Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 29


__ADS_3

Dea berlari mengikuti langkah Sean memasuki Resto dan mereka duduk di dekat jendela. Sean memanggil pramusaji dan memesan makanan.


"Kau mau makan apa? " tanya Sean sambil membolak balik buku menunya.


"Terserah anda" cuek Dea memainkan ponselnya.


"Apakah seleraku sama dengan seleramu sekarang? " goda Sean membuat Dea mengambil alih buku menunya dan memesan menu yang dia inginkan


"Hei.."Sean tertawa geli melihat Dea menarik buku menu ditangannya dengan wajah juteknya. Setelah memesan makanan tiba-tiba ponsel Dea berdering.


" Hallo.. " Dea mengangkat telponnya.


"De.. apa kabar? " ucap seseorang di sebrang sana.


"Leo.. " teriak Dea dengan mata berbinar.


"Leo.. siapa lagi itu? " tanya Sean dalam hati sambil menekan pelipisnya.


"Hai.. lagi dimana? " tanya Leo


"Gue di jogja" jawab Dea sumringah


"Bareng siapa? kangen gak? " tanya leo antusias


"Bareng Bos gue" sambil melirik Bos nya


"Gue kaangeeennnn..banget,kapan kamu pulang? " jawab Dea penuh penekanan membuat Sean membelalakkan matanya.


"Ini gue udah di Indonesia"


"Benarkah.. sampai kapan? "


"Gue disini 3 hari De.. "

__ADS_1


"Kalau gitu besok kita ketemu ya! "


"Ok.. jam berapa? "


"Jam makan siang aja, di dekat kantor gue"


"Ok.. nanti gue hubungin Rey" jelas Leo lagi.


"Sayangnya Mario udah balik" sendu Dea.


"Masih kok, barusan gue telpon dia ada di jakarta, besok malam baru dia balik ke Amrik. Dan pada saat itu pramusaji datang untuk menghidangkan makanan ke meja Sean dan Dea.


" Oh ya.. kalau gitu besok kita ngumpul ya, ok deh gue tutup dulu telponnya ya..nanti gue hubungin lo lagi..dah " ucap Dea dengan mata berbinar dan menutup ponselnya.


"Seneng banget kayaknya" ledek Sean membuat Dea melirik nya sekilas dan memulai makan siangnya. Mereka menyelesaikan makan siangnya dan kembali ke hotel.


"Apa nanti malam kita sudah kembali kejakarta? " tanya Dea di sele-sela keheningan.


"Kenapa..apa kau tidak suka lama-lama bersamaku? " ketus Sean membuat mata Dea membola seketika.


"Kenapa kamu terburu-buru untuk kembali? " kesal Sean.


"Bukankah disini kita hanya untuk bekerja, dan ini sudah selesai bukan? " tanya Dea


"Baiklah kalau itu mau mu kita akan segera kembali dan tidak usah ke hotel" jawab Sean dengan wajah datarnya dan mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang membuat Dea yang duduk di sebelahnya mengencangkan sabuk pengamannya.


"Ada apa dengannya, kenapa sikapnya aneh sedari pagi" batin Dea takut melihat sorot mata Sean yang sepertinya sedang menahan kesal.


Jam 9 malam mereka tiba dijakarta, Sean mengantarkan Dea tanpa mengeluarkan suara, ia masih benar-benar kesal karena Dea ingin segera mengakhiri kebersamaan mereka hanya untuk segera pulang dan bertemu dengan temannya.


"Terima kasih Pak , permisi" pamit Dea sebelum turun dari mobil Sean.


"Ingat besok ada meeting penting jadi jangan sampai terlambat.

__ADS_1


" Baik Pak, Hati-hati di jalan. " ucap Dea


, Sean mengangguk dan beranjak pergi meninggalkan Dea. Malam itu Sean pulang ke apartemen nya dia sengaja tidak pulang ke rumahnya karena sedang merasa kesal.


"Kau benar-benar membuatku pusing gadis, ceroboh" umpat Sean membanting ponselnya.


"tunggu, kenapa gue jadi marah-marah sendiri melihat dia dengan pria lain" batinnya kesal.


"No, Sean tidak mungkin kamu tertarik dengan gadis itu kan? " tanya Sean pada dirinya sendiri dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian tidur.


******


Pagi hari dirumah Dea sudah bangun pagi-pagi sekali dan sekarang dia sedang sarapan ditemani Bibik seperti biasanya.


"Papa Mama g pulang Bik? " tanya Dea sambil menyuapkan makanannya.


"Katanya minggu depan Non" jawab Bibik


"Oh.. Ok, Bik aku berangkat dulu ya, nanti aku pulangnya agak telat jadi gak usah masak makan malam, aku akan makan diluar saja" pesan Dea


"Baik Non, hati-hati di jalan ya"


"Makasih Bik" Dea berangkat ke kantornya dengan semangat karena siang nanti akan bertemu dengan sahabat- sahabatnya. Saat akan memasuki lift ia mendengar ponselnya berdering.


"Ya Pak.. "


"Dimana kamu? "


"Ini sudah di lift"


"Segera ke ruang meeting" ucap Bosnya lalu mematikan poselnya.


"Ba.. ih dasar Bos nyebelin " umpat Dea karena Bos nya seenaknya mematikan ponselnya, ia pun berjalan menuju ruang meeting dan mendapat tatapan tajam dari Bosnya itu

__ADS_1


"Ada apa lagi ini.. seram sekali dia"


__ADS_2