
Ken segera masuk ke kamar Bosnya karena khawatir penyakit Bosnya kambuh lagi.
"Bos.. anda baik-baik saja? " tanya Ken.
"Apakah penyakit lambung anda kambuh lagi Bos? " ucap Ken lagi.
"Aku tidak apa-apa Ken.. aku hanya kecapekan saja" jawab Sean menutupi rasa nyeri di bagian perutnya.
"Apa sebaiknya kita kontrol keadaan Bos ke Dokter sila saja? " tanya Ken memberi solusi.
"Besok aku akan datang menemuinya" jawab Sean.
"Tapi sekarang dia sedang berada di Paris Bos.. "
"Kita akan kesana Ken.. " ucap Sean Yakin.
"Apa.. kenapa mendadak begini, bagaimana kalau nanti Nona mencarimu Bos? "
"Kau bilang saja aku sedang dinas ke luar negeri" jawab Sean berkaca-kaca.
"Apa ada sesuatu yang terjadi diantara kalian? " tanya Ken curiga.
"Dia lebih mementingkan orang lain Ken, sebaiknya aku mundur saja sebelum hatiku semakin sakit" sendu Sean.
"Orang lain.. maksud anda Nona selingkuh? " Ken kaget mendengar jawaban Sean.
"Tidak.. dia hanya lebih memprioritaskan para sahabatnya daripada aku.. termasuk hari ini, saat aku Sakit dia malah lebih memilih pergi untuk sahabatnya yang sedang terbaring di rumah sakit" ucap Sean kecewa.
"Tapi Bos, apa tidak sebaiknya Bos berbicara dulu dengan Nona tentang perasaan Bos" jawab Ken mencoba menengahi.
__ADS_1
"Aku sudah mencobanya Ken, tapi dia tetap memilih pergi" ucap Sean miris.
"Apa Aku perlu mengabari Nona? "
"Tidak perlu, aku hanya akan pergi beberapa hari saja.. kalau dia mencariku kau bilang saja aku sedang ada dinas di luar" perintah Sean.
"Siap Bos.. "
***
Sementara itu Dea diperjalanan merasa sedikit berat meninggalkan Sean.
"Maafkan aku, bukannya aku lebih memprioritaskan Mario.. tapi dia juga penting buat aku, semoga kamu mau mengerti" lirih Dea.
Sampai di Rumah sakit Dea berlari menuju ruang perawatan Mario, tapi di loby dia berpapasan dengan Ray.
"Ray gimana keadaan Mario? " tanya Dea cemas.
"Kenapa..?
" Dia akan menjalani pengobatan disana" info Ray.
"Apa kita bisa ketemu dia sebelum dibawa pergi" tanya Dea.
"Aku rasa kita hanya bisa melihat nya dari jauh De.. " lirih Ray membuat Dea meraup wajahnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya? "
"Kata Mama dia terjatuh dari kamar mandi dan ia mengeluh kepalanya sakit, setelah itu ia tidak sadarkan diri"
__ADS_1
"Aku akan menemui Mama sebentar" pamit Dea pada Ray.
"Ok.. "
Dea berlari menuju ruang ICU dimana Mario sedang berada saat ini.
"Ma.. " teriak Dea saat melihat Mama Mario duduk di depan Ruang ICU.
"Sayang.. " Mama terisak dipelukan Dea.
"Sabar ya Ma.. " tangis Dea tak tertahan lagi.
"Iya sayang.. " Mama mengusap air matanya.
"Apa aku boleh melihatnya sebentar Ma? " tanya Dea sendu.
"Kita tunggu dokternya keluar dulu ya sayang.. " jawab Mama dan Dea pun mengangguk.
Setengah jam kemudian Dokter keluar menemui keluarga Mario.
" Bagaimana keadaan anak saya Dok..? "
"Dia belum sadar Bu.. sepertinya saat jatuh tadi terjadi benturan lagi dikepalanya sehingga ia mengalami trauma kecil disana, semoga sebentar lagi dia membuka matanya.
" Ada yang bernama Dea disini? " tanya Dokter lagi.
"Saya Dea Dok.. ada apa ya..? " Dea merasa khawatir.
"Dia selalu memanggil namamu dibawah alam sadarnya, semoga dengan kehadiranmu membuatnya cepat sadar.. saya permisi dulu ya" pamit Dokter kemudian.
__ADS_1
"Terima kasih Dokter" ucap Mama dan Dea bersamaan.