
Pagi itu Dea bangun dengan malas, ia benar- benar malas berangkat bekerja meskipun ini adalah hari pertamanya. Saat sedang bersiap tiba-tiba ponselnya berdering.
"Ya hallo" jawab Dea.
"De.. bagaimana interview nya kemarin" tanya Rey bersemangat.
"Diterima Rey" ucapnya malas
"Bagus dong..kenapa kamu malah bersedih"
"Entahlah aku jadi tidak bersemangat lagi" keluh nya.
"Kapan mulai kerja? "
" Hari ini Rey"
"Apa perlu aku antar? "
"Boleh, kamu gak repot hari ini? "
"spesial buat kamu hari ini"
"Terima kasih sahabat terbaikku"
"Ih lebay deh"
gue siap-siap dulu Rey"
"Oke.. setengah jam lagi gue sampai"
"Baiklah"
Setelah bersiap Dea segera turun ke meja makan.
" Bi Mama sama Papa udah berangkat ya? " tanya Dea sambil menyiapkan sarapannya.
__ADS_1
"Sudah dari jam 4 subuh Non, mau bangunin Non gak tega katanya semalam sudah pamit sama Non"jawab Bibi dari dapur.
" Iya udah kok Bik, semalam Papa sama Mama udah pamit ke Dea. " Selang beberapa menit terdengar bunyi bel dari luar.
"Bi tolong bukain pintu ya, mungkin itu Rey"
"Siap Non" Bibik berjalan ke arah pintu.
"Eh Den Rey, silahkan masuk Den.. Non Dea lagi sarapan"
"Makasih Bik" jawab Rey ngeloyor masuk ke meja makan.
"Rey kamu udah sarapan belum? " tanya Dea saat melihat Rey masuk.
"Udah tadi, yuk buruan berangkat" ajak Rey
"Iya sebentar lagi selesai kok" santai Dea sambil melihat Rey yang sudah duduk disebelahnya.
"Udah ayo berangkat" ajak Dea, dan mereka pun berangkat. Sesampainya di mobil Rey membuka obrolan ringan.
" Kok gak semangat gitu? "ucap Rey
" Siapa"tanya Rey penasaran
"Cowok yang selalu bikin sial gue Rey, ternyata dia adalah CEO di tempat kerja gue" kesal Dea lagi
"Kan gue udah pernah bilang Sean Alexander adalah CEO di perusahaan itu"
"Gue udah terlanjur benci sama dia, ini malah jadi Bos gue"
"Ati-ati nanti jatuh cinta lo" ledek Rey
"Ih.. amit-amit deh Doa lo Rey"Dea bergidik ngeri
" Gak apa-apa De dia ganteng, mapan,tajir dan lagi lo bakal cepet nikah dan ketemu sama Mario" Rey terkekeh.
__ADS_1
"Gue jadi kangen sama dia, masak iya dia gak kangen sama gue " lirih Dea sendu.
"Dia kangen banget sama lo De, bahkan dia selalu nanyain lo ke gue" batin Rey
"Udah.. makanya buruan lo nikah biar Mario bisa cepet pulang nemuin kita" Rey terkekeh
"Apaan sih lo, baru aja kerja udah disuruh nikah aja" sungut Dea
Tidak ada obrolan penting diperjalanan hanya saja Dea berkeluh kesah kenapa Mario tidak mau menghubunginya hingga mereka sampai di depan kantor.
"Udah sampai aja nih" ucap Rey
"Makasih ya Rey, lo mau kemana hari ini? "
"Gue mau registrasi ke kampus entar siang dikit"
"Oh.. ya udah sukses ta, bye" pamit Dea pada Leo
"Ok.. gue langsung balik" jawab Rey melambaikan tangannya dan melajukan mobilnya. Ditengah jalan ponsel Rey berdering dan terlihat nama Mario disana.
"Hallo Yo.. gimana kabar lo? "
"Gue baik Rey" jawab Mario dari sebrang
"Lo udah lulus juga kan? "
"Iya, ini gue kuliah lagi"
"Lo gak ingin pulang Yo.. gak kangen nih sama kita? "
"Gue kangen sama kalian, tapi gue belum bisa pulang.. gimana kabar Dea"
'Dia udah kerja di perusahaan periklanan"
"Gue senang mendengarnya Rey, tolong jagain dia.. " pinta Mario sendu
__ADS_1
"Lo gak usah khawatir Yo.. dia juga sahabat gue" jawab Rey
"Iya gue tau itu..gue percaya sama lo" lirih Mario