
Mendengar sang oma sakit, twins A segera bersiap pulang ke tanah air lebih cepat dari waktu yang telah mereka tentukan. Semalam papa mereka memberikan kabar mengejutkan itu, sementara Amara yang belum puas liburan hanya bisa pasrah mengikuti twins A yang telah lebih dulu selesai bersiap. Semalam Amara pun membaca email yang dikirim oleh papinya.
"Kok bisa sih oma tiba-tiba jatuh sakit padahal selama ini dia tak pernah mengeluh sakit. " ucap Amara seraya menarik kopernya keluar kamar.
"Bener tuh,kak ,,, aku juga sama kagetnya dengan kakak. " timpal Anggara
"Namanya juga sakit kak, siapa yang bisa menduga kapan Allah akan memberikan kita teguran lewat penyakit. " ucap Anggita bijak.
"Mengerti bu ustadzah ,,," kompak Amara dan Anggara kemudian tertawa melihat ekspresi Anggita yang lucu menurutnya mereka berdua.
Ketiganya kemudian keluar dari apartemennya menuju lift yang akan membawanya ke lantai dasar. Anggara bagaikan bodyguard yang mengawal dua gadis cantik nan anggun tak ada yang tahu jika dibalik keunggulan dan kelembutan mereka sebenarnya lebih menyerupai singa betina kelaparan jika ada yang berani mengganggunya.
ππππ
Di tanah air Queen dan kedua putra kembarnya sedang mengatur strategi tanpa melibatkan Kalista yang ceplas ceplos dan Chelsea yang masih tersisa sedikit kepolosannya, mereka tak ingin kedua wanita itu merusak rencananya sedangkan Kiandra dan Arya memilih diam dan menjadi penonton saja tak ingin ikut-ikutan dalam persekongkolan mereka.
"Kalian yakin Amara akan pulang ?" tanya Queen yang kini berada dalam ruang rawat inapnya.
"Semoga saja, mom ,,, Ara kan paling sayang sama mommy. " balas Keanu apa adanya.
__ADS_1
"Kalau twins A, gimana kabarnya ?" kali ini tatapan Queen mengarah pada Kiano yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya.
Untuk menghindari kecurigaan Amara, mereka bertiga sepakat menghubungi twins A, toh mereka memang dijadwalkan akan segera kembali ke tanah air karena pendidikannya sudah selesai.
"Semalam aku sudah menelpon mereka, mom ,,," balas Kiano tanpa mengalihkan perhatiannya pada ponselnya. Sebuah senyuman terbit di bibirnya membuat Keanu penasaran.
"Ada apa senyum-senyum sendiri ? macam anak remaja yang sedang jatuh cinta aja." ucap Keanu sinis.
"Ara sudah mengaktifkan ponselnya, bang dan ternyata dia sedang bersama twins A." balas Kiano memperlihatkan ponselnya.
"Tapi kenapa si kembar gak ngomong, ya ,,, padahal aku menelponnya beberapa hari yang lalu." gumam Keanu terdengar oleh Queen dan Kiano.
"Tidak usah mempermasalahkan hal itu , yang terpenting Amara pulang dan jangan lupa panggil nak Fauzan saat mereka tiba di rumah sakit." tegas Queen menghentikan pembicaraan keduanya.
"Demi calon kecebong, kami akan melakukan perintah Nyonya. " balas Keanu tersenyum miring.
"Aku heran dan jadi mempertanyakan sifat Amara yang sangat berbeda dengan bang Ke. " ucap Kiano heran dengan abangnya yang teramat sangat mesum sementara Amara sangat berbeda.
"Jangan terlalu dipikir, setelah mereka menikah maka sifat mesum yang aku wariskan akan tampak dengan sendirinya. " balas Keanu tak mau kalah.
__ADS_1
Mendengar ucapan abangnya membuat Kiano ternganga tak percaya, cukup hanya Kalista saja wanita mesum dalam keluarga mereka, jika Amara pun akan seperti Kalista maka dijamin Fauzan akan kewalahan mengingat pria muda itu terlihat sangat tenang dan tidak aneh-aneh.
Pembicaraan mereka terhenti saat pintu ruang inap Queen diketuk dari luar, buru-buru Queen naik ke atas brangkar dan berbaring. Kalista menyerbu masuk saat Kiano membuka pintu sehingga membuatnya sedikit terdorong.
"Kok mommy bisa sakit, sih ,,, padahal kemarin masih sehat. " ucap Kalista terisak.
"Namanya juga sakit, dek. Sudahlah, jangan terlalu lama mengajak mommy bicara, lebih baik kamu duduk di sofa saja. " Kiano perlahan membimbing Kalista agar duduk di sofa.
'Maafkan m9mmy nak karena membuatmu cemas seperti ini. ' batin Queen merasa bersalah
πΆπΆπΆπΆπΆ
Selamat siang ,,,,
Sesuai janji othor up 2 bab menemani liburan kalian
Selamat menikmati dan terima kasih dukungannya.
Minal Aidin Walfaidzin
__ADS_1