Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 100.


__ADS_3

Hari ini Sean berangkat ke negara A bersama dengan Devi sekretaris nya dan Ken asistennya. Hari itu Sean akan melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan nya.


"Ada dengan anda Bos, kenapa tidak bersemangat seperti itu" tanya Kenapa saat melihat Bos nya murung.


"Aku hanya malas melakukan apapun, aku merindukannya Ken.. hari ini dia berulang tahun " lirih Sean sendu.


"Suatu saat kita akan menemukannya Bos" ucap Ken meyakinkan


Saat mobil terhenti karena rambu lalu lintas menyala, Sean yang tidak sengaja menoleh ke samping seperti melihat bayangan seorang wanita sedang menggandeng anak kecil keluar dari minimarket. Sontak ia terbelalak dan keluar dari mobilnya. ia berlari kencang mengikuti arah wanita itu berjalan tapi sayang wanita itu sudah masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


Ken yang kaget karena Bosnya keluar dari mobil dengan tiba-tiba pun ikutan keluar mengejarnya.


"Ada apa Bos.. " tanya Ken.


"Aku melihatnya Ken.. " jawab Ken dengan nafas memburu.


"Melihat siapa Bos.. " tanya Ken lagi.


"Melihat istriku sedang menggandeng anak kecil, dan aku yakin itu anakku" lirih Sean.


"Benarkah, ayo kita ke hotel saja Bos.. nanti kita akan Nona sama-sama" ucap Ken pada Bosnya.


Sean berjalan menuju mobilnya dengan tubuh lemas tapi sedikit ada rasa senang paling tidak dia tau selama ini istrinya tinggal di negara ini.


"Mungkin selama ini Nona tinggal di negara ini Bos" ucap Ken saat sudah mengemudikan mobilnya.


"Kau benar Ken, aku benar-benar lupa kalau dia memang punya sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya dalam situasi apapun.. dan iya yang aku tau Mario juga tinggal tinggal di negara ini, dia pasti tau dimana istriku tinggal" jelas Sean berharap.


"Bukankah perusahaan Tuan Mario juga bekerja sama dengan kita Bos, bagaimana kalau kita tanyakan ini nanti sehabis meeting selesai" ucap Ken mencari solusi.

__ADS_1


"Tapi perasaan dia biasanya diwakilkan saat meeting, ia sendiri tidak pernah hadir" keluh Sean.


"Mungkin saja nanti dia sendiri yang akan datang mengingat ini di negaranya" celetuk Ken.


"Semoga saja" harap Sean.


***


Sementara itu Dea yang baru pulang dari minimarket mendapatkan telpon dari Mario, ia diminta untuk mewakili perusahaan nya mengikuti meeting di sebuah hotel ternama.


"[Kenapa harus aku Yo]" ucap Dea malas.


"[Ini perintah Daddy De.. kamu akan kesana bersama jimmy, dia akan menjemputmu ke apartemen]" ucap Sean.


"[Ya baiklah Bos.. kamu menang]" jawab Dea singkat membuat Mario tertawa sebelum menutup ponselnya.


"Iya Mom.. " jawab Kenzo menghampiri Dea.


"Kenapa kamu selalu memanggik Mama Mom.. siapa yang ajarkan? "tanya Dea gemas.


" Daddy.. Mom aku mau ketemu sama Daddy" rengek Kenzo.


"Iya.. nanti Mama antarkan sekalian Mama mau kerja ya" ucap Dea.


"Bener Ma.. ye.. " teriak Kenzo senang.


"Terima kasih untuk cinta kamu buat anak aku Yo, tanpamu aku gak tau gimana hidup dia tanpa sosok Ayah di sampingnya, begitu begitu rela menjadi teman dan daddy yang baik buat Kenzo sampai dia tidak pernah merasa kalau dia tidak punya Ayah" lirih Dea berkaca-kaca.


"Mungkin saat ini kamu sudah bahagia bersama pasanganmu, maafkan aku yang terpaksa menjauhkanmu dari anakmu, ini karena aku tidak mau kalau anakku merasakan sakit sama seperti aku" sesal Dea.

__ADS_1


Meeting dimulai jam tujuh malam dan saat ini Dea sedang berada di apartemen Mario untuk mengantarkan Kenzo.


"Daddy.. " teriak Kenzo saat sudah masuk ke apartemen Mario.


"Hallo Boy.. apa kabar? " sapa Mario memeluknya erat dan mengangkat tubuhnya, anak yang belum genap 3 tahun itu begitu dekat dengan Mario semenjak bayi.


"Dia ingin bersamamu saat aku kerja" ucap Dea singkat.


"It's okay.. biar aku yang jaga dia kamu berangkat aja" jawab Mario sambil menggendong Kenzo.


"Baiklah mana berkas-berkas yang harus aku bawa" tanya Dea.


"Jimmy sudah menyiapkan semuanya.. pergilah" ucap Mario.


"Baiklah.. " Dea pergi setelah pamit dengan anaknya, ia menuju hotel yang telah ditentukan.


"ini meeting dengan perusahaan mana Jim? " tanya Dea.


"Indonesia dan Jepang Bu" jawab Jimmy singkat.


"Oh.. yang kemarin itu ya, tapi aku belum mempelajarinya Jim, berikan berkasnya" pinta Dea.


"Ini Bu.. " Dea menerima berkas dari Jimmy dan membuka nya, Dea mempelajari satu persatu sampai ia menemukan nama perusahaan yang tidak asing baginya.


"Gak mungkin ini perusahaan dia.. " tanya Dea dalam hati dengan tubuh berdesir.


"Anda baik-baik saja Bu? " tanya Jimmy saat melihat Dea gelisah.


"Tidak apa-apa Jim..

__ADS_1


__ADS_2