RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 87


__ADS_3

Kelahiran baby twin melengkapi kebahagiaan pasangan Chelsea dan Kiano pun begitu yang dirasakan oleh pak Utomo dan Maria istrinya. Rasa sakit yang Chelsea rasakan beberapa jam yang lalu kini tak lagi ia rasakan, hanya rasa bangga dan bahagia bisa menjadi seorang wanita sempurna. Chelsea semakin menyadari betapa pentingnya arti seorang ibu bagi anak-anaknya.


Pak Utomo dan Maria sangat bersyukur dan merasa jika Sang Pemilik Kehidupan sangat menyayangi mereka. Walaupun mereka hanya memiliki anak tunggal namun dianugerahi sepasang cucu sekaligus. Pak Utomo dan Maria enggan meninggalkan cucu mereka barang sekejap, beruntung mereka menempati pavillium yang lumayan luas sehingga busa menampung mereka.


Queen dan yang lainnya sejak beberapa menit yang lalu telah pulang karena kesibukan mereka dan Kalista yang sedikit sulit bergerak karena perutnya semakin besar, sesuai dengan perkiraan dokter bahwa bulan depan adalah perkiraan hari lahir bagi bayi Kalista.


"Kalian sudah menyiapkan nama untuk kedua cucu kami ??" tanya pak Utomo yang sedang menggendong baby boy.


"Itu tugas mas Kiano yang berikan nama." Chelsea tersenyum melirik Kiano yang sejak tadi menggenggam erat tangannya.


"Baby boy aku beri nama Anggara Kinsea dan baby girl bernama Anggita Kinsea, pa." ucap Kiano mencium punggung tangan istrinya.


"Waow ,,,nama yang bagus, semoga mereka kelak menjadi anak yang berguna bagi orang banyak dan yang paling penting mereka taat dan hormat pada orang tua. " timpal Maria tersenyum bahagia menatap bayi mungil nan cantik yang berada dalam pangkuannnya.


"Aamiin ,,," kompak Kiano dan Chelsea.


Senja perlahan mulai menyembunyikan semburat jingganya berganti dengan gelapnya malam berhiaskan rembulan dan bintang dilangit menambah indahnya malam. Pak Utomo dan Maria masih setia menemani kedua cucunya. Kiano dan Chelsea memaklumi mereka.

__ADS_1


"Gak apa-apa kan jika kami menginap ?" tanya Maria yang merasa belum puas menghabiskan waktu bersama kedua bayi itu.


"Gak apa-apa ma, kami malah senang ada papa sama mama disini. " ucap Kiano dengan senyuman yang tak pernah lekang dari wajah tampannya.


"Mas, beli makanan dulu sebentar lagi waktu makan malam lho. " Chelsea mengingatkan suaminya karena perutnya juga sudah mulai menggeliat kelaparan.


"Sudah kok, honey ,,," balas Kiano mencuri ciuman Chelsea.


Sejak keluar dari ruangan bersalin, entah sudah berapa kali Kiano mencium istrinya itu, setiap kali Chelsea berbicara, Kiano pasti akan memberinya ciuman singkat. Semua predikat datar dan dingin menghilang dan berganti dengan mesum terbatas.


"Masuk ,,,"


"Makanan malamnya bos. " ucap Ardi mengangguk hormat pada pak Utomo dan Kiano.


"Atur di meja aja, Ar. Sekalian kamu ikut makan bersama kami. " titah Kiano berjalan menghampiri asistennya.


Ardi kemudian sibuk mengatur makanan yang ia beli dibantu oleh Maria. Setelah selesai Kiano mengambil makanan dalam porsi banyak kemudian mendekati Chelsea lalu menyuapi Chelsea dan kemudian menyuapi dirinya sendiri. Mereka makan dalam satu piring dan satu sendok bergantian. Ardi melongo tak percaya melihat sang bos yang terkenal datar dan dingin ternyata bisa juga romantis.

__ADS_1


"Makan yang banyak, Ar ,,, jangan melotot seperti itu. " ucap Kiano menyadari asistennya itu sedang menatapnya.


"Hehehe ,,, maaf bos, pemandangan langka. " balas Ardi terkekeh.


"Nak Ardi juga akan seperti itu jika sudah memiliki istri. " timpal pak Utomo santai.


Ardi salah tingkah mendengar ucapan pak Utomo. Tak ada lagi pembicaraan, mereka lalu makan dengan hikmat dengan perasaan bahagia yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.


🎢🎢🎢🎢


Selamat sore readers ,,,,


Maaf akhir-akhir ini upnya agak sorean ,,,


Terima kasih dukungannya


Salam hangat dari dunia halu πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2