Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 28


__ADS_3

"Apa..? "Dea menatap Bosnya


" Bagaimana.. apa kita akan berbagi sofa saja malam ini.. " goda Sean dengan senyum semirknya.


"Dasar mesum" ketus Dea sambil beranjak ke tempat tidur. Sean mendengar gerutuan dibalik selimut dan membuatnya tertawa geli.


"Sepertinya hariku kedepan akan semakin menyenangkan" lirih Sean dalam hati dan mencoba memejamkan matanya.


Pagi hari Dea mengerjapkan matanya dikagetkan suara dari ponselnya, terlihat nama Rey disana. Dea membuka matanya dengan malas dan menggeser tombol hijaunya.


"Ya Rey.. " jawab Dea


"Lo dimana De..? "


"Gue di jogja" jawab Dea singkat.


"Lo udah ketemu Mario kan? "


"Iya.. Dan gue kesel sama lo! "


"Kok kesel sama gue sih.. kenapa? " tanya Rey penasaran


"Karena selama ini ternyata kalian sudah bersekongkol" kesal Dea


"Apa an.. gak ada kayak gitu De" jelas Rey membuat pembelaan.

__ADS_1


"Kalian bener-bener kompak.. bagus"


"Ha.. ha.. " Rey tertawa renyah disebrang sana.


"Sekarang Mario kemana? "


"Gak tau.. udah balik kali dia, udah ah gue tutup telponnya mau mandi Rey.. pagi-pagi udah gangguin orang aja lo" kesel Dea mematikan ponselnya. Dea nyelonong aja masuk ke kamar mandi setelah meletakkan ponselnya di ranjang.


"Aaww.. Ya ampun maaf Pak" Dea kaget melihat Sean berada dikamar mandi tanpa memakai apapun, ia bergegas menutup pintunya kembali.


"Ya ampun Dea oon banget sih lo, jadi malu kan kalau kayak gini..mau di taruh dimana muka lo " omel Dea pada dirinya sendiri. Sedangkan Sean di dalam kamar mandi tertawa dalam hati.


"Dasar gadis ceroboh" umpatnya, tiba-tiba ia mendapatkan ide gila di kepalanya. Sean berteriak memanggil Dea dari dalam kamar mandi.


Dea yang mendengar panggilan Bos nya mendekat dan menyahut. " Iya Pak.. apa anda butuh bantuan" jawab Dea menggigit bibirnya.


"Tolong ambilkan handuk dong" teriak Sean dari dalam.


"Bukankah di kamar mandi sudah tersedia ya Pak? " tanya Dea


"Tadinya ada tapi tidak sengaja jatuh, jadi tolong ambil kan yang lain ya" mohon Sean.


"Sebentar Pak" Dea berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk yang di minta Bosnya dengan masih dipenuhi tanda tanya di benaknya, setelah mendapatkannya ia berjalan dan mengetuk kamar mandi.


"tok.. tok.. ini Pak handuknya" lirih Dea.

__ADS_1


"Mendekatlah" pinta Sean sambil mengulurkan tangan kanannya. Saat Dea mendekat dan memberikan handuknya tiba-tiba Sean menarik tangannya masuk ke kamar mandi.


"Aaww.. ya ampun" pekik Kiran menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sean mengungkungnya di belakang pintu kamar mandi, perlahan Dea membuka sedikit telapak tangannya dan melihat wajah Sean tepat di depan wajahnya membuatnya terlonjak kaget. Dea terpesona melihat wajah Bos nya dengan rambut sedikit basah membuatnya terlihat ****.


" Ya ampun jantungku" batin Dea


"Apa kau sudah puas melihatku" goda Sean


Dea tergagap mendengar godaan Sean dan mendorong tubuh Bos nya yang bertelanjang dada itu.


"Dasar gila" kesal Dea berlalu pergi


"Benar-benar pagi yang sangat buruk" rutuk Dea membuka kulkas dan meminum air dingin untuk menstabilkan debaran jantungnya. Sedangkan Sean keluar dari kamar mandi dengan tawa riangnya. Pagi itu mereka meninjau anak cabang perusahaannya memenuhi permintaan ayahnya. Mereka berada disana hingga waktu makan siang terlewati, sebelum pulang Sean bertanya kepada Dea.


"Apa kau ingin makan dulu sebelum kembali ke hotel? " tanya Sean


"Tidak, saya makan di hotel saja" jawab Kiran datar.


"Baiklah terserah padamu, tapi aku lapar! " ucap Sean sambil menghentikan mobilnya di sebuah Resto tidak jauh dari hotelnya membuat Dea semakin kesal.


"Apa kau benar-benar tidak ikut masuk? " tawar Sean.


"Tidak," jawab Dea ketus sebelum ia melihat sesosok laki-laki mencurigakan berbaju hitam duduk diatas motor. Saat Sean akan menutup pintu mobilnya Dea berteriak.


"Saya ikut" ucap Dea membuat Sean tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2