Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 85.


__ADS_3

"Maaf, aku gemes.. " cengir Dea membuat mata Sean membola.


"Gemes.. gemes kenapa? " tanya Sean bingung.


"Ada telpon sayang.. kamu dibanguninnya susah" gemes Dea.


"Apa tadi.. kamu manggil apa, coba ulang..? " goda Sean.


"Gak.. tadi khilaf saking gemesnya" tolak Dea beranjak.


"Seneng banget di gemesin.. gak apa-apa deh meskipun digigit juga" canda Sean lagi.


"Ish.. itu sih mau nya kamu, ayo cepet itu si Alan dah nungguin dari tadi.. mungkin dah dimatikan telponnya" ucap Dea santai membuat Sean terlonjak.


"Astagfirullah sampek lupa, kok gak bilang dari tadi..mana ponselnya? " tanya Sean panik.


"Ini.. kenapa sih buru-buru, tadi aja santai pas di bangunin" keluh Dea.


"Hari ini ada tamu dari Jepang sayang.. aku lupa" jelas Sean. ia langsung menghubungi Alan.


"Hallo.. ya Lan gimana? " Sean berjalan kearah balkon membicarakan pekerjaan dengan Alan sedangkan Dea yang sudah memesan makanan saat ini sedang menyiapkannya.


"Sayang.. apa itu? " tanya Sean mendekat.


"Kamu laper gak? " tanya Dea balik.

__ADS_1


"Laper sih tapi aku mau ada meeting online, suapin ya" ucap Sean mengerling.


"Dih manja.. mandi aja dulu" cebik Dea.


"Iya aku mandi.. " jawab Sean mencuri satu kecupan di pipi Dea membuat Dea terlonjak.


"Nakal ya.. " kesal Dea memegang pipinya sambil menggeleng gemas.


Setelah mandi Sean bersiap meeting onlinnya, ia berpakaian rapih seperti biasanya dan duduk lesehan dibawah.



"Rapih banget, katanya online" sindir Dea.


"Kan sama aja kerja sayang.." jawab Sean membuka laptopnya sedangkan Dea duduk di sofa sambil menyuapi Sean makan.


"Masak, gak nyadar akunya" jawab Sean kaget.


"Dah kenyang belum, dah habis 2 piring lo tadi" cibir Dea.


" Oh ya, kok gak nyadar ya.. mungkin karena disuapin kamu jadi mood aja bawaannya, ya udah deh mana minumnya sayang" pinta Sean dan Dea pun mengambilkan nya.


"Makasih sayang.. " ucap Sean mendongak menatap wanita yang baru beberapa jam dinikahinya.


"Cup" iya sama-sama, udah fokus kerja aku masuk dulu ya" pamit Dea meninggalkan jejak membuat Sean tersipu malau.

__ADS_1


"Awas ya kamu, pake mancing-mancing" kesel Sean.


"Kan diajarin kamu" gurau Dengan beranjak pergi meninggalkan Sean.


Pagi itu Sean sengaja kerja dari rumah agar bisa banyak waktu bersama istrinya, walaupun sebenarnya banyak pekerjaan yang menantinya. Sean menyelesaikan pekerjaannya saat menjelang sore, ia melihat istri cantiknya masih tertidur di pangkuannya.


"Sayang, bangun yuk.. mau pulang sekarang apa nanti malam"'tanya Sean.


" Terserah kamu aja, aku ngikut" jawab Dea lirih berbalik memeluk perut Sean.


"Eh.. masih ngantuk? " tanya Sean membelai rambut istrinya yang di angguk i Dea dengan mata masih terpejam.


Karena tidak tega Sean membiarkan istrinya tidur hingga sore, ia memutuskan akan pulang malam dan memberi kejutan manis pada istrinya itu. Dea mengerjapkan matanya tepat saat adzan maghrib menggema.


"Dah magrib ya.. kok gak bangunin aku Yang.. " lirih Dea mencoba bangkit.


"Kelihatannya kamu capek, aku gak tega buat bangunin" jawab Sean lembut.


"Maaf ya, kebas gak kaki kamu" tanya Dea memijat kaki Sean.


"Dikit sih, tapi gak apa-apa demi ayang" canda Sean.


"Gombal mulu kamu, ayo ah mandi dulu" ucap Dea bangkit tapi ditahan Sean.


"Kenapa..? " tanya Dea gemas.

__ADS_1


"Bareng ya.. " manja Sean sambil meringis.


__ADS_2