
Tepat jam 7 malam sesuai janji Sean sudah menjemput Dea di rumahnya, ia segera menghubungi Dea saat sudah tiba di depan rumahnya.
"Aku sudah di depan, cepat keluar" perintah Sean kepada Dea.
Sedangkan Dea yang sedari pulang kerja uring-uringan karena Sean sudah berbuat semaunya padanya bertambah dongkol saat laki-laki menghubunginya dan menutupnya sepihak.
"Ih.. ngeselin banget tuh cowok" kesel Dea membanting ponselnya ke sofa, tidak ada pilihan lain Dea segera keluar dan menghampiri Bosnya.
"Cepat masuk kita ke butik dulu" perintah Sean datar. tanpa menjawab Dea membuka pintu mobil belakang dan masuk begitu saja membuat Sean geram.
"Duduk depan, aku bukan supirmu" peringatan Sean tajam.
"Ck.. " Dea mencebik dan melompat begitu saja dari sela kursi samping kemudi membuat Sean terlonjak.
"Dasar cewek barbar" ejek nya
"Masa bodoh, buruan" cuek Dea kesel.
Tanpa mau berdebat Sean melajukan mobilnya dan berhenti di salah satu butik ternama, mereka masuk disambut oleh seseorang yang sudah sudah Sean kenal sebelumnya.
"Sean bagaimana kabarmu? " sapa seorang wanita cantik sambil cipika cipiki pada Sean.
"Baik, bagaimana denganmu? " tanya Sean balik.
__ADS_1
"Aku baik Sean, tumben kamu kemari.. ada angin apa? " tanya wanita cantik itu sambil melirik Dea.
"Ngomong-ngomong dia siapa" kepo Wanita itu berbisik.
"Viona aku ingin kau membuatnya tampil memukau malam ini" pinta Sean.
"Itu mudah, serahkan padaku Sean..ayo sayang.." ucap Viona sambil mengajak Dea masuk ke sebuah ruangan dan Sean menunggunya di sebuah sofa sambil memainkan ponselnya. 1jam kemudia Dea keluar bak bidadari syurga membuat Sean tercengang.
"Bagaimana Sean? " tanya Viona.
Sean tidak bisa berkata-kata, ia menatap Dea tanpa berkedip membuat Dea jadi salah tingkah.
"Sean.. kau terpukau ya" ejek Viona terkekeh geli membuat Sean tersadar dan mengalihkan pembicaraan.
"Terima kasih Viona.. nanti aku transfer" ucapnya kemudia.
"Sama-sama, selamat bersenang-senang ya.. dah" jawab Viona diangguk i oleh Sean.
Diperjalanan Sean mewanti-wanti Dea agar bisa membawa diri sebagai pasangannya.
"Ingat kau adalah pasanganku, bersikaplah selayaknya pasangan dan ubah panggilanmu padaku" perintah Sean.
__ADS_1
"Baik Pak.. " jawab Dea lirih membuat Sean menatap tajam.
"Baru saja aku peringatkan kau masih melakukan kesalahan, panggil aku sayang mulai sekarang biar kau terbiasa" teriaknya gemas.
"Apa.. aku tidak mau" tolak Dea.
"Tidak ada penolakan"
"Anda tida bisa mengancamku"
"Aku bisa melakukan apapun, seharusnya kau bangga bisa menjadi kekasihku meskipun itu cuma pura-pura, diluar sana banyak gadis yang menyerahkan dirinya dengan sukarela padaku"sombong Adit
" Tapi aku tidak, kenapa anda tidak meminta gadis-gadis diluar sana itu yang katanya dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk menemani anda ke pesta ini.. aku yakin mereka akan dengan senang hati menyerahkan dirinya sesuai kata anda, kenapa anda malah mengajakku untuk..? " kesal Kiran tanpa jeda membuat Sean gemas dan menepi menghentikan mobilnya lalu membungkam mulut Dea yang nyerocos tiada henti membuat mata Dea membola seketika.
"Kau sangat cerewet" gemas Sean.
Dea diam seribu bahasa mendapatkan serangan mendadak dari Bosnya.
"Kenapa kau selalu menolak ku..kenapa kau tidak pernah menurut padaku..katakan? "tanya Sean sengit membuat Dea tidak bisa berkat-kata dan Sean kembali mendekatkan bibirnya, kali ini bukan hanya ciuman tapi ******* yang semakin lama semakin menuntut. Sean menghentikan aksi nya saat Dea sudah kehabisan nafasnya.
" Apa kau bisa diam dan menurut untuk malam ini? " sendu Sean menahan gejolak di hatinya membuat Dea mengangguk tanpa kata.
"Ya ampun apa itu tadi dia mencium ku, itu ciuman pertamaku" tanya Dea dalam hati dengan kesal, Tidak ada obrolan berharga sampai mereka tiba di lokasi.
__ADS_1
"Ayo turun.. berlaku sesuai perintah ku dan jangan bikin malu" Sean memperingatkan.
"Iya.. " jawab Dea singkat.