Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 70.


__ADS_3

Dea menaiki mobilnya dengan tangis tiada henti, ia merasa Sean benar-benar menghianati nya.


"Pantas saja kamu gak pernah hubungin aku, ternyata sudah ada orang lain yang menghiburmu" kesal Dea memukul gagang setirnya.


"Apa kau tau bagaimana perasaan aku saat kau jauh dariku, dan bagaimana aku selalu mengingatmu sepanjang hari berharap kau akan datang di hadapanku" ucap Dea terisak seorang diri, hingga tiba-tiba tanpa ia sadari ada seorang anak yang sedang menyebrang di depan mobilnya dan..


"Citttt.. " ia mengerem tiba-tiba dan keluar melihat keadaan anak itu.


"Apa kamu gak apa-apa sayang.. maafkan Kakak ya.. " ucap merasa bersalah.


"Iya Kak.. aku gak apa-apa kok" jawab anak kecil itu.


"Kamu hati-hati ya.. " pamit Dea dan masuk lagi ke dalam mobilnya.


"Ini semua karena kamu" Dea menarik nafasnya dalam.


"Sepertinya aku tidak mau menyetir sendiri disaat seperti ini" keluh Dea dan akhirnya ia memutuskan menghubungi Ray.


"Ada apa denganmu De.. kelihatannya kamu sedang tidak baik-baik saja" tanya Ray saat melajukan mobilnya.


"Dia benar-benar udah menghianatiku Ray " curhat Dea sesenggukan.


"Ada apa, ayo ceritakan padaku" desak Ray dan akhirnya Dea pun menceritakan semuanya.


"Hmmm.. " Ray menarik nafasnya panjang.


"Kalian sungguh pasangan yang lucu" lirih Ray.


" Kenapa kau malah mengejekku" sendu Ray.


"Iya karena kalian selalu mengambil keputusan sepihak tanpa tanya pada pasangan kalian apa yang sebenarnya terjadi" ucap Ray.


"Tapi yang aku lihat itu.. " elak Dea.


"Coba besok kau tanyakan padanya dulu, minta penjelasan hubungan kalian" Ray mencoba menengahi.


"Aku sudah malas ketemu dengannya lagi" sebal lagi.

__ADS_1


"Terus apa kau mau berhenti kerja di kantornya begitu? " tanya Ray memperingatkan.


"Ya.. gak juga sih, bekerja disana adalah impianku" tegas Dea.


" Kalau begitu bagaimana kamu bekerja kalau hubunganmu dengan Bosmu tidak baik-baik saja" bujuk Ray memberi solusi.


"Udah ah.. jangan belain dia, lihat besok aja" ucap Dea cemberut.


"Sekarang kita mau kemana? " tanya Ray.


"Pulang.. " jawab Dea.


"Kamu gak kerja hari ini? " tanya Ray lagi.


"Gak.. masih malas ketemu dia" sungut Dea.


"Ok, baiklah" ucap Ray mengalah.


*****


Sementara itu Sean yang sudah berada berada di kantornya tidak menemukan keberadaan Dea menjadi uring-uringan seharian.


"Apa dia tidak masuk Ken? " tanya Sean.


"Sepertinya dia benar-benar marah padamu Bos" ejek Ken.


" Kau jangan membuatku semakin kesal Ken" sungut Sean.



Aku benar-benar bingung menyikapi ini" curhat Sean sendu.


" Sudahlah Bos, mungkin Nona masih butuh waktu saja" jawab Ken menenangkan.


"Bagaimana kalau dia mengajukan resign Ken" takut Sean.


"Itu tidak mungkin Bos, paling tidak dia pasti akan datang ke kantor dulu" jawab Ken.

__ADS_1


"Semoga saja masih ada kesempatan untukku Ken"


"Pasti Bos, Nona sangat mencintai anda.. saat ini dia hanya sedang kesal saja" ucap Ken.


*****


Malam harinya Sean mencoba datang ke rumah Dea untuk meminta maaf, Sean memencet bel rumah Dea dengan harap- harap cemas.


"Malam Bik" sapa Sean melihat seorang wanita paruh baya membukakan pintu.


"Malam Den.. mau cari siapa? " tanya Bibik.


"Dea nya ada gak Bik? " tanya Sean lagi.


"Ada Den dikamar" jawab Bibik ramah.


"Bisa ketemu sebentar, bilang aja temannya datang" info Sean.


"Silahkan masuk Den, biar saya panggilkan" ucap Bibik membuka pintu dan mempersilahkan Sean masuk setelah itu naik ke kamar Nona mudanya.


Tok..


Tok..


" Iya Bik.. ada apa" teriak Dea dari dalam.


"Non ada tamu yang nyari in Non.. " jawab Bibik.


"Siapa Bik? " tanya Dea membuka pintu kamarnya.


"Gak tau Non.. orangnya baik.. ganteng Non" ucap Bibik menahan tawanya membuat Dea menggaruk kepalanya.


"Siapa sih.. ya udah Bik makasih ya dan tolong buatkan minum" perintah Dea.


"Siap Non.. " jawab Bibik.


Dea turun kebawah dengan rasa penasaran siapa gerangan orang yang mencarinya.

__ADS_1


"Ehmmm.. " Dea berdehem membuat seseorang yang sedang duduk di ruang tamu menoleh kearahnya.


"Kau.. "


__ADS_2