RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
BAB 4


__ADS_3

“Ikut ke ruangan saya !” titah Kiano sebelum keluar dari kelas.


Tanpa menoleh lagi, Kiano berjalan dengan langkah cepat tak lupa wajahnya yang datar dengan tatapan lurus ke depan tak memperdulikan tatapan kagum para gadis-gadis yang ia lewati ataupun yang berpapasan dengannya.


“Sea, kamu gak nyusul pak Kiano ??” tanya Diana yang melihat Chelsea masih betah di belakang Arnold.


“Setelah ini ,aku gak mau telat masuk mata kuliah statistik.” Chelsea tak ingin melewatkan mata kuliah yang merupakan mata kuliah tersulit untuk lulus karena dosennya tak menerima kata terlambat masuk pada saat kuliah sedang berlangsung


Tak lama kemudian dosen mata kuliah statistik pun masuk dan mulai menjelaskan materi perkuliahan. Dengan serius semua mahasiswa mendengarkan penjelasan dari pria sedikit botak itu. Semua mata tertuju pada dosen paruh baya itu bukan karena wajahnya yang tampan akan tetapi materi perkuliahan yang ia bawakan sulitnya luar biasa. Hingga jam perkuliahan berakhir.


Chelsea kemudian berjalan dengan cepat menuju ruang dosen. Ia tak ingin bermasalah dengan dosen manapun dihari pertama perkuliahan apalagi dirinya sudah semester 7. Chelsea ingin menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu.


Tok tok tok


Ceklek


“Selamat siang pak ,,,”


“Kenapa baru datang, saya paling tidak suka menunggu. “ datar dan tak bersahabat, bukan hanya di kelas, itulah kesan Chelsea pada Kiano.


“Maaf pak, tapi saya ada kuliah setelah mata kuliah bapak. “ balas Chelsea sopan


“Kali ini saya terima alasan kamu tapi lain kali tidak ada alasan jika saya panggil maka kamu harus datang secepatnya. “

__ADS_1


“Baik pak.” Chelsea mendengus perlahan


“Tulis nomormu disini. “ Kiano menyodorkan ponselnya pada Chelsea.


'Aneh, kenapa penyakitku tidak bereaksi dekat dengan gadis ini ?' batin Kiano bingung dengan tubuhnya.


Tak ingin berlama-lama berhadapan dengan dosen baru namun sombongnya naudzubillah, Chelsea segera mengambil ponsel tersebut dari tangan Kiano dan menulis nomor selulernya.


“Sudah pak.”


“Kamu bener-bener pintar kan ?? bukan karena kamu kekasih pak rektor ??.”


“Bapak jangan asal menuduh orang, saya dengan pak rektor gak ada hubungan seperti itu. “ bantah Chelsea apa adanya.


Walaupun dongkol dengan tuduhan dosen barunya itu tapi Chelsea tak berusaha keras membantahnya. Chelsea tak bisa menyalahkan anggapan orang terhadapnya. Seketika Chelsea menyadari jika ternyata dosen baru itu melihatnya keluar dari mobil kakak sepupunya. Senyum menghiasi wajah cantiknya.


“Maaf pak, saya masuk universitas ini melalui jalur undangan dan saya pun penerima beasiswa jadi untuk apa memanfaatkan orang lain jika hanya ingin mendapatkan nilai tinggi.” Balas Chelsea sengaja tak membantah hubungannya dengan pak rektor.


“Maaf pak, jika sudah selesai saya permisi. “ lanjut Chelsea berusaha tetap sopan.


“Hmmmm ,,,” Kiano hanya berdehem sebagai balasannya dan kembali sibuk dengan laptop didepannya.


‘Sok sibuk. ‘rutuk Chelsea dalam diam

__ADS_1


Chelsea segera membalikkan badannya meninggalkan ruang dosen, perutnya sudah berdemo meminta haknya untuk diberi asupan. Kebiasaan rutin anak kostan selalu makan di kantin. Seperti biasa tiba di kantin, Chelsea segera menempati meja dimana teman-temannya telah memesan makanan terlebih dahulu. Kantin belum terlalu ramai ketika mereka berada dikantin, maklum semester akhir jadi kuliah mereka tidak terlalu padat.


“Thanks ya, sudah dipesenin. “ Chelsea langsung menyantap nasi goreng favoritnya.


“Sea, kamu udah ada judul skripsi ??” tanya Arnold sambill menatap Chelsea yang terlihat sangat menikmati makanannya.


“Sudah aku ajuin, semoga saja dapat pembimbing yang baik dan tidak banyak menuntut supaya magang dan skripsi bisa sejalan “


“Pengen banget ya cepat wisuda. “


“Marut banget, Sea. Satu-satu aja dong. “sela Diana


“Kalau bisa dua-duanya kenapa enggak, mana tau kuliah cepat kelar dan bekerja kan lumayan.” Balas Chelsea terus menyantap nasi gorengnya hingga tandas.


“Orang pintar mah bebas ,,,,” seloroh Diana dan disambut tawa ketiganya.


Diana, Arnold dan Chelsea segera menuntaskan makanannya, hari ini mata kuliah mereka hanya dua dan telah berakhir beberapa saat lalu. Diana dan Chelsea berencana nongki-nongki cantik di mall. Sedangkan Arnold lebih memilih menghabiskan waktu dengan pacarnya.


Diana adalah anak pengusaha batik yang sukses di Pekalongan dan sering mengajak Chelsea melepas penat salah satu tempat favorit mereka yang terletak dimall terbesar di Jakarta.


💖💖💖💖


Selamat menikmati hari liburnya.

__ADS_1


jangan lupa dukungannya 🙏🙏


__ADS_2