Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 16.


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Sean membersihkan dirinya dan beristirahat.


Sedangkan Dea pulang kerumah dengan muka masamnya. ia merasa hari ini adalah hari tersial di sepanjang hidupnya.


"Sial banget hari ini " keluh nya sambil berendam di bathtub untuk merilekskan pikirannya.Setelah 30 menit berendam Dea akhirnya bisa istirahat di kasur empuknya, Iseng-iseng dia melihat-lihat foto di galerinya dan saat menemukan fotonya bersama Mario matanya tidak bisa menahan air matanya.


"Gimana kabar kamu saat ini Yo.. gue kangen banget sama lo, kenapa lo blok semua akses lo dari gue, " lirihnya miris sambil memandang foto sahabat terbaiknya itu.



"Lo akan selalu ada di hati gue Yo, sampai kapanpun..gue tau lo gak bakalan setega ini sama gue kalau gak ada alasannya,gue yakin itu" desah Dea sambil mencoba memajamkan matanya.


Pagi hari Dea terbangun katena mendengar ponselnya berdering, dengan mata sedikit terpejam ia meraih benda pipihnya dan menggeser ikon hijau disana.


"Ya hallo.. " malas Dea


"De gue udah didepan rumah lo" jawab Rey.


"Rey.. kok pagi banget sih.. jam berapa ini? "


" Pagi gimana sih lo.. ini udah jam setengah 8 " teriak Rey


"Apa.. sorry gue capek banget semalem.. tunggu bentar ya, gue siap- siap dulu" Dea menutup ponselnya dan beranjak ke kamar mandi.ia lakukan ritualnya dengan cepat dan turun kebawah dengan terburu-buru.


"Non gak sarapan dulu " teriak Bibik melihat Nona mudanya berlari kecil keluar dari rumahnya.


"Gak sempet Bik, nanti sarapan di kampus aja.. Dea berangkat ya Bik" teriak Dea sambil berpamitan.


"Iya.. Hati-hati di jalan Non"


"Makasih Bik.. dah"

__ADS_1


Dea berlari kecil masuk ke mobil Rey dengan nafas memburu.


"Tumben sih lo sampek kesiangan gini" ucap Rey sambil melajukan mobilnya.


"Sorry Rey semalam gue gak bisa tidur"


"Kenapa? "


"Gue kangen sama Mario, " ucap Dea berkaca-kaca. terdengar helaan nafas dari Rey.


"De.. cobalah kita mulai hidup tanpa bayang-bayang Mario, kita suport keputusan dia dan kita juga harus yakin kalau nanti kita bisa bertemu dengan dia dalam keadaan sama- Sama sukses. " ucap Rey menyemangati sahabatnya.


"Iya kamu benar, sebulan lagi kita bakalan wisuda dan memulai karier kita" ucap Dea bersemangat


"Yaudah jangan sedih dong.. gue dan Leo akan selalu ada buat lo"


"Makasih, kalian memang sahabat- sahabat terbaik gue" senyum Dea pun mulai terbit.


"Ponsel lo baru De.. ciee.. " goda Rey


"Ini gara-gara cowok yang bikin gue kesel seharian kemarin" sungut Dea


"Cowok yang bikin lo kesel seharian.. kok gue gak tau, siapa? " tanya Rey menggaruk dagu nya bingung.


"Cowok yang nabrak gue 2 kali sampek ponsel gue pecah, lihat mukanya aja ih..udah datar sombong pula.. males banget gue lihatnya" curhat Dea dengan kekesalannya.


"Oh ya.. ganteng gak? " tanya Rey menaik turunkan alisnya pada Dea.


"Apaan sih lo.. udah sampai ayo ah cabut" Dea keluar sambil marah2 dan Rey pun tertawa geli melihatnya. Dea berjalan meninggalkan Rey yang sedang memarkirkan mobilnya.


"De.. tungguin dong, cepet banget jalannya hari ini kan gak ada kelas cuma pengumuman aja"

__ADS_1


"Iya gue tau tapi gue ada janji dengan Pak Rektor pagi ini" jelas Dea buru-buru pergi.


"Ok deh kalau gitu gue ke kantin ya, Leo udah nungguin " pamit Rey


"Iya.. bye"


Dea berjalan menuju ruang Rektor karena semalam sudah dihubungi untuk menghadap pagi ini.


tok


tok


"Masuk" terdengar suara dari dalam


"Permisi Pak, Bapak memanggil saya" hormat Dea


"Iya benar, silahkan duduk" ucap Rektornya


"Terima kasih Pak"


"Begini Dea maksud saya memanggil kamu kesini adalah untuk memberi kabar gembira bahwa karena kemenangan kalian pada pameran kemarin maka kami pihak kampus memutuskan merekomendasikan kalian untuk memulai karier kalian di perusahaan iklan terbesar di kota ini,kalian bisa memulai karier kalian setelah wisuda nanti"senyum Pak Rektor


"Benarkah Pak" Dea terlonjak kaget menerima kabar tersebut.


"Iya benar, kalian berlima akan bekerja disana mulai bulan depan, selamat ya" ucap Rektor menjabat tangan Dea sebagai ucapan selamat.


"Terima kasih Pak.. saya permisi" pamit Dea tersenyum senang


"Sama-sama.. silahkan. " Dea keluar ruangan berjingkat senang.


"yesss.. "

__ADS_1


__ADS_2