RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 50


__ADS_3

Kiano merangkul mesra pinggang ramping Chelsea melewati Kalista yang masih memberenggut karena tak di biarkan tidur bersama mereka.


"Mas, kasihan Kalista, dia mungkin merasa kesepian." ucap Chelsea tak enak hati saat mereka sudah bersiap untuk tidur.


"Jangan terlalu dipikirkan, sebentar lagi dia menikah. Kasihan Seno jika mendapatkan istri yang manja." balas Kiano mengganti bajunya dengan piyama.


Wajah Chelsea bersemu merah melihat tubuh Kiano yang nampak seksi dengan perut kotak-kotak dan pinggang yang terlihat kuat dan kokoh.


"Mas gak bermaksud menggodamu lho, ya. Cepat ganti baju kita melakukan pembibitan sebelum tidur. "


"Aku gak usah ganti baju mas, baju tidurku gak layak pakai semua. " balas Chelsea malu-malu.


Chelsea paham dengan maksud perkataan Kiano. Untuk pertama kalinya Chelsea merasa tidak aman tidur di samping suaminya yang sudah terang-terangan meminta haknya.


"Kenapa diam ?? cepat sini ,,, " Kiano menepuk-nepuk sisi yang biasa Chelsea tiduri.


"Mas tidur aja dulu, aku masih ingin mengerjakan skripsiku. "


"Apa yang kamu khawatirkan honey ?? kita suami istri yang sah dan mas sangat mencintaimu dan halal bagiku untuk menyentuhmu dan memilikimu secara utuh, kecuali jika kamu masih memikirkan pria lain. " ucap Kiano dengan nada kecewa.


"Mas !! jangan asal kalau ngomong !! aku bukan wanita yang senang memikirkan suami orang sementara aku memiliki suami yang baik walaupun minim ekspresi. "

__ADS_1


"Honey ,,, kamu baru saja mengataiku ??" Kiano mendekati Chelsea dengan tatapan penuh cinta.


"Bu ,,, bukan mas. Maksudku bukan seperti itu. " balas Chelsea berusaha menghindar karena Kiano tiba-tiba telah mengurungnya.


Cup


"Bibir ini harus diberi pelajaran." ucap Kiano mengecup lembut bibir Chelsea yang sudah menjadi candu baginya.


Chelsea hanya bisa pasrah menerima kecupan Kiano, tak ada salahnya jika memang malam ini suaminya itu meminta lebih darinya. Jika pada akhirnya mereka tetap akan melakukannya juga.


Merasa tak ada penolakan dari sang istri, Kiano semakin berani memancarkan aksinya dan melakukan sentuhan-sentuhan kecil sebagai pemanasan, walaupun belum pernah melakukannya namun nalurinya sebagai pejantan tangguh tak diragukan lagi. Hingga tak sadar kini mereka telah berbaring di tempat tidur dalam keadaan naked. Perlahan tangan Kiano mulai bercerita kesana kemari tanpa bisa di kendalikan lagi. Tubuh Chelsea pun merespon setiap sentuhan yang diberikan oleh Kiano.


Chelsea semakin dalam terbuai dengan perlakuan Kiano, hingga ia sadar sesuatu yang keras berusaha menerobos pertahanan terakhirnya. Detik berikutnya Chelsea membekap mulutnya sendiri agar teriakannya tak terdengar, sakit yang teramat sangat ia rasakan. Air matanya keluar tanpa bisa ia tahan.


" A ,,, aku tahu mas. " balas Chelsea berusaha tersenyum walaupun rasa sakit menderanya.


Merasa bagian tubuh istrinya sudah menerimanya, Kiano kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda, ia dan adik kecilnya seakan tak ingin melewatkan sedikitpun momen kunjungan perdananya. Keringat membanjiri keduanya yang bekerja keras mendaki puncak kenikmatan. Naik turun gunung hingga memasuki lembah yang menjanjikan kenikmatan surga dunia mereka lakukan bersama. Chelsea yang berkali-kali terdengar melen*** membuat Kiano tersenyum puas. Istrinya menikmati petualangannya dan akan selalu seperti itu setiap saat jika perlu.


"Mas keluar di dalam honey, gak apa-apa kan ??" ucap Kiano bersamaan dengan lahar panas memenuhi rahim Chelsea.


"Mau gimana lagi, sudah kejadian juga kan ??" balas Chelsea tersenyum malu-malu.

__ADS_1


"Hidup dan berkembanglah disana anak-anak papa." Kiano mencium perut datar Chelsea seolah benihnya telah tumbuh didalam sana.


Kiano kemudian mengangkat tubuh Chelsea setelah beberapa saat berdiam diri, Kiano pernah mendengar Steven mengatakan jika ingin benihnya hidup diamkan dulu beberapa saat agar sel telur dan s****anya bertemu, benar atau tidaknya Kiano hanya melakukannya karena berharap istrinya segera memberinya keturunan.


"Mas, gak usah, aku bisa jalan sendiri. "


"Biarkan mas bertanggung jawab karena telah membuat sayangku kesakitan. " balas Kiano lembut kembali menautkan bibirnya dengan bibir istrinya.


Perlahan Kiano menurunkan tubuh Chelsea diatas Closet kemudian mengisi bathup dengan air hangat dan mencampurnya dengan aromaterpi. Chelsea meraih handuk untuk menutup tubuhnya dan mengalihkan pandangannya karena saat ini kondisi Kiano benar-benar menodai matanya.


"Biasa aja honey, gak usah ditutup kita sudah saling memiliki secara utuh begini apa lagi yang membuat kita malu. " ucap Kiano merasai air yang ia tampung pada bathup.


Kembali Kiano mengangkat tubuh Chelsea walaupun sudah ditolak mentah-mentah. Ia tak tega melihat jika istrinya meringis kesakitan saat berjalan. Kiano menyadari perbuatannya tadi sedikit lupa diri karena terlalu lama memenjarakan adik kecilnya.


🎢🎢🎢


Selamat siang readers


hari ini benar-benar tiga bab lho, ya


jangan lupa dukungannya

__ADS_1


Love you all πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2