
Waktu terus bergulir hingga tak terasa masa magang Chelsea dan teman-temannya pun usai, kini mereka sedang bersiap untuk ujian akhir. Hari ini adalah giliran Diana setelah kemarin Chelsea ujian terlebih dahulu.
"Santai Di ,,, di dalam sana gak seseram yang dikatakan orang-orang. " ucap Chelsea menyemangati sahabatnya.
"Kamu enak, ujianmu kemarin sukses. " balas Diana nervous
"Yang penting kamu buat sendiri skripsimu maka semua pertanyaan akan kamu jawab dengan baik, beda lagi ceritanya jika kamu dibuatkan. " ucap Chelsea menenangkan sahabatnya
"Iya sih, tapi ini kan ujian akhir , Sea ,,,"
"Santai saja Di, jika kamu nervous maka semua yang kamu pelajari akan menguap, hilang entah kemana. " balas Chelsea tersenyum manis.
Perbincangan mereka terhenti kala terdengar panggilan untuk peserta ujian berikutnya, Diana menarik napas panjang lalu perlahan berdiri kemudian melangkah memasuki ruangan ujian.
" Semangat Di ,,," ucap Chelsea tulus dan dibalas anggukan kepala oleh Diana.
Chelsea menghabiskan waktunya menunggu Diana dengan mencari-cari tempat liburan, ia ingin mengajak Diana liburan setelah mereka wisuda. Diana akan kembali ke tempat asalnya melanjutkan usaha orang tuanya dan pastinya akan sangat sulit untuk bertemu kembali karena kesibukan masing-masing. Chelsea ingin membuat kenangan bersama sahabatnya.
Tiga puluh menit kemudian Diana selesai ujian, dengan wajah sumringah ia berjalan menghampiri Chelsea dan langsung memeluknya.
__ADS_1
"Bener kan yang aku bilang ?" ucap Chelsea membalas pelukan sahabatnya.
"Akhirnya kita selesai juga, lebih cepat dari perkiraan. " balas Diana tersenyum bahagia.
"Kita rayakan kelulusan kita. " ucap Chelsea bersemangat.
"Ijin dulu sama pak Kiano. " Diana mengingatkan sahabatnya
"Gampang, hari ini dia mengeram di kantor." ucap Chelsea kemudian mengetikkan pesan pada ponselnya.
Chelsea dan Diana lalu berjalan ke parkiran setelah sebelumnya menghubungi Arnold agar ikut bergabung di kafe favorit mereka.
"Kapan kalian akan menikah ?? semakin lengket aja." ucap Diana meledek pasangan kekasih yang sejak mereka masuk universitas tak pernah putus.
"Iya nih, cepat halalkan sebelum jenuh. " timpal Chelsea terkikik geli melihat ekspresi Arnold.
"Kalian berdua doanya yang baik-baik dong. " sungut Arnold memeluk pundak kekasihnya.
"Bener tuh jangan sampai terjadi seperti yang lain, pacaran di kampus kawin di kampung. " seloroh Diana tak berperasaan.
__ADS_1
"Nah kamu sendiri, kapan meresmikan hubunganmu dengan sang doi ?" tanya Arnold yang tak mengetahui kisah cinta sahabat baiknya.
"Dia sudah kubuang, gak pantas dipertahankan pria macam dia. " sarkas Diana tersenyum kecut mengingat penghianatan pujaan hatinya.
"Mau gak aku jodohku dengan Ardi ?" ucap Chelsea tiba-tiba mengingat asisten Kiano.
"Gak perlu, mending pesan makan dulu, aku kelaparan habis menguras otak. " Diana berkilah tak ingin membahas masalah cinta. Ia akan kembali ke kampung halamannya dan tak ingin terbebani dengan masalah percintaan.
Arnold kemudian memanggil pelayan kafe dan memesan makanan untuk mereka. Kebiasaan Arnold yang selalu mengambil alih pemesanan makanan walaupun pada akhirnya pembayaran di bebankan pada Diana akan tetapi sejak identitas Chelsea diketahui Diana tak ingin lagi membayarkan makanan mereka, katanya berdosa jika harus membayarkan makanan sang pewaris tunggal.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat sore ,,,,
Makassar hujan nih, bagaimana daerah kalian ????
Jangan lupa dukungannya
salam hangat dari dunia halu π€π€π€
__ADS_1