Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 51.


__ADS_3

"Dasar manja.. " cebik Mama Diana mengelus puncak kepala anak sulungnya itu.


Malam itu Sean menginap di rumah besar karena Mama masih kangen dan tidak memperbolehkan pulang. Hingga pagi Sean masih nyaman menghuni kasur king size nya dan bermalas-malasan karena kebetulan hari ini adalah hari minggu.


Sementara itu Dea yang sudah asyik di dapur pagi ini dia membuat kue favoritnya.


"Selesai.. tinggal masukin oven" semangat Dea.


"Bikin apa Non.. sepertinya enak? " tanya Bibik mendekat.


"Bikin kue Bik.. Bibik mau? " tawar Dea.


"Emang boleh Non.. "


"Boleh.. kebetulan ini bikin lebih" jelas Dea ramah.


"Wah.. enak ini Non, Bibik jadi ngiler deh"


"Ih.. Bibik bisa aja" ucap Dea sambil memasukkan kue nya ke dalam oven.


"Bik aku kk e atas dulu ya.. nanti kalau mateng tolong diangkat" pinta Dea.


"Baik Non" jawab Bibik patuh.


Dea kembali ke kamarnya untuk mengecek ponselnya tiba-tiba ada notifikasi dari Rey kalau Mario kecelakaan, seketika itu Dea langsung menghubungi Rey.


"Hallo Rey.. sorry gue baru buka ponsel " sesal Dea.


" Iya gak apa-apa yang penting lo udah tau, nanti lo ngamuk ke gue kalau taunya dari orang" ucap Rey membuat Dea mencebik.


"Terus dimana dia sekarang? "


"Emangnya kapan dia balik kesini, kok aku gak tau? "


"Dia gak apa-apa kan? " tanya Dea beruntun membuat Rey memijat pelipisnya.

__ADS_1


"Satu-satu dong De.. mana gue tau ini gue baru mau nyamperin kesana" sungut Rey.


"RS mana..? "


"Medika Perkasa" jawab Rey.


"Oke kita ketemu disana aja" ucap Dea menutup ponselnya. Saat sedang bersiap tiba-tiba ponselnya berdering, Dea mengintip terlihat nama Bos galak VC.


"Ish.. selalu nelpon di saat gak tepat" cebik Dea cuek, tapi karena ponselnya terus berdering maka Dea terpaksa mengangkat ponselnya itu.


"Hallo sayang.. selamat pagi cantik" sapaan manis terdengar dari Bosnya dengan muka bantalnya masih bergelung dengan selimutnya.


"Ish apaan sih ngegombal pagi-pagi" kesal Dea.


"Jutek banget muka nya, kangen ya hari ini gak bisa ketemu" goda Sean.


"Ih PD banget.. malahan seneng kalau gak ketemu, gak ada yang resek" sanggah Dea makin jutek.


"Ya Allah jahat banget tuh bibirnya, jadi pingin cium deh aku" gemas Sean.


"Iya sayang.. nanti diperbaiki deh pelan-pelan saat kamu udah jadi temen bobok aku nanti, tapi bener ya bakalan disayang kalau pagiku udah baik" tanya Sean bersemangat.


"Nanti aku pertimbangkan.. "


"Kok gitu..! "


"Aku masih belum bisa percaya sama kamu, cewek kamu banyak diluaran sana dan aku masih belum siap patah hati" tegas Dea.


"Aku gak ada cewek sayang..mereka aja yang ngejar- ngejar aku terus, seharusnya kamu bangga dong bisa milikin aku.. cowok paling digandrungi cewek-cewek seantero bumi" sombong Sean.


"Ih sombong.. udah ya aku mau keluar abis ini" ucap Dea memberi pengertian.


"Mau kemana? "


"Ke Rumah sakit, jangan bilang kamu mau ikut" kesal Dea.

__ADS_1


"Siapa yang sakit..? " tanya Sean beranjak duduk.


"Mario kecelakaan, dia lagi dirawat karena belum sadarkan diri" sedih Dea menjelaskan.


"Aku ikut, tunggu ya aku mandi dulu dan akan segera menjemputmu" pinta Sean menginterupsi.


"Eh.. gak u.. " ucapan Dea terpotong karena Sean sudah mematikan ponselnya.


"Kebiasaan deh" kesal Dea membanting ponselnya ke ranjang dan bersiap pergi ke rumah sakit menjenguk Mario. Setengah jam kemudian terdengar ponsel Dea berdering.


"Hallo.. "


"Sayang.. aku sudah di depan" ucap Sean dari sebrang.


"Iya sebentar, ini aku lagi di minimarket deket rumah..kau putar balik aja aku tunggu di depan" jawab Dea mematikan ponselnya dan keluar dari rumahnya mencari keberadaan Sean.


"Sean memutar mobilnya dan berhenti di depan minimarket sesuai pesan Dea, ia melihat orang yang keluar masuk berharap Dea segera menghampirinya, hingga beberapa menit kemudian terlihat Dea keluar sambil menjinjing tas belanjaannya mencari keberadaan Sean.



Sean membukakan pintu mobilnya dan Dea pun masuk di kursi depan setelah menaruh tas belanjaannya di kursi belakang kemudi. Dea yang melihat Sean dengan baju casual nya sedikit merasa terpukau.



"Apa ada yang salah dengan penampilanku? " tanya Sean bingung melihat reaksi Dea saat bertemu dengannya.


"Gak.. aneh aja melihatmu tanpa Jas kebanggaaanmu" Dea menahan tawanya.


"Aku hanya ingin lebih muda saat tampil di luar kantor bersamamu..apa ini terlihat jelek?" tanya Sean mengharap pujian dari Dea.


"Tidak buruk.. " jawab Dea datar membuat Sean kecewa.


"Apa kau tidak suka dengan gaya pakaianku ini? "


"Suka kok, cuma aneh aja.. udah ayo buruan jalan" ajak Dea kemudian Sean melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Mario di rawat.

__ADS_1


__ADS_2