
"Kenapa belum tidur.. " tanya Dea lagi.
"Aku tidak bisa tidur" sendu Sean.
"Kok bisa, kamu sakit? " tanya Dea memegang kening Sean.
" Ish apaan sih.. aku gak sakit sayang" kesal Sean menarik tangan Dea dari keningnya.
"Terus kenapa dong? "
"Aku ingin tidur bersamamu, aku kangen sama Mama" sendu Sean.
"alasan aja kamu" sebal Dea beranjak ke dapur mengambil minum dan masuk kembali kedalam kamar diikuti oleh Sean.
"Eh.. kok ngikut" tatap Dea tajam duduk bersandar di ranjang, tanpa aba-aba Sean langsung merebah dipangkuan Dea.
"Pindah gak.. balik ke kamar kamu " ucap Dea.
"Gak mau, janji hanya sebatas ini sayang" ngeyel Sean mulai memejamkan matanya membuat Dea mendengus kesal tapi tidak bisa menolak.
Malam itu mereka tidur seranjang tanpa melakukan apapun, entah mengapa setelah drama penolakan dari Dea dan sifat Sean yang ngeyelan membuat keduanya jadi saling membutuhkan. Dea mengerjapkan matanya dikala subuh menggema.
"Ya ampun jam berapa ini, cepat banget malam pergi" lirih Dea dalam hati beranjak ke kamar mandi meninggalkan Sean yang masih asyik dengan mimpinya. Setelah bebersih Dea hendak membangunkan Sean tapi ternyata Pria itu sudah terjaga dan duduk bersandar di ranjang.
"Eh kamu dah bangun" tanya Dea.
__ADS_1
"Kamu udah mandi, kok gak bangunin aku sih" ucap Sean sedikit cemberut.
"Kenapa..? tanya Dea mendekat dan duduk di dekat Sean masih dengan bathrobe dan handuk yang menggulung rambutnya.
" Ayo cepat mandi, aku siapkan sarapan dulu" ucap Dea beranjak tapi Sean menahannya.
"Apalagi.. " kesal Dea.
"Aku ingin mandi bersama" sungut Sean.
"Suatu saat keinginanmu itu akan aku kabulkan Pak Bos" senyum Dea.
"Kapan itu.. ? " tanya Sean mengharap.
"Saat kau sudah halal untukku" lirih Dea.
"Kau jangan bercanda, kita baru kenal mana mungkin bisa menikah secepat itu" ucap Dea ragu.
"Kita akan lebih mengenal nanti setelah menikah" bisik Sean memeluk Dea.
"Tapi aku.. " ucapan Dea terpotong.
"Sttt.. aku akan segera melamarmu ke orang tuamu.
" Apa kau yakin akan melabuhkan cintamu untukku? " tanya Dea masih meragu.
__ADS_1
"Apa kau benar-benar belum yakin pada diriku? " tanya Sean sedikit menahan kekesalannya.
"Jujur aku masih sedikit ragu, tapi menolakmu juga sulit kulakukan" sendu Dea.
"Yesss, berarti mau ya" tanya Sean semangat dan Dea mengangguk.
"Terima kasih sayang.. aku akan segera datang bersama Mama nanti" ucap Sean bersemangat.
"Tolong jangan hianati kepercayaan ku padamu" pinta Dea membalas pelukan Sean.
Disisi lain Mario yang telah jauh dari sahabat- sahabatnya mulai melakukan aktivitas nya bekerja menjalankan perusahaan orang tuanya yang ada di Amerika.
"Selamat siang Bos" sapa alex asisten Mario yang mulai bekerja sejak Mario diangkat menjadi CEO disana.
"Siang.. apa agenda hari ini Lex? " tanya Mario.
"Tidak ada agenda Bos, cuma nanti siang saja ad meeting dengan perusahaan Tuan David" jelas Alex.
"Baiklah kau siapkan saja semuanya" pinta Mario.
"Siap Bos, saya permisi" jawab Alex beranjak pergi dari ruangan Mario.
Setelah kepergian Alex Mario membuka galeri ponselnya, ia menatap foto sahabat- sahabatnya.
"Gue kangen sama kalian semua , termasuk lo Dea" lirih Mario hingga akhirnya terdengar vibrasi ponselnya berdering.
__ADS_1
"Hallo.. "