Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 88.


__ADS_3

Sean menyorot tajam pada Ken membuat Ken mengerti apa yang terjadi.


"Hari ini ada meeting dengan para sponsor Bu Bos jadi Viona harus ikut" jelas Ken takut-takut melihat lirikan tajam Bu Bosnya.


"Kalau gitu aku ikut.. !" seloroh Dea no debat.


"Tadi katanya males.. gimana sih" ejek Sean.


"Jadi kamu mau berdua-dua an dengan Viona gitu! " sungut Dea.


"Kan ada Ken sayang.. " jawab Sean menahan tawa.


"Ih si Bos, kalau sama pawangnya aka manis banget" celetuk Ken mendapat sorotan tajam dari kedua pasangan itu.


"Sorry canda.. serem amat" ucap Ken melipir keluar ruangan.


"Oke kamu ikut, kamu siap-siap aja setengah jam lagi kita berangkat " ucap Sean duduk membuka laptopnya. Dea hanya masih kesal duduk di sofa sambil memainkan gawainya saat tiba-tiba pintu terbuka tanpa permisi.


"Pagi Sean, apa hari ini meeting dengan para sponsornya" tanya Viona nyelonong masuk dan duduk dimeja tepat di samping Sean tanpak tidak sopan memunggungi Dea yang sedang duduk di sofa membuat Dea syok plus merengut jengkel.


"Viona ini kantor tolong jaga tata krama kamu" ucap Sean tegas.


"Tapi.. " elak Viona.


"Duduk dengan sopan, kita tidak cuma berdua" ucap Sean melirik istrinya panik membuat Viona ikutan menoleh.

__ADS_1


"Kau.. sejak kapan disini dan untuk apa? " tanya Viona kaget.


"Viona dia.. " ucapan Sean terjeda karena Dea sudah menyela.


"Saya bekerja disini, dan saya adalah sekretaris Pak Sean, jadi sangat wajar kalau saya berada disini" jujur Dea tanpa ingin memperpanjang kata.


"Viona sebentar lagi kita berangkat, jadi tolong tunggu diluar karena aku dan Dea masih harus bersiap-siap" usir Sean sembari berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Kamu ngusir aku.." kesal Viona.


"Silahkan keluar.. " perintah Sean membuat Viona kesal dan keluar dengan menahan amarahnya.


Sean menutup pintu nya dengan perasaan entah takut kalau istrinya salah paham lagi. saat berbalik Sean sudah siaga satu mendapat tatapan tajam penuh tanda tanya dari istrinya.


"Emmm sayang.. " lirih Sean tercekat.


"Kok gitu..sayang kita dah nikah lo, masak iya belum percaya" rengek Sean mendekati istrinya.


"Tauk ah.. aku butuh bukti bukan cuma ngomong" sungut Dea membuat Sen memijat pelipisnya sampai terdengar ketukan pintu.


"Siapa..? " teriak Sean.


"Sudah saatnya berangkat Bos" jawab Ken dari luar pintu.


"5 menit lagi saya keluar Ken, kamu tunggu di lobby" ucap Sean menginterupsi.

__ADS_1


"Siap Bos" jawab Ken singkat.


"Ayo sayang katanya ikut" ajak Sean mengulurkan tangan pada istrinya.


"Dimana sih rapatnya? " tanya Dea menyambut tangan Sean masih dalam keadaan kesal.


Mereka berdua turun menuju lobby dan sudah ditunggu oleh Ken dan Viona disana.


"Ken kamu berangkat bareng Viona" perintah Sean membuat Dea tersenyum penuh kemenangan menatap Viona.


"Siap Bos.. ayo Vi masuk" ajak Ken pada Viona yang cemberut.


"Ayo sayang.. " ajak Sean membukakan pintu untuk istrinya.


"Kok diem aja sih, perasaan tadi cerewet banget deh" ejek Sean melirik istrinya yang sedang mode ngambek.


"Lagi males ngomong" ketus Dea.


"Ya udah deh gak usah ngomong" jawab Sean meraih tangan Dea dan mengecupnya singkat membuat Dea menyorot tajam.


"Ih kok serem banget tatapannya, kita mau meeting lo..kasih semangat dong, masak di cemberutin" sendu Sean.


"Tau, masih kesel aku" keluh Dea.


"Maaf kalau bikin kamu kesel" lirih Sean membuat Dea gak tega dan akhirnya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Gitu kan cantik.. " celetuk Sean.


__ADS_2