
"Kita akan cari Nona Bos.. " jawab Ken merasa iba.
"Dia pergi Ken.. dia gak mau mendengar penjelasanku.. dia meninggalkan cincin kawin kami tanpa kata" sesal Ken.
"Sudah Bos jangan seperti ini" sedih Ken menghibur Bosnya.
****
Satu minggu berlalu setelah kepergian Dea, begitupun juga Sean selama satu minggu ini tidak mau meninggalkan kamarnya dan tidak juga pergi ke kantor membuat beberapa kontrak kerja dibatalkan.
"Ayo lah Bos jangan seperti ini" ucap Ken miris melihat keadaan Bosnya, Sean terlihat lebih kurus tak terawat karena tidak mau makan dengan baik.
Ken berinisiatif membawa Sean kerumah sakit dibantu oleh sopirnya karena Sean terlihat lemah dan tidak bertenaga.
"Biarkan aku mati saja Ken.. " lirih Sean saat Ken membawanya ke mobil.
"Diamlah Sean, saat ini aku bukan bawahanmu jadi aku tidak akan mendengarkanmu" kesal Ken.
"Dengar.. kalau kau seperti ini bagaimana kau bisa menemukan Nona, cobalah untuk bangkit dan kejarlah cintamu itu.. dan satu lagi perusahaan sangat membutuhkanmu" ucap Ken penuh penekanan.
"Aku tidak bisa hidup tanpa istriku.. dia telah membawa anakku" sendu Sean.
"Aku mengerti.. jadi tolong jangan seperti ini, apa kamu tidak ingin mengejar istrimu dan melihat anakmu lahir! " tanya Ken mencoba menyemangati membuat Sean terdiam.
"Kau benar.. aku harus bangkit untuk mengejar cintanya" jawab Sean bersemangat membuat Ken tersenyum senang.
__ADS_1
Setelah satu minggu dirawat kini kesehatan Sean sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang.
"Ken.. " ucap Sean setelah sampai dirumahnya.
"Iya Bos.. " jawab Ken.
"Maafkan aku sudah merepotkan mu" sesal Sean.
"Yang penting sekarang anda sudah baik-baik saja " jawab Ken.
"Besok aku akan mulai ke kantor" jelas Sean membuat Ken senang.
"Semangat Bos" ucap Ken.
Tanpa terasa 2 tahun sudah Dea meninggalkan suaminya, dan selama itu pula Sean sudah menyebar anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya.
"Belum Bos, sepertinya selama ini ada yang menyembunyikan Nona " jelas Ken.
"Aku yakin akan segera menemukannya, dia telah membawa anakku.. dan aku yakin sekarang dia sudah besar dan tampan sepertiku" ucap Sean menerawang.
"Anda benar Bos" jawab Ken.
"Oh ya Bos, besok kita akan berangkat ke negara A" ucap Ken menginfokan.
"Baiklah.. persiapkan saja semuanya" jawab Sean.
__ADS_1
"Siap Bos.. "
******
Sementara itu di negara A seorang anak sedang berlarian di sebuah pusat perbelanjaan.
"Kenzo.. nanti kamu jatuh sayang! " teriak seorang wanita.
"Biarkan saja dia De..dia laki-laki, biarkan saja dia melakukan apapun..aku akan mengawasinya. " ucap seorang laki-laki di sampingnya.
"Kamu selalu saja memanjakannya" kesal Dea pada Mario.
"Kamu terlalu menghawatirkannya" tuduh Mario.
"Dia sangat ceroboh dan susah dikasih tau sama seperti.." Dea tidak melanjutkan kata-katanya.
"Seperti siapa.. kenapa kamu tidak lanjutkan, apa kamu merindukannya? " tanya Mario begitu mengerti isi hati sahabatnya itu.
"Tolong jangan bahas dia, aku malas mengingatnya" ucap Dea mengalihkan.
"Bagaimana pun dia adalah Ayah biologis Kenzo, kamu jangan egois tidak memperkenalkannya pada anakmu" ucap Mario mengingatkan.
"Sejak dia melakukan hal itu, maka ia sudah memutuskan hubungan apapun dengan kami" tegas Dea berlari menghampiri anaknya dan meninggalkan Mario
"Sebenarnya dia sangat mencintaimu De.. dia tidak bisa menemukanmu sampai saat ini hanya karena Daddy.. " batin Mario berbicara.
__ADS_1
Sejak meninggalkan suaminya Dea tinggal di negara A dalam lindungan keluarga Mario, Dea tinggal di sebuah apartemen dan bekerja pada perusahaan Mario. berkali-kali laki-laki ingin mempersunting nya tapi Dea menolak dengan alasan ingin fokus membesarkan putranya saja.