RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 115


__ADS_3

Amara melajukan mobilnya dengan kencang, entah mengapa moodnya mendadak hancur mendengar ucapan terakhir Fauzan. Wajah datar Amara menciutkan nyali Kiran yang duduk di sebelahnya begitupula dengan Metha yang duduk dibelakang.


"Kak, pelan-pelan ,,, aku gak mau berakhir di rumah sakit dan kontrak kerjaku berakhir dengan tragis." omel Kiran ketakutan.


Tak ada tanggapan dari Amara dan laju mobil semakin kencang dengan menyalip kendaraan secara brutal tak memperdulikan teriakan umpatan dari beberapa mobil yang berhasil di salipnya, beruntung hari libur dan jalanan tak terlalu padat, hingga mereka tiba dengan selamat di rumah utama barulah Kiran dan Metha bernapas dengan lega.


"Aku gak mau lagi di sopiri sama kakak. " ucap Kiran masih dengan wajah pucat pasi keluar dari mobil dan membanting pintu mobil kesal


Amara hanya membalasnya dengan senyuman tipis bahkan teramat tipis sehingga Kiran dan Metha tak menyadarinya. Amara bersorak dalam hati dengan demikian ia tak akan pernah lagi bertemu dengan pria sok akrab itu.


"Hei, cucu-cucu cantik oma sudah pada pulang ? gimana lunchnya ?" tanya Queen melihat Kiran dan Metha masuk ke dalam rumah.


"Kami hampir mati. " balas Kiran kesal sambil membanting badannya disamping sang oma.


"Lho kok bisa ? apa mereka menyerangmu ? tapi kan ada Ara yang gak mungkin tinggal diam. " ucap Queen bingung


"Justru kak Ara yang hampir membunuh kami." balas Kiran masih dengan kekesalannya.


"Ck, ngadu terozzzz ,,, kayak anak kecil aja. " timpal Amara ikut duduk di depan sang oma


"Kalian bertiga kenapa sih, Kiran dan Metha datang dengan wajahnya sampai pucat pasi gini sedangkan yang satunya terlihat sangat santai walaupun wajahnya tertekuk." ucap Queen menatap mereka satu per satu.


Kiran akhirnya mengadukan kelakuan Amara yang ugal-ugalan di jalan raya sehingga ia dan Metha ketakutan.


"Tapi kalian tiba dirumah dengan selamat kan ? please deh jangan jadi gadis cengeng dan manja kalian harus berani bagaimana jika suatu saat nanti kalian berhadapan dengan hal yang lebih mengerikan ,,," ucap Amara asal karena Kiran masih mempersoalkan caranya menyetir padahal jika ia bersama Dika dan twins A mereka malah tertawa-tawa menikmati sensasinya dan menguji adrenalin mereka.

__ADS_1


Mengingat twins A dan Dika, Amara tiba-tiba terdiam. Sudah cukup lama mereka tak bertemu. Bagaimana keadaan mereka sekarang mengingat mereka berbeda negara. Twins A saat ini sedang menempuh pendidikan di Inggris sedangkan Dika di Amerika.


"Ara ??!!! jangan suka asal kalau ngomong, sayang. Dan Kiran serta Metha lain kali jika ingin kemana-mana lebih baik kalian pakai supir oma. " Queen pada akhirnya menengahi silang pendapat keduanya.


"Oh ya, oma sampai lupa ,,, Siapa sih yang punya butik hingga mengontrak Kiran dengan harga fantastis ?" tanya Queen penasaran.


"Istri pak Santoso, oma. " jawab Amara cuek.


"Bahkan kak Ara diminta ke ruang kerja suaminya dan berdiskusi. " ucap Kiran spontan melupakan kekesalannya beberapa saat lalu


Mendengar ucapan Kiran membuat kedua alis Queen bertaut heran, pasalnya Amara baru beberapa bulan menggantikan papi dan opanya memimpin perusahaan dan menurut rumor yang ia dengar pak Santoso pun sudah mundur dari perusahaan dan dilimpahkan pada putra sulungnya. Tidak mungkin jika mereka bisa sedekat itu sehingga harus berdiskusi di ruang kerja pak Santoso.


"Oma jangan terlalu banyak berpikir. Ara hanya membantunya sedikit." ucap Amara melihat sang oma sepertinya memikirkan sesuatu.


"Bantuan sedikit ? maksudnya ?? bicara yang jelas biar oma gak bingung dan berpikir. " balas Queen semakin penasaran. Queen adalah tipe oma yang tak ingin anak cucunya dimanfaatkan oleh orang lain. Peristiwa masa mudanya masih terus membekas dalam ingatannya sehingga sangat sulit mempercayai orang lain.


"Bukannya putranya cerdas ? kok bisa minta bantuanmu segala. " Queen masih penasaran


"Memang cerdas tapi mungkin di bidang yang lain bukan di bidang IT. " balas Amara hanya menduga.


"Sudahlah 0ma, Ara pingin mandi dan istirahat." lanjut Amara meninggalkan ketiga wanita beda usia itu.


Melihat Amara masuk ke kamarnya, Kiran dan Metja pun melakukan hal yang sama meninggalkan sang oma dengan berbagai dugaannya. Hingga suami dan putra sulungnya datang namun tak dipedulikan oleh Queen sehingga membuat kedua pria tampan beda usia itu saling menatap bingung. Keanu hanya membalas tatapan daddynya dengan mengangkat sebelah bahunya tanda iaoun tak mengerti.


"Ada apa mom ,,, kok bengong sendiri. " tanya Arya sambil menepuk pelan pundak istrinya

__ADS_1


"Sejak kapan kalian datang ?" balas Queen balik bertanya


"Sejak oma bengong. " balas Keanu penasaran


"Ck, kamu tuh. Mana ada mommy bengong ,,, mommy hanya memikirkan hubungan Amara yang membantu pak Santoso mengamankan data perusahaannya yang hampir di curi oleh orang yang tak bertanggung jawab. " ucapan Queen langsung menarik perhatian kedua pria dihadapannya.


"Lho, kok bisa ???" heran Keanu


Kemudian Queen menceritakan apa yang baru saja Kiran cerita beberapa menit yang lalu tanpa ditambah ataupun dikurangi ditambah dengan pengakuan oleh Amara sendiri.


"Jadi yang mengontrak Kiran dengan harga fantastis adalah istri pak Santoso ??" Arya justru tertarik dengan kontrak kerja Kiran yang menurutnya tak masuk akal, hanya pembukaan butik harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.


"Daddyyyy ,,, untuk sebuah butik kelas wahid uang sebesar itu adalah wajar." balas Keanu jengah mendengar ucapan daddynya yang menurutnya tak masuk akal.


"Mommy gak usah khawatir mengenai Amara, aku yakin putriku itu memang merasa harus membantu pak Santoso dan beliau juga bukan tipe orang yang suka memanfaatkan orang lain." lanjut Keanu menenangkan sang mommy.


Bukan tanpa alasan Keanu berkata seperti itu, ia sangat mengenal pribadi pak Santoso, selama mereka bekerjasama pak Santoso yang hampir seumuran dengan daddynya selalu bertanggung jawab dan tidak aneh-aneh.


"Ya sudah, kalau kamu sudah berkata seperti itu. " balas Queen dengan perasaan tenang.


🎶🎶🎶🎶🎶


Selamat pagi dunia halu ,,,,


Selamat berpuasa bagi yang menjalankan ibadah puasa semoga puasanya lancar hingga akhir Ramadhan.

__ADS_1


Terima kasih atas segala dukungannya


Love you all


__ADS_2