
Melihat Amara dan Anggita sedang bersantai di gazebo menikmati kebun bunga di belakang rumah utama, Keanu segera menghampiri keduanya, ia merasa inilah waktu yang tepat untuk berbincang-bincang dengan kedua gadis beda usia itu. Keanu ingin perlahan Amara perlahan terjun ke dunia bisnis apalagi sebentar lagi putrinya itu menyelesaikan kuliahnya dan ketiga adiknya akan keluar negeri melanjutkan pendidikan mereka.
"Gak ke pesantren , kak ?" tanya Keanu saat melihat Amara dan Anggita hanya duduk padahal hari ini adalah jadwalnya ke pesantren.
"Istirahat dulu kk u deh, pi ,,, Ara juga baru selesai ujian lagian kami sudah khatam beberapa kali. " ucap Amara menghentikan sejenak kegiatannya saat berbicara dengan orang yang lebih tua.
"Bener pi, dan kami pun sudah mempraktekkan semua ajaran pak Kiyai Mustofa. " timpal Anggita mendukung Amara.
"Belajar itu tak ada habisnya, sayang ,,," balas Keanu tersenyum lembut.
"Untuk saat ini jangan sering-sering dulu, pi ,,, aku juga harus mengerjakan skripsiku" ucap Amara apa adanya, ia ingin cepat menyelesaikan urusan kuliahnya.
"Lagian kalau ke pesantren terus mana sempat kak Ara ketemu jodohku, pi. " timpal Anggita lagi.
"Kalau begitu malam minggu nanti Ara wakili papi menghadiri ulang tahun salah satu perusahaan rekanan kita, disana akan banyak pria muda yang akan datang. " seru Keanu antusias.
__ADS_1
"Ck, kalau malas menghadiri pesta itu kenapa dari tadi bicaranya mutar-mutar. " Amara mencebikkan bibirnya membuat Keanu tertawa karena putrinya bisa membaca pikirannya.
Bukan tanpa alasan Keanu menyuruh Amara mewakilinya menghadiri pesta ulang tahun PT. Dwi_Zan, ia ingin agar Amara segera terjun ke dunia bisnis.
"Mau kan, sayang ?? ajak Anggita atau Dika kalau perlu. " Keanu menatap putrinya penuh harap.
"No pi, Ara akan datang sebagai karyawan yang mewakili perusahaan. Ara ingin mengenal tabiat dan perangai para pebisnis sebelum Ara benar-benar terjun langsung. Jika bersama mereka, Ara gak bisa bebas melakoni perannya. " ucap Amara membuat Keanu tersenyum bangga pada putri tunggalnya.
"Anggi ikut kak, aku janji gak akan mengganggu kakak. Anggi juga pengen liat cowok-cowok ganteng dan tajir, manatau ada yang nyantol di hati. " timpal Anggita setengah memaksa.
"Hehehe ,,, naluri wanita kak. " balas Anggita cengengesan memperlihatkan giginya yang berbasis rapi.
Diam-diam Keanu tersenyum menatap ponakannya, sifatnya yang ceplas ceplos justru mewarisi Kalista hanya kebaikan hatinya yang menurun seratus persen dari Chelsea sebagai ibu kandungnya.
"Tapi ingat, apapun yang terjadi disana, kamu gak boleh mengaku jika kita adalah cucu opa ataupun anak dari Keanu Dewananda. Kita hanya sebagai karyawan perusahaan papi. "
__ADS_1
"Asal gak menghina kak. " balas Anggita tersenyum manis.
"Ok, jadi fix ya kalian mewakili papi. Gavin juga akan datang bersama om Seno." Keanu tersenyum lebar menatap putri dan ponakannya yang selalu kompak walaupun usia mereka berbeda.
"Bilangin ke om Seno supaya jangan menyapa kami sebagai ponakan begitu juga Gavin." pintar Amara
"Sesuai permintaan tuan putri. " ucap Keanu sebelum berlalu dari hadapan kedua gadis itu.
"Apa kakak yakin ingin dikenal sebagai karyawan perusahaan ??" tanya Anggita sangsi.
"Tentu saja, kakak ingin melihat bagaimana para pebisnis terkenal itu bersikap jika harus berinteraksi langsung dengan karyawan pada sebuah pesta." jawab Amara yang merasa belum saatnya dikenal sebagai putri seorang Keanu Dewananda.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers
__ADS_1
Semoga ibadah puasanya lancar hingga hari ini, ya