
Dea berlari menuju kantin menemui sahabat2 nya.
"Seneng banget kayaknya " ledek Leo pada Dea yang duduk disebelahnya dengan muka berseri-seri.
"Kamu gak apa-apa De.. tadi aja lemes banget pas berangkat, " sahut Rey
Dea nyengir kuda menatap Rey ingat saat mellow tadi pagi.
"Tadi kan lagi kangen aja sama Mario Rey, kata lo kita harus berusaha hidup tanpa bayang-bayang dia, ya ini gue lagi berusaha tau gak" jawabnya asal.
"Tapi jangan kayak orang gila juga De senyum-senyum ga jelas" Leo terkekeh.
"Gak lah.. gue kayak gini karena barusan dapat kabar dari Pak Rektor kalau gue direkomendasikan ke perusahan periklanan ternama" semangat Dea.
"Oh ya.. seneng dong, perusahaan yang mana? " kepo Leo.
"MAG(Mahendra Advertising Grup) " santai Dea
"wow.. " teriak Leo dan Rey bersama.
"Bukankah itu perusahan besar" ucap Leo
"Iya CEO nya yang kemarin kasih hadiah ke lo diatas panggung itu" sahut Rey
"SEAN ALEXANDER MAHENDRA"
Dea langsung tersedak mendengar penjelasan dari sahabat-sahabatnya itu.
"Pelan-pelen De.."
"Apa.. OMG kenapa aku selalu berurusan dengan dia bahkan dalam hal pekerjaan" batin Dea
"Lo kenapa sih De jadi bengong gitu"
"Gak apa-apa gue hanya kaget aja kalau ternyata dia CEO di perusahaan besar itu"
"Memangnya kenapa.. dia ganteng kok" goda Rey
"Ih.. apa sih lo, udah ah gue laper" ucap Dea mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
****
Pagi itu Dea datang ke kampusnya dengan pakaian yang berbeda, kini dia memakai kebaya berwarna salm dan rambut tersanggul rapi membuat penampilannya semakin memukau. Ya karena hari ini adalah hari wisudanya.Semua mata tertuju padanya saat ia memasuki aula tempat acara itu dilaksanakan.
Hari ini Dea datang bersama Mama dan Papanya, mereka sengaja pulang khusus untuk mendatangi wisuda putri kesayangannya itu, apalagi dia dinobatkan sebagai masiswi terbaik di Fakultas nya.
"Selamat ya sayang kamu lulus dengan nilai terbaik" ucap Mamanya bangga sambil memeluk Dea.
"Makasih Ma.. makasih Pa udah dateng ke acara wisuda Dea.
" Iya sayang.. "
"Kak Andre gak dateng ya Ma" tanya Dea clingak clinguk.
"Nanti dia bakal langsung nyusul kerumah, Kak Ayu habis melahirkan jadi belum bisa di tinggal" jelas Mama.
"Benarkah.. wah aku udah punya keponakan dong" ceria Dea.
"Dea.. " teriak Rey dan Leo ke arahnya.
Hallo Om.. hallo tante" sapa Leo dan Rey salim pada orang tua Dea.
"Baik Om" jawab mereka bersama.
"Ya udah De Mama dan Papa pulang dulu ya" pamit orang tua Dea.
"Iya Pa.. Dea nanti pulangnya bareng mereka ya" ijin Dea yang di angguk i Papa Mama nya, Setelah kepergian orangtuanya Dea kembali mengucapkan selamat pada sahabat2 nya.
"Hai..Selamat ya buat Kalian berdua" Dea memeluk sahabatnya penuh haru.
"Kamu juga De, gak nyangka kita bisa sampai di titik ini" sahut Rey membuat Dea tiba-tiba bersedih.
" Kenapa lagi kamu De.. jangan bilang kamu kangen Mario lagi" ledek Leo
"Iya, seharusnya dia juga ada disini bareng kita kan.. " Dea sudah tidak bisa membendung air matanya. dan tiba-tiba Rey menyerahkan sesuatu pada Dea.
"Nih.. sebagai obat kangen kamu"
"Apa ini Rey" tanya Dea penasaran.
__ADS_1
"Buka aja"
Dea membuka kotak itu dan melihat ada boneka wisuda kecil bertuliskan nama Dea disitu dengan notes kecil.
"HAPPY GRADUATION"
"Selamat ya De kamu udah menjadi mahasiswi terbaik di Fakultas kamu, tetap semangat jalani hari-hari kamu meskipun itu tanpa aku.
YOU ARE THE BEST.
Dea tidak bisa menahan air matanya dan memeluk boneka itu.ia tidak menyangka setelah sekian tahun akhirnya bisa merasakan kehadiran sahabat terbaiknya itu.
" Apa dia datang Rey" tanya Dea bersemangat tapi Rey menggelengkan kepalanya. Ada sedikit kekecewaan dihati Dea.
"Kemarin Bibik yang mengantarkan ini ke rumah gue, kata Bibik Mario titip salam buat kita semua dan dia nanti bakalan dateng kalau lo udah nikah" canda Rey terkekeh.
"Dia jahat Rey.. "Dea menangis dipekukan Rey.
" Udah lah De semangat dong.. besok kan udah mulai kerja, dan buruan cepat nikah biar bisa ketemu sama Mario "ledek Rey lagi
" Apa sih kamu" tangis Dea semakin menjadi dengan memukul-mukul dada Rey.
Hari itu mereka merayakan hari kelulusan mereka dengan suka cita sekaligus perpisahan dengan Leo yang mau melanjutkan study nya ke Jerman.
"Kalau lo pergi kita tinggal berdua dong " ucap Dea pada Leo sendu.
"Kan kita masih bisa VC an De"
"Oh iya ya.. jangan ngilang mendadak,gue takut lo tiba-tiba blok akses kita juga kayak Mario" canda Dea membuat Rey tersedak.
"Kenapa Rey, pelan-pelan dong" ucap Dea
"Lo jadi mau kerja di perusahan itu De? " tanya Leo.
"Kayaknya jadi, besok gue mau interview.. lo mau kan anterin gue Rey? "
"Jam berapa De? siang gue ada wawancara lagi sama band gue" ucap Rey sambil mengunyah makanannya.
"Oh gitu.. ya udah gue nebeng berangkatnya aja "
__ADS_1
"Ok..