
"Bagaimana keadaanmu hari ini Nak? " tanya Mama pada Mario.
"Sudah membaik Ma.. " jawab Mario.
"Mama senang mendengarnya sayang" ucap Mama memegang tangan anaknya.
"Aku bahkan sudah mengingat semuanya Ma" jelas Mario.
"Termasuk semua teman-temanmu? " tanya Mama senang dan Adit mengangguk.
"Bagus sayang, mereka pasti sangat senang mendengar kabar ini.. Dea selalu menanyakan keadaanmu" cerita Mama.
"Nanti aku akan menghubunginya Ma" lirih Mario.
"Iya sayang.. istirahatlah Mama keluar dulu ya.. " pamit Mama meninggalkan Mario.
****
Sementara itu Sean sedang dibangunkan oleh Dea karena rapat segera dimulai, Dea duduk disamping ranjangnya. Dea sengaja memaksa Sean untuk tidur di kamar supaya lebih nyaman walaupun tadinya penuh dengan drama tapi akhirnya dia menurut.
"Pak.. rapat akan segera dimulai" ucap Dea membangunkan Bos nya membuat Sean menggerakkan tubuhnya beralih kepangkuan Dea.
"Kau sudah ditunggu diruang rapat" info Dea sambil membelai rambut Sean.
"5 menit lagi.. aku Bos nya sudah seharusnya mereka menungguku" jawab Sean santai masih memejamkan matanya.
"Itu tidak benar sayang.. kau harus memberikan contoh yang baik" ucap Dea tanpa ia sadari.
"Apa.. coba ulangi sekali lagi" sontak Sean membuka matanya lebar-lebar mendengar kata keramat yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.
"Ulangi apa? " tanya Dea balik sedikit bingung.
__ADS_1
"Panggilanmu tadi.. " ucap Sean.
"Aku sudah lupa" jawab Dea asal.
"Ish.. " sungut Sean.
"Ayo buruan, aku akan menunggumu disini.. mau cuci muka aja atau mandi dulu? " tanya Dea.
"Cuci muka aja dah ganteng kok" narsis Sean.
"Oke.. baiklah terserah padamu Pak Bos" jawab Dea beranjak menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk meeting.
Meeting hari itu Dea terlihat duduk disamping Sean dan tanpa Dea sadari Ray juga berada disitu sebagai pengacara dari sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan Sean.
Setelaheeting selesai Dea menyapa Ray yang masih merapikan berkas-berkasnya.
"Apa kabar Ray.. " sapa Dea tersenyum manis membuat seseorang yang sedang memperhatikan terasa mencelos hatinya.
"Sebentar Ray gue tanya Bos dulu masih butuh bantuan pa gak" jawab Dea beranjak ke arah Sean.
"Permisi Pak.. apa jam kerja sudah selesai, bolehkah saya pulang? " tanya Dea berharap ijin.
"Kenapa..? " tanya Sean memicingkan matanya.
"Saya ijin pulang nebeng teman saja" pinta Ray.
"Yang itu.. " tanya Ray menatap Ray sehingga disngguk i ramah oleh Ray.
"Iya.. gak apa-apa kan, dia sahabat aku" rayu Dea.
"Ya udah boleh, segera hubungi aku kalau sudah sampai" pinta Sean.
__ADS_1
"Siap Bos" semangat Dea berbalik ke arah Ray dan menggandeng tangannya keluar.
"Gimana.. boleh? " tanya Ray berharap.
"Boleh, sekalian kita ketemuan sama Leo aja gimana? " ajak Dea.
"Oke.. kamu hubungi dia, kita ketemuan ditempat biasa" ucap Ray memberi solusi.
"Yesss.. " Dea langsung mengirim pesan pada Leo.
"Seneng banget lo.. " cibir Ray.
"Seneng dong Ray, setelah sekian purnama kita baru bisa nongkrong bareng lagi.. gue kangen banget" lirih Dea.
"Udah gak usah mellow, dia marah gak .. tumben ijinin? " tanya Ray khawatir.
"Ijinin kok, kan tadi aku udah bilang ke dia" senyum Dea.
"Bagus Deh kalau gitu"
Mereka sampai di tujuan tepat kumandang adzan magrib menggema.
"Sholat dulu yuk" ajak Dea.
"Oke.. " sahut Sean.
Setelah menunaikan kewajibannya Dea menunggu Ray keluar dari masjid.
"Leo udah sampai Ray" info Dea.
"Oke.. kita segera kesana" Ray menggandeng tangan Dea karena mereka biasa melakukannya tanpa canggung.
__ADS_1
"Dea.. " panggil seseorang yang tidak sengaja Dea temui.