Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 89.


__ADS_3

Selama perjalanan Dea berusaha untuk menahan diri agar tidak membuat mood Sean terusik, ia tetap menata hatinya karena harus bersama mantan dari suaminya itu.


"Apa kamu merasa tidak nyaman? " tanya Sean menatap Istrinya sebelum turun ke tempat meeting.


"Aku baik-baik saja" jawab Dea mencoba tersenyum.


"Tolong percaya padaku ya.. " mohon Sean menggenggam tangan Dea.


"Aku percaya padamu tapi tidak padanya" jawab Dea datar membuat Sean menghela nafas panjang.


"Baiklah ayo kita turun" ajak Sean menggandeng istrinya menuju tempat meeting.


Meeting berjalan selama kurang lebih 2 jam hingga memperoleh kesepakatan, setelah itu Dea dan Sean berniat menikmati santap siang bersama.


"Boleh aku ikut bergabung makan siang Sean" tanya Viona tiba-tiba membuat Sean melirik ke arah Ken, Ken faham apa yang harus dilakukan.


"Maaf Nona Viona anda sudah Ditunggu untuk memulai syuting" ucap Ken pada Viona.


"Benarkah.. bukannya syutingnya dimulai besok ya? " tanya Viona ragu.


"Iya.. tapi katanya lebih cepat lebih baik, mari Nona" jawab Ken mencari alasan membuat Viona berdecak kesal dan dengan berat hati mengikuti Ken.


"Sementara itu Dea dan Sean yang sedang makan siang tiba-tiba di datangi seseorang.


" Dea.. bagaimana kabarmu sayang? "sapa seorang wanita yang tidak lain adalah Mama dari sahabatnya.

__ADS_1


" Mama.. kabar Dea baik Ma, Mama gimana? " tanya Dea balik terlonjak senang.


" Baik sayang.. ini..? " jawab Mama sambil menunjuk siapa gerangan laki-laki yang sedang bersama Dea.


"Dia Sean, suami aku Ma" jawab Dea tersenyum manis.


"Benarkah, maaf Mama tidak datang saat pernikahan kamu, waktu itu Mama sedang ada kesibukan tapi Mario datang kan? " tanya Mama.


"Iya Ma, bagaimana kabarnya sekarang? " tanya Dea.


"Masih menjalani terapi, tapi sudah 90% sih" jawab Mama.


"Alhamdulillah.. kabar yang baik Ma, kapan dia akan tinggal disini, Dea kangen sama dia Ma" sendu Dea.


"Mungkin beberapa bulan lagi sayang" ucap Mama.


"Siap Tante, Hati-hati dijalan" jawab Sean tersenyum ramah.


Setelah kepergian Mama Dea dirundung kesedihan lagi, ia merasa sangat merindukan sahabat-sahabat masa kecilnya yang telah lama tidak berjumpa.


"Kamu kenapa jadi sedih gitu" tanya Sean melihat Istrinya murung.


"Aku kangen sama sahabat aku, emm Bos boleh gak kalau kita ke Amrik? " lirih Dea takut-takut.


"Amrik.. mau apa disana? " tanya Sean.

__ADS_1


"Aku pingin ketemu sama Mario" rengek Dea membuat Sean terdiam.


"Boleh sih, tapi ada syaratnya! " ucap Sean licik.


"Apa.. wajah kamu bikin aku khawatir" celetuk Dea.


"Kita sekalian bulan madu disana.. gimana? " lontar Sean.


"Bulan madu, tapi aku masih dapet Yang.. " sendu Dea.


"Ya udah sabar dulu, tunggu sembuh nanti kamu bisa kesana sesukamu" janji Sean.


"Benar ya..! "


"Iya.. tapi janji dulu kalau kamu harus tetap prioritas in aku" pinta Sean.


"Iya.. bawel ih kayak mak- mak komplek" ledek Dea.


Setelah makan siang tadinya Dea dan Sean berniat untuk kembali ke kantor karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus Sean selesaikan. Tapi ditengah jalan Dea mendadak ingin pulang saja karena kepalanya tiba-tiba pusing.


"Kamu kenapa? " tanya Sean.


"Gak tau tiba-tiba aja pusing" jawab Dea menyandarkan Kepalanya.


"Masak hamil sih, kan belum diapa-apain" canda Sean membuat Dea menyorot tajam dan Sean pun terkekeh geli.

__ADS_1


"Ih horor banget natap nya" goda Sean lagi.


"Apa sih Yang.. bisa serius gak" kesal Dea.


__ADS_2