
"Sttt.. kau sudah banyak bicara, sekarang biarkan aku yang berbicara" lirih Sean.
"Tapi aku benar-benar tidak siap untuk kecewa" jujur Dea.
"Percayalah padaku, aku memang bukan laki-laki yang baik tapi aku ingin menjadi pria yang baik untukmu" ucap Sean meyakinkan.
"Apa kau sadar mengatakan ini? " tanya Dea ragu-ragu.
"Kenapa kau masih meragukanku, Dea..tolong.." kesal Sean.
"Iya.. aku akan coba buka hati aku" jawab Dea.
"Gadis yang baik" puji Sean mengacak rambut Dea.
"Ih apaan sih, jadi berantakan kan" kesal Dea.
"Gak apa- apa tetap cantik kok" ucap Sean melajukan mobilnya kembali.
"Tolong jangan jaga jarak lagi saat dikantor" pinta Sean dengan tatapan menghunus.
"Tapi aku belum siap publik hubungan kita " mohon Kiran.
"Ya udah kalau gitu waktu makan siang kamu yang harus inisiatif datang ke ruangan aku kalau gak biar aku yang nyamperin keruangan kamu" ancam Sean.
"Kok gitu, terus aku ngapain di ruangan kamu? " tanya Dea bingung.
"Ya makan bareng lah, kamu layanin aku" tegas Sean.
"Kok jandi manja sih" kesal Dea.
"Manja sama pacar gak apa-apa dong" jawab Sean dengan percaya diri.
__ADS_1
"Oke kamu menang " ucap Dea sedikit mengalah daripada ngambek malah repot.
"Sekarang kita mau kemana lagi? " tanya Sean lagi.
"Terserah kamu, hari ini aku free" jelas Dea.
"Bener ya terserah aku, berarti hari ini waktu kamu full buat aku ya" pinta Sean mengharapkan.
"Iya.. " ucap Dea memutar bola matanya.
"Oke kamu ikut ke apartemen aku, no protes" ajak Sean maksa.
"Ngapain..? "
"Ya terserah aku dong, katanya suka-suka aku" jawab Sean bikin gemas.
Dea sudah malas mendebat, lebih baik ia ikuti aja apa mau Bos nya itu, 15 menit kemudian mereka telah sampai di Sebuah apartemen elite yang membuat Dea kaget apartemen ini adalah tempat tinggal Rico mantan pacarnya dulu.
"Ayo turun, kok diem" tanya Sean.
"Iya bawel banget" jawab Dea membuat Sean terkekeh geli.
Mereka berdua pun memasuki apartemen itu tanpa berbicara lagi, hingga saat akan memasuki lift Dea dikagetkan dengan teriakan seseorang.
"Dea.. " panggil seseorang membuat Sean dan Dea menoleh ke arah panggilan tersebut.
"Riko.. " batin Dea membelalakkan matanya.
"Hai.. lama gak ketemu makin cantik aja kamu" sama orang tersebut yang tidak lain adalah Rico mantan pacar Dea.
" Kamu mengenalnya.. " tanya Sean pada Dea.
__ADS_1
"Lo.. Kak Sean, kok bisa bareng Dea Kak? " tanya Rico.
"Dia bekerja di kantorku" jawab Sean penuh tanda tanya.
"Baiklah aku terburu-buru lain kali kita ngobrol ya" pamit Rico.
"Oke.. " jawab Sean singkat menarik tangan Dea memasuki lift.
"Kamu kenal Rico? " tanya Dea saat berada di dalam lift.
" Dia sepupu aku, dan dia juga tinggal disini" jawab Sean santai.
"Ya ampun masalah apalagi ini" batin Dea memijat pelipisnya.
"Kalau kamu,dimana kenal dengannya? " tanya Sean lagi.
"Dia temen kampusku" jawab Dea singkat membuat Sean mengangguk mengerti.
" Apa yang akan kita lakukan disini? " tanya Dea saat sudah berada di apartemen Sean.
"Aku ingin kau memasak untukku" pinta Sean.
"Apa.. kenapa tidak delivery aja tadi" sungut Dea.
"Aku pingin cobain masakan kamu" pinta Sean dengan tatapan tidak mau dibantah.
"Baiklah akan aku coba" malas berdebat.
"Aku seneng kalau kamu nurut gini, aku mau mandi dulu ya" ucap Sean memberi kecupan singkat di pipinya sebelum beranjak memasuki kamarnya.
"Selalu aja modus" kesal Dea mengusap pipinya.
__ADS_1