Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 44.


__ADS_3

"Cup.. " Sean Mencuri kecupan singkat di bibir Dea dengan gemas.


"Dasar mesum" Dea mendorong dada Sean dengan kesal dan keluar dari lift meninggalkan Sean.


"Manis sekali" lirih Sean mengusap bibir nya dan berjalan Keluar menuju ruangannya dengan senyuman menghiasi bibir nya.


"Apa kau tidak apa-apa Bos? " heran Ken membuka pintu ruangan Bosnya.


"Tentu saja aku baik Ken" jawab Sean terus menyunggingkan senyumnya.


"Seperti nya kau kesambet syetan penghuni lift" tebak Ken terkekeh geli.


"Sialan kamu, Keluar dari ruangan ku" usir Sean pada Ken.


"Baiklah.. aku juga tidak mau berlama- lama disini takut tertular penyakit kamu yang aneh itu..ih.." ledek Ken bergidik sambil berlalu pergi.


"Ken.. " teriak Sean.


Sedangkan Dea yang terus uring-uringan sejak pagi membuat teman sejawatnya penasaran.


"selamat pagi setengah siang cantik..kok marah-marah terus dari tadi, kenapa? " goda Raka bersandar di meja Dea.


"Gak apa-apa Raka ganteng" jawab Dea tersenyum simpul.


"Aduh.. meleleh hati abang neng dibilang ganteng oleh gadis cantik.. " Raka mleyot sambil memegang dadanya.


"Ih.. lebay deh kamu, ada apa kamu kesini Raka? " tanya Dea sambil terus menatap layar laptop nya.


"Kangen aja sama gadis cantik" ucap Raka memainkan alisnya.


"Bisa aja kamu" sahut Dea serius.


Beberapa saat setelah adegan saling drama-drama an terdengar telpon di meja Dea berbunyi membuat nya menarik nafas dalam.


"Angkat gih.. sepertinya Bos sedang membutuhkanmu" ledek Raka.


"Iya Pak.. " Dea mengangkat telponnya tetap tersenyum menahan kesal.

__ADS_1


"Bikinkan kopi dan bawa keruangan ku sekarang" perintah Sean dari sebrang.


"Baik Pak.. segera" jawab Dea menutup ponselnya.


"Ada apa? " tanya Raka penasaran.


"Bos minta bikinkan kopi, bentar ya gue tinggal dulu " pamit Dea beranjak ke pantry.


"Eh Mbk Dea, ada yang bisa dibantu mbk? " tanya Lilis salah satu OB di perusahaan tersebut.


"Si Bos minta kopi Lis" jawab Dea.


"Baik Mbk, biar saya bikinkan aja"


"Gak usah Lis biar aku aja, kamu kasih info aja biasanya Pak Bos sukanya yang gimana? " tanya Dea lagi.


"Pak Bos suka kopi hitam dengan sedikit gula Mbk" Lilis tersenyum ramah.


"Baiklah, serahkan padaku" Dea mengambil alih dan membuat kopi untuk Bos nya.


"Terima kasih ya Lis, aku pergi dulu antar kopi nya ke Bos" pamit Dea.


Tok


Tok


"Permisi Pak.. " sapa Dea masuk ke dalam tapi ruangan Bos nya itu terlihat kosong.


"Pak.. " panggil Dea lagi dan tiba-tiba


"Grpppp" seseorang memeluknya dari belakang dan membuatnya kaget.


"Ya ampun" teriak Dea hampir menjatuhkan kopinya.


"Apa kau mencariku" bisik Sean tepat ditelinga Dea.


"Pak tolong lepaskan.. ini dikantor! " Dea memperingatkan sambil memberontak.

__ADS_1


"Memang kau maunya dimana? " goda Sean tersenyum nakal.


"Dasar mesum" umpat Dea.


"Lepasin atau aku teriak"


"Kau mengancamku.. silahkan saja kalau mau teriak" cibir Sean Sean sambil melonggarkan dekapannya.


"Gila.. ini kopimu dan permisi.. " umpat Dea menyodorkan kopinya pada Sean dan beranjak dengan membanting pintu ruangan Bosnya itu.


"wow.. benar-benar gadis yang unik, baru kali ini ada gadis yang menolak seoarang Sean sampai sejauh ini. " lirih Sean sedikit gengsi


"Kita lihat sampai kapan kau bisa menolak ku Shelin Dea Aprilia" ucap Adit dengan senyum devilnya.


"Dasar Bos mesum" umpat Dea di dalam toilet, ia sengaja mencuci wajahnya untuk mendinginkan otaknya yang sedikit oleng karena tingkah Bos gilanya. Ia berusaha menetralkan detak jantungnya agar bisa bekerja lebih konsen.


Jam makan siang ponsel Dea berdering, ia mendapat panggilan vidio dari sahabat-sahabatnya.


"Hai.. bagaimana kabar kalian" tanya Dea sumringah.


"Baik.. gimana pdkt nya, lancar gak De? " ledek Rey dihadapan sahabatnya yang lain.


"Apa an sih lo Rey" cebik Dea.


"Lo lagi jatuh cinta De? " tanya Leo kepo.


"Gak, enak aja.. Rey ngarang mulu ih" sebel Dea membuat Rey terkekeh geli.


"Bukan Dea tapi Bosnya yang sedang jatuh cinta padanya" Rey menginfo.


"Benar begitu? " kepo Leo sedangkan Dea sedikit canggung melihat Mario yang diam membisu.


"Sepertinya kau tau apa yang sedang terjadi ini Yo" batin Dea menyorot kepada Mario yang menunjukkan muka datarnya.


"Mario ngomong dong, kok lo diem aja sih! " ucap Rey membuka obralan baru.


"Gue gak mau ngomong apa-apa, lihat wajah kalian aja udah cukup buat ngobatin rasa kangen gue" ucap Mario penuh haru.

__ADS_1


"Ih.. kok jadi mellow sih kalian.." kesal Dea


__ADS_2