
Sudah menjadi tradisi bagi cucu-cucu pasangan Arya dan Queen selalu mengunjungi pesantren pada jumat sore dan mereka menginap selama dua hari untuk belajar ilmu agama walaupun hanya setiap minggu namun mereka tak melewatkan kesempatan untuk belajar. Kecuali Kiran dan Gavin yang selalu sibuk apalagi Kiran yang berprofesi sebagai model.
Berangkat dengan disupiri oleh Amara karena Dika sangat malas menyetir sementara duo A dengan tenangnya duduk di kursi belakang menikmati pemandangan yang terhampar luas sepanjang jalan sangat memanjakan mata.
Matahari kembali mengistirahatkan diri saat Amara membelokkan mobilnya memasuki pintu gerbang pesantren 6ang betuliskan selamat datang di Pesantren Uluk Albab. Mereka kemudian keluar dari mobil setelah Amara memarkir mobilnya disamping sebuah mobil mewah.
"Waow ,,, pesantren kedatangan tamu borjuis nih. " seru Anggara menatap takjub mobil limited edition tersebut.
"Perputaran dananya harus ditelusuri nih, manatau halal untuk dipakai belanja-belanja. " balas Anggita dengan mata berbinar.
"Ck, kalian berdua jangan ribut, kalau yang bersangkutan dengar kan berabe. Sekarang waktunya kita belajar jangan sampai papi dan papa tahu bisa celaka kita. " bisik Dika pada kedua adik kembarnya.
"Woooiii ,,, jangan bisik-bisik, ayo masuk temui otak Kiyai. " teriak Amara dengan berjalan mendahului adik-adiknya.
Semakin mendekati rumah pak Kiyai semakin jelas terdengar suara ramai orang-orang berbicara terdengar sangat akrab. Amara dan rombongannya terus berjalan dan kompak mengucapkan salam saat tiba di depan pintu masuk rumah pak Kiyai Mustofa sehingga menghentikan gelak tawa mereka.
__ADS_1
" Assalamualaikum ,,," kompak Amara, Dika dan Anggara serta Anggita.
" Waalaikumsalam ,,,," balas mereka yang berada di ruang tamu pak Kiyai.
"Ayo silahkan masuk nak Ara ,,," ucap bu Marwa. istri pak Kiyai sambil berdiri menyambut mereka.
" Makasih bu. " balas Anggita.
Sekilas pria muda itu menatap Amara dan adik-adiknya kemudian secepatnya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia hanya ingin memastikan tamu yang datang. Sementara Amara dan ketiga adiknya seolah tak melihat keberadaan pria muda itu.
"Nak Fauzan, kenalkan mereka adalah anak-anak kerabat kami dari kota. Amara dan adik-adiknya setiap minggu ke pesantren ini untuk belajar. " Pak Kiyai memperkenalkan mereka tanpa menyebutkan siapa sebenarnya Amara dan adik-adiknya.
"Wah, sombong banget kak." bisik Anggita pada Dika yang duduk disampingnya.
"Beri pelajaran setelah ini, dek. " balas Dika tak suka ekspresi Fauzan.
__ADS_1
Setelah duduk sejenak, bu Marwa mengajak mereka berempat untuk beristirahat dikamar mereka masing-masing di rumah pak Kiyai. Walaupun mereka bermaksud belajar namun pak Kiyai sengaja tidak menempatkan mereka di asrama para santri agar santri yang lain tidak merasa terganggu akan tetapi mereka berempat tetap masuk ke kelas layaknya santri dan santriwati yang lainnya.
"Kenapa kak Ara hanya diam sejak tadi ? kakak terpesona ya dengan cowok sombong itu ?" tanya Anggita saat mereka telah berada di dalam kamar pintu kamar sudah tertutup.
"Ck, bukan gitu dek, hanya saja kakak sepertinya pernah mendengar namanya tapi kakak lupa dimana. " jawab Amara apa adanya.
"Tumben ingatan kakak lemah." ucap Anggita sangsi karena ia tahu daya ingat kakaknya yang sangat tajam.
"Mungkin kalau menyangkut tekhmologi dan pelajaran lainnya otak kakak sempurna tapi menyangkut pria malah sebaliknya. Sudahlah istirahat aja dulu sebelum bu Marwa memanggil kita makan malam. " balas Amara tak ingin memaksa ingatannya yang tiba-tiba lemah.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat pagi readers
Selamat menunaikan ibadah puasa.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya
Salam hangat dari dunia halu π€π€π€