
"Iya.. " Dea menutup ponselnya.
"Ada apa, kenapa wajahmu seperti itu? " tanya Rey.
"Bos memanggilku" jawab Dea dengan kesal.
"Pff.. " Rey menutup mulutnya menahan tawa.
"Rey.. " Dea bertambah kesal.
"Sepertinya dia tidak ingin jauh darimu De.. " ejek Rey.
"Dan sepertinya mulai saat ini aku harus siap-siap mendapat amukan darinya kalau sedang jalan denganmu" ucap Rey lagi.
"Dia tidak se posesif itu Rey" bela Dea.
"Jadi apa kalian sudah jadian? " kepo Roy.
"Gak.. kami masih saling mengenal " jelas Dea.
"Ya sudah pergilah, aku balik dulu ya.. " pamit Rey mengacak rambut Dea.
"Hati-hati Rey, maaf gak jadi makan bareng" sesal Dea.
" No problem.. lain kali saja"
Setelah kepergian Rey, Dea berjalan menuju ruangan Sean sambil menggerutu.
"Ada apa sih tuh orang, gak bisa ya lihat gue tenang sehari aja" kesal Dea.
Tok
Tok
Dea masuk begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Bosnya tapi Bos nya itu tidak ada di singgasana nya.
__ADS_1
"Kemana sih dia bikin pusing aja,tadi panggil2 disamperin malah ngilang" gerutu Dea duduk di sofa panjang.
"Apa sayang..aku gak ngilang kok, disini nungguin kamu dari tadi" Sean memeluknya dari belakang sambil berbisik di telinga Dea.
"Ih.. sayang.. sayang.. jijik tau" sungut Dea menolak pelukan Sean.
"Kok gitu, aku nyuruh kamu kesini buat sarapan bareng" ajak Sean yang mulai kesal dengan penolakan Dea.
"Tolong jaga jarak saat dikantor, aku gak mau semua karyawan curiga" mohon Dea.
"Iya deh kalau itu mau kamu, dan kamu juga harus siap dengan sikap dingin aku" jawab Sean.
"Iya, itu lebih baik" jawab Dea.
"Aku hanya ingin mengajakmu makan bareng"
"Iya, tapi jangan sering-sering memanggilku untuk urusan pribadi"
"Iya sayang.. aku akan belajar menahannya, tapi suapin aku sekarang" pinta Sean.
"Ih, manja banget" dengus Dea.
"Ish.. "
Dea pun terpaksa menyuapi Bos nya dalam keheningan, sebenarnya ia tidak siap diperlakukan beda oleh Bosnya.
"Kamu juga makan dong, kalau g niat makan kamu keluar saja" kesal Sean mengambil alih sendok di tangan Dea karena melihat gadis yang ia klaim sebagai kekasihnya itu melamun.
"Kenapa dia jadi marah-marah" batin Dea.
"Iya, ini aku makan Pak" ucap Dea merebut kembali sendoknya sambil berusaha tersenyum manis.
"Jangan memanggilku Pak saat kita sedang berdua" ucap Sean dengan tatapan menghunus
"Kau adalah atasan ku saat dikantor" jelas Dea membuat Sean mendengus kesal.
__ADS_1
"Kau begitu sangat manis ketika bersama sahabat-sahabatmu itu tetapi kenapa kau begitu jutek saat bersamaku" lirih Sean penuh rasa kesal.
"Ya ampun kenapa dia jadi diem gitu" tanya Dea dalam hati sambil menyelesaikan makannya. Sean terlihat lebih kalem tanpa kata hingga makan siang usai.
"Udah ya.. aku balik keruangan aku" ijin Dea dan Sean hanya menanggapi nya dengan anggukan singkat dan beranjak menuju meja kerjanya tanpa kata.
"Fix dia ngambek.. " batin Dea menghembuskan nafasnya. ia terpaksa keluar dari ruangan Sean dengan kebingungan nya.
Hingga sore Dea tidak mendapat kabar dari Bos nya yang biasanya cerewet itu sehingga dia memutuskan untuk menghubungi Rey agar menjemputnya.
"Tumben minta jemput gue, Bos lo gak nganterin? " tanya Rey saat Dea sudah memasuki mobilnya.
"Tau.. dia ngambek dari tadi siang" curhat Dea sambil bersandar dan menutup matanya lelah.
"Kenapa ngambek? " kepo Rey.
"Gue gak tau Rey.. tolong jangan bahas ini, gue bingung" mohon Dea.
"Oke.. kita mau makan dulu atau langsung pulang? " ucap Rey memberi penawaran.
"Terserah lo aja.. ijinin gue merem sebentar ya" lirih Dea dan Rey pun mengangguk.
Di tengah jalan tiba-tiba Rey melihat Sean di dalam mobil dengan seorang wanita.
"Bukankah itu Bos nya Dea? " tanya Rey pada dirinya sendiri.
"De bangun De.. " Rey menepuk bahu Dea.
"Apa sih Rey, gue capek pingin tidur" jawab Dea menggerutu.
"Lo lihat disana, bukankah itu Bos lo? " tanya Rey sambil menunjuk ke arah mobil Sean membuat Dea tergagap dan mengikuti arah tunjuk Rey.
"Mana..? " Dea masih bingung.
"Tuh.. sama siapa ya dia.. cantik banget, bule deh kayaknya" lirih Rey.
__ADS_1
"Tau ah.. bukan urusan gue" kesal Dea lanjut memejamkan mata tapi di batinnya terus mengumpat.
"Apaan sih dia, di kantor aja sok sayang-sayang, tapi di luar tebar pesona dimana-mana.. sialan tuh orang, awas aja besok kalau ketemu" batin Dea.