil itu tetap asyik dengan film kartun favorit mereka, tak terpengaruh dengan kegaduhan Kalista.
Queen memperhatikan kedua cucunya yang tak bergeming sedikitpun membuatnya sedikit curiga namun segera ia tepis. Mengingat ketidak cocokan antara Kalista dengan kedua anak kecil itu kembali membuatnya sangsi apalagi keduanya mewarisi kecerdasan orang tuanya. Ingatan Queen mundur saat triple K masih kecil dengan kecerdasan yang sama dengan kedua cucunya.
"Mengapa Oma melihat kami seperti itu ??!" tanya Amara menatap tajam Queen.
"Gak kenapa-kenapa sayang, oma hanya berpikir pembobolan rekening tante Ista oleh orang yang tak bertanggung jawab. " jawab Queen mengelak.
"O ,,," balas Amara tak peduli.
"Hei bocil-bocil, kalian kan yang melakukannya ??!!" tuduh Kalista pada keduanya.
"Jangan asal menuduh sayang, kasihan ponakanmu kecil . Mereka tidak mungkin melakukannya. " ucap Queen tak ingin membuat keributan.
"Tapi mom, nominalnya sangat banyak ,,," rengek Kalista sedih.
"Minta ganti sama daddy atau suamimu. " balas Queen enteng.
Kalista menangis sambil berlari masuk ke kamarnya. Ia sudah mengumpulkan uangnya dengan susah payah namun dalam sekejap hilang tak berbekas. Walaupun cara mengumpulkan uang itu dengan menjebak kedua kakak kembarnya namun itu adalah usaha dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Sedangkan kedua anak kecil itu hanya saling melempar senyum melihat tingkah tantenya kehilangan uang.
__ADS_1
"Makanya jangan hanya mengumpulkan uang tanpa sedekah."
"Amara, jujur sama mami ,,, kalian yang membobol rekening tante Ista ??" tanya Shanaz dengan tatapan tajamnya.
"Mana busa mami, Ara belum bisa melakukannya. " elak Amara namun Shanaz meragukan kejujuran putri tunggalnya.
"Mami akan minta papi untuk melacaknya. " ancam Shanaz
"Terserah mami. " ucap Amara kembali melanjutkan kegiatannya.
Dika menatap Amara seolah ingin mengatakan sesuatu namun Amara hanya mengedikkan bahu seraya membalas tatapan tajam adik sepupunya. Hal itu tak luput dari pandangan Queen. Wanita cantik di usianya yang tak lagi muda itu kini benar-benar yakin jika cucunyalah yang melakukannya.
Queen kemudian mengirimkan pesan pada Keanu agar pulang lebih cepat karena hanya Keanu dan Kiqnolah yang bisa membuat kedua bocah itu mengaku.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers ,,,,
Maaf ya dua hari ini upnya pendek-pendek karena ada kegiatan othor
Tetap semangat beri dukungannya, ya ,,,,,
Terimakasih dan salam manis dari negeri halu
__ADS_1