Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 61.


__ADS_3

"Kenapa sih dia.. " kesal Dea.


Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tanpa banyak kata ia fokus menuju tempat tinggal Dea. Sean menghentikan mobilnya saat sudah sampai didepan rumah Dea.


"Sudah sampai, kenapa kau tidak segera turun.. apa kau masih ingin lebih lama bersamaku? " tanya Sean dengan tatapan fokus ke depan membuat Dea yang sedang memandangnya dari tadi terkesiap kaget.


"Apa ada yang kau rahasiakan dariku? " tanya Dea masih enggan untuk turun.


"Tidak ada sayang.. turunlah dan istirahat, besok jangan lupa lakukan tugasmu.. ok" perintah Sean sambil memaksa tersenyum.


"Baiklah.. Hati-hati dijalan dan cepat istirahat, jangan begadang! " pesan Dea pada kekasihnya.


"Iya sayang.. selamat malam" pamit Sean kemudian pergi meninggalkan Dea.


"Aku rasa dia menyembunyikan sesuatu dariku" batin Dea saat memasuki rumahnya.


Sementara itu dalam perjalanan Sean terus kepikiran dengan perkataan Mario tadi siang.


"Aku rasa tanpa kamu sadari selama ini dia mempunyai perasaan yang berbeda padamu sayang" lirih Sean sambil menarik nafasnya.


*****


Pagi harinya Dea bersemangat berangkat lebih pagi dari Sean, ia menyiapkan sarapan untuk Bosnya disertai notes kecil di dalamnya.



Ok finish.. " ujarnya tersenyum sebelum keluar dari ruangan Bosnya, Saat ia akan membuka pintu tiba-tiba Sean menyembul dari Luar.

__ADS_1


"Astaghfirullah.. bikin kaget aja" ucap Dea terlonjak kaget.


"Selamat pagi Pak.. sarapannya sudah saya siapkan, permisi" pamit Dea beranjak tapi Sean menarik tangannya dan mengungkungnya di balik pintu.


"Mau kemana.. bukankah sudah kubilang jangan memanggil Pak saat kita sedang berdua" ucap Sean mengikis jarak dan mengecupnya bibirnya singkat membuat mata Dea membola seketika.


"Maaf.. " lirih Dea tersenyum melihat ekspresi Sean.



"Jangan senyum-senyum, itu hukuman buat kamu karena sudah bikin kesal pagi-pagi" sungut Sean.



"Baiklah maafkan aku.. tapi ini dikantor, aku hanya ingin profesional saja" jawab Dea memeluk singkat agar kekasihnya itu tidak ngambek pagi-pagi.


"Siapa yang menggodamu, ini adalah wujud dari permintaan maafku saja" jelas Dea.


"Duduk dan suapin aku" perintah Dea.


"Tapi aku..aku akan menyiapkan berkas untuk meeting" tolak Dea.


"Nanti saja, aku Bosnya dan ini perintah" ucap Sean mengultimatum.


Dea duduk kembali di sofa dan menyiapkan sarapan untuk Bosnya.


"Kenapa kau jadi manja sekali" keluh Dea menyuapkan nasi ke mulut Sean.

__ADS_1


"Aku hanya manja denganmu saja" jawab Sean sambil menerima suapan dari Dea.


"1 jam lagi kita akan ada meeting kan.. aku belum menyiapkannya lo" keluh Dea.


"Meeting nya aku undur 2 jam kedepan" tegas Sean


"Kenapa bisa begitu" heran Dea.


"Bisa lah, kan aku Bos nya" sombong Sean.


"Baik Tuan Muda anda yang berkuasa" ucap Dea jengah sambil memutar bola matanya.


"Ingat ya.. jangan ganjen dengan laki-lain saat meeting nanti, karena akan banyak Bos-Bos tampan yang akan kita temui nanti" pesan Sean.


"Ish.. kamu kira aku wanita murahan apa, hatiku sudah terpaut satu nama, jadi aku sudah tidak bisa melihat laki-laki tampan yang lain" goda Dea menatap wajah Sean.


"Benarkah.. siapa laki-laki yang beruntung itu" tanya Sean mengharap.


"Dia adalah laki-laki pemaksa yang sudah mencuri hatiku" jelas Dea menerawang.


"Dan apa kau tau, dia juga sangat pencemburu" ucap Dea menahan tawanya.


"Apa kau benar-benar mencintai lak-kaki pencemburu itu? " pancing Sean saat Dea sedang menerawang.


"Tentu saja.. karena aku tidak mampu untuk menolak pesonanya " ucap Dea tanpa sadar telah mengungkapkan cintanya.


"I love you too" jawab Sean tersenyum membat Dea menyadari kata-katanya dan menutup wajahnya karena malu.

__ADS_1


__ADS_2