RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 130


__ADS_3

Dari bandara, ketiga anak muda itu berjalan tergesa-gesa menuju ruang perawatan sang oma. Mereka di jemput oleh supir keluarga Arya dan langsung diturunkan di rumah sakit.


Braaakkkk


"Omaaaa ,,," kompak ketiganya berhamburan memeluk sang oma tersayang tanpa memperdulikan sekitarnya.


"Sayang, kalian sudah datang ?? jangan khawatir oma baik-baik saja. " ucap Queen membelai lembut kepala mereka bergantian.


"Sebenarnya oma sakit apa sih ,,," Amara mengangkat kepalanya menatap Queen dengan sedikit mengerutkan alisnya.


"Gak usah dibahas sayang, toh sekarang oma sudah di tangani oleh dokter dan sudah membaik. " sela Keanu yang sedang duduk beramai-ramai di sofa.


"Papi yakin ??" Amara menatap Keanu dengan sorot mata tak terbaca.


"Tentu. " jawab Keanu meyakinkan.


Walaupun sedikit ragu namun Amara berusaha meyakinkan dirinya sebagaimana papinya. Melihat Fauzan duduk diantara pria tampan dalam keluarganya membuat mata Amara sedikit membola namun sebera ia netralkan sebelum yang lainnya menyadari. Berbeda halnya dengan Anggita yang sedikit mewarisi sifat ceplas ceplos Kalista, ia segera mempertanyakan keberadaan pria tampan itu.


"Lho pi,,, pa,,, siapa dia ? anggota keluarga baru ya ?" Anggita pura-pura bertanya padahal Amara sudah menceritakan bahkan menunjukkan fotonya.


"Calon kakak iparmu, sayang ,,," jawab Kiano tersenyum lebar.


"Lho kak Kiran kan sudah punya kekasih, begitupula dengan kak Ara, masa iya dia harus nikah dengan kak Angga. " ucap Anggita ngarang.


Sesaat tak ada yang bersuara mendengar ucapan Anggita bahkan wajah Fauzan berubah sendu dan menatap Amara dengan tatapan kecewa, bagaimana bisa mereka hanya salah paham dan tiba-tiba jantung hatinya pulang dengan berita yang membuat hatinya patah dan hancur hingga terdengar bunyi kreekk.


Suasana ruang perawatan Queen berubah gaduh sesaat kemudian, sang oma tiba-tiba merasa sesak napas sehingga Amara yang berdiri di dekat brangkar sang oma ikut panik.

__ADS_1


"Pi ,,, panggil dokter.!!" teriak Amara berderai airmata.


"Oma ,,, oma ,,, " Anggita berusaha mendudukkan oma Queen walaupun ia tak tahu apakah tindakannya sudah benar. Sedangkan Anggara hanya busa menatap nanar oma tercintanya.


"Sa ,,, sayang ,,, o ,,, oma gak apa-apa. " ucap Queen terbata-bata.


"Tidak apa-apa gimana maksud oma, sesak napas gini ,,," Amara justru berbalik mengomeli omanya.


"Mungkin oma hanya kaget, sayang ,,," Keanu ikut menimpali tanpa meninggalkan tempatnya sedangkan Kiano keluar entah kemana saat Amara berteriak meminta dipanggilkan dokter.


"Kaget ??!!" tanya Amara mulai tenang seiring napas oma sedikit membaik.


"Kaget mendengar jika ternyata cucu kesayangannya sudah memiliki kekasih tanpa sepengetahuan oma." pancing Keanu.


'Maafkan papimu sayang, demi kecebong kualitas nomor satu.' batin Keanu ingin segera menyelesaikan sandiwara mommynya.


Amara terdiam mendengar perkataan papinya, kemudian menatap Anggita yang berdiri sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah karena gara-gara karangannya oma mereka hampir saja berpindah alam.


Wajah Queen langsung berseri-seri mendengarkan ucapan Amara begitupula dengan Fauzan perlahan ia menarik napas lega walaupun dalam hatinya masih ada ga jalan namun setidaknya ia masih memiliki peluang besar agar Amara melupakan pria yang dimaksud oleh Anggita.


"Oma akan kembali sehat seperti sediakala jika kamu sudah menikah, sayang. " ucap Queen lemah tak berdaya.


"Ck, oma gimana sih, baru saja hampir nyerah ke alam sebelah mendengar kak Ara memiliki kekasih, eh sekarang malah meminta kak Ara menikah. " timpal Anggita gemas pada omanya yang berubah-ubah.


pletaakkk


"Dek, yang sopan. " tegur Anggara menjitak kepala adik kembarnya.

__ADS_1


"Awwww ,,, kak, sakit. " Anggita mengusap kepalanya bekas jitakan kembarannya


"Kalian berdua berisik banget sih ,,, kasihan oma." teguran Amara sontak membuat pertengkaran kecil kedua saudara kembar itu terhenti. Sudut bibir Queen tertarik sangat tipis membentuk sebuah senyuman.


'Satu langkah lagi maka semuanya akan selesai. ' batin Queen menatap Fauzan yang juga sedang menatapnya.


"Sayang, maafkan oma karena sudah memilihkan calon suami untukmu. " ucap Queen dengan menampilkan wajah sebersalah mungkin.


'Ck, oma lebay banget sih, terus terang aja jika ingin menjodohkanku dengan kak Fauzan. ' batin Amara mengikuti tatapan mata sang oma.


'Baiklah, mari kita bermain sedikit omaku sayang. ' lanjut Amara membatin


"Ara gak masalah oma tapi pria itu harus tegas dalam segala hal, Ara gak ingin punya suami yang gampang percaya pada orang. Intinya Ara gak mau punya suami yang terlalu baik. " balas Amara datar.


"Gila kak Ara !! semua orang pengen punya suami yang baik tapi dianya malah gak suka.!!" setengah berteriak Anggita menutup bibirnya dengan kedua tangannya.


"Ya, mau gimana lagi. Aku bukan wanita yang bisa menerima kesalahan orang begitu saja. " sarkas Amara cuek.


"Maafkan aku. Aku mengakui kesalahanku yang terlalu percaya padanya tapi sekarang aku menyadari kesalahanku itu." ucap Fauzan yang entah sejak kapan telah berdiri disamping Amara.


"Oma ?? jadi maksud oma, dia yang akan dihjodohkan denganku ??" tanya Amara pura-pura kaget.


Queen hanya mengangguk pelan dengan perasaan khawatir jika Amara menyadari sandiwaranya bersama kedua putranya. Queen menatap Keanu seolah memohon bantuan agar Amara menerimanya sementara Kiano entah kemana. Ingatkan Queen nanti akan memukul pria yang tak bertanggung jawab itu.


🎢🎢🎢🎢


Selamat pagi menjelang siang, readers ,,,

__ADS_1


Terima kasih dukungannya.


...MINAL AIDIN WALFAIDZIN πŸ™πŸ™...


__ADS_2