RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 93


__ADS_3

Ketika keempat pria dalam keluarga Arya bergabung bisa dibayangkan bagaimana ricuhnya ruangan tersebut. Tak lama kemudian terdengar pintu diketuk bersamaan dengan munculnya Zidan.


"Boleh ikut bergabung ??" ucap Zidan seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan.


"Ck, sudah masuk bagaimana aku bisa melarangmu ??" balas Arya datar.


"Mbak Rima gak ikut ??" tanya Queen karena biasanya mereka bak lemari gandeng kemana-mana selalu bersama kecuali ke kantor tentunya.


"Ikut tapi hanya sampai rumah kalian. Dia menemani Shanaz. " balas Zidan apa adanya


Mereka seolah tak kehabisan bahan pembicaraan saat berkumpul seperti ini, hal yang jarang terjadi pada siang hari. Biasanya para anggota keluarga hanya akan berkumpul pada malam hari untuk melepas penat bersama keluarga besar ataupun pagi hari saat sarapan namun jika pagi hari mereka tak bisa berlama-lama karena akan melakukan aktifitas masing-masing.


"Kasihan asisten kalian harus bekerja ekstra. " ucap Zidan menatap ketiga pria tampan di depannya.


"Enggak kok pa, semalam aku sudah menyelesaikan sebagian pekerjaanku. " balas Keanu


"Itu baru menantu papa, gak seperti pria tua yang sempat menghilang karena mencintai anak kecil. " sindir Zidan melirik Steven yang merangkul Kiandra dengan mesra.

__ADS_1


"Wooiii ,,, orangnya ada di sini lho, di depan anda. " balas Steven menentang kaki Zidan kesal.


"Anda tersinggung, pak ???!!!" kekeh Zidan melihat wajah kesal sahabatnya.


"Ck, yang penting kami bahagia dan aku bisa memuaskan istriku. " ucap Steven pelan karena tak ingin orang tua Seno mendengarnya.


"Memuaskan ??!! memangnya kalau kak Kiandra belanja selalu puas ?? kenapa mas Steven harus ngomong pelan ??!!" cicit Chelsea penasaran karena Steven berkata pelan.


Semua mata menatap Chelsea dengan tatapan aneh dan takjub bercampur jadi satu. Bagaimana tidak, kata-kata sesederhana itu tak dimengerti oleh wanita cantik itu.


"Kalau ngeliat Kiano yang gesreknya 11 12 dengan daddy, gak nyangka istrinya masih saja sepolos ini padahal anak sudah dua dan pastinya berbagai gaya telah mereka praktekkan. " ucap Steven tak mengalihkan sedikitpun tatapannya pada Chelsea yang masih kebingungan.


"Sepertinya kak Sea harus dikembalikan ke rumah kita agar bisa sedikit berubah. " timpal Kiandra tersenyum miring.


"Ide bagus, mommy setuju lagipula Kalista sudah melahirkan. " ucap Queen bersemangat.


"Maaf mom, bukannya menolak akan tetapi Sea gak mungkin membiarkan papa dan mama kesepian diusianya yang sudah tak muda lagi, hanya baby twins yang bisa menghibur mereka. " balas Chelsea tak enak hati.

__ADS_1


"Gak apa-apa sayang, tidak tinggalpun gak apa-apa yang penting kalian sesering mungkin berkunjung. " ucap Queen lembut.


"Suatu saat jika baby twins sudah bisa di tinggal, kami akan sesekali menginap di rumah keluarga. " timpal Kiano langsung menerbitkan garis panjang pada bibir mommynya.


Melihat keadaan yang mendadak berubah sedikit serius, Zidan segera mencairkan suasana dengan pertanyaannya yang membuat Arya dan Queen kesal.


"Bos, anak-anak kan sudah pada dewasa dan sudah beranak nih, bagaimana permainan bos apa masih Hot seperti dulu atau sudah berkurang ??!! biar aku carikan solusinya. " ucap Zidan dengan wajah pura-pura polos.


"Asisten kurang ajar, lucknut. " umpat Arya tak dapat menahan rasa kesalnya. Bisa-bisanya meragukan keperkasaan seorang Arya.


"Jangan marah bos, hanya bertanya demi kepuasan bu bos. " balas Zidan terkekeh geli.


"Honey, kata-kata om Zidan gak usah dicerna cukup didengarkan saja, ok ??!!" bisik Kiano sambil menggigit lembut telinga Chelsea yang terlihat bingung.


Karena merasa geli Chelsea tak sadar mencubit paha bagian dalam Kiano dan tak sengaja menyentuh barang pusaka sang suami sehingga dengan cepat Kiano menangkap tangan istrinya, ia takut pusakanya terbangun disaat yang tidak tepat.


🎶🎶🎶

__ADS_1


Selamat pagi readers ,,,


__ADS_2