
Waktu sudah menjelang sore saat Sean sudah menyelesaikan ritual mandinya, ia memakai kaos rumahan warna navi dengan celana pendek warna putih selutut.
Sementara itu Dea sedang berkreasi di dapur, ia berfikir untuk memasak chicken teriyaki dengan capcay saja karena menurutnya menu itu terlihat sederhana dan tidak memakan banyak waktu mengingat ini sudah hampir petang. Sean turun kebawah karena mencium bau masakan yang menggugah selera.
"Sayang masak apa, enak banget baunya" ucap Sean begitu memasuki dapur.
"Sebentar lagi siap kok.. " jawab Dea menoleh ke arah Sean dengan rambut berantakan, Tiba-tiba Sean mendekat dan merapikan rambut nya.
"Begini lebih baik" ucap Sean sambil mengikat rambut Dea keatas membuat Dea deg degan.
"Kok jadi diem.. nanti masakannya gosong lo" ledek Sean.
"Eh iya.. " jawab Dea terlonjak dan mematikan kompornya kemudian menyajikan di meja makan.
"Kamu mau minum apa? " tanya Dea masih gugup.
"Aku mau air hangat aja" jawab Sean.
"Baiklah tunggu sebentar" Dea kedapur mengambilkan minum buat Sean.
"Kok dilihatin aja.. ayo dimakan! " ucap Dea saat kembali membawa air.
"Suapin dong.. " manja Sean.
"Kok jadi manja" ucap Dea menatap Sean.
"Mana ada manja, aku biasa disuapin sama Mama" jawab Sean.
"Emangnya aku Mama kamu" cibir Dea.
"Calon Mama dari anak-anak aku" serius Sean dengan tatapan tajamnya membuat Dea salah tingkah dibuatnya.
__ADS_1
"Apasih.. kejauhan tuh mikir kamu" decak Dea.
"Gak kejauhan kok, deketan aja" gurau Sean.
"Pak Sean yang terhormat jangan bercanda terus.. ayo habiskan makannya setelah itu akau mau pulang" ucap Dea singkat.
"Ckk..kok pulang!! "
"Kenapa? "
"Aku pingin bobok ditemenin kamu" harap Sean modus.
"Mana boleh begitu, kita bisa digerebek dan nanti akan muncul diberita halaman pertama" Dea terkekeh geli.
"Bagus dong" serius Sean.
"Kok bagus" heran Dea.
"Itu sih maunya kamu aja, ayo aa.. " Dea kembali menyiapkan makanannya sampai habis setelah itu mereka bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi. Saat ini Dea sedang duduk bersandar di sofa dan Sean tidur di pangkuannya.
"Pak, film nya aku ganti ya.. boleh gak? " tanya Dea.
"Jangan panggil Pak saat kita berdua" ucap Sean kesal.
"Terus.. " bingung Dea.
"Panggil aku sayang.. " pinta Sean.
"Ih.. kok sayang.. malu lah nanti kalau sedang dikantor" ucap Dea.
"Ya udah kalau gak mau" kesal Sean memejamkan matanya.
__ADS_1
"Mulai deh drama ngambeknya" lirih Dea dalam hati, karena kalau sudah seperti ini Sean bakalan susah dirayu nya dan itu membuat Dea pusing saja.
"Oke kamu menang, semoga ini gak terlihat aneh" batin Dea.
"Sayang.. besok boleh gak aku dateng ke kantornya telat, mau ke RS dulu jengukin Mario" ucap Dea manis demi sebuah misi.
"Apa.. katakan lagi, aku belum mendengarnya" goda Sean membuka matanya kembali karena panggilan yang sangat ingin ia dengar itu.
"Gak ah malu" tolak Dea.
"Ya udah kalau gak mau gak boleh pergi" ancam Sean.
"Kok ngancem sih.. " sungut Dea.
"Katakan sekali lagi dan besok boleh pergi bahkan aku yang akan mengantarmu nanti" janji Sean.
"Beneran..? "
"Iya sayang.. bener, ayo dong katakan dengan merdu"
"Sa.. sayang.. " sedikit malu tapi Dea tetap ucapkan.
"Apa sayang.. duh manisnya pacar aku, bobok sini ya.. " rayu Sean lagi.
"Gak ah.. takut" tolak Dea.
"Kok takut sih, banyak lo yang mau bobok sama aku" sombong Sean.
"Sayangnya aku gak minat tuh" ledek Dea.
"Awas ya kamu.. "
__ADS_1