Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 50.


__ADS_3

"Masuk.. " terdengar suara dari dalam. Dea masuk setelah mendengar perintah dari dalam.


"Bapak memanggil saya" tanya Dea saat sudah masuk keruangan Bosnya, ia pun melihat gadis cantik berambut pirang sedang duduk di sofa memainkan ponselnya.


"Apa hari ini aku ada jadwal diluar? tanya Sean tanpa menoleh ke arah Dea.


" Hari ini ada makan siang bersama Tuan Hendra Pak" jawab Dea, saat sedang asyik membacakan jadwal Bosnya tiba-tiba Ken masuk.


"Nona, mari saya antar ke Bandara" ajak Ken pada gadis cantik yang duduk di sofa itu.


"Apa pekerjaan Kak Ken sudah selesai? " tanyanya tersenyum.


"Sudah.. mari Nona"


"Baiklah, aku berangkat dulu ya.. " pamit gadis cantik itu pada Sean sambil memeluk erat kakaknya kemudian di akhiri dengan kecupan manis di pipinya.


"Hati-hati dan jangan lupa segera hubungi aku kalau sudah sampai" ucap Sean memperingatkan sambil mengacak rambutnya dan mengantarnya sampai ke pintu.


"Siap Bos.. " ucap Selena sambil keluar meninggalkan Sean bersama Ken.


"Baiklah kalau tidak ada apa-apa lagi saya permisi Pak" pamit Dea ketus tapi Sean menahannya dan menarik Dea masuk ke dalam dekapannya.


"Lepasin.. dasar mesum" umpat Dea.


"Apa katamu? " mesum.. aku hanya mesum denganmu saja apa salahnya" bisik Sean di telinga Dea.


"Apa seperti ini kelakuamu saat kekasihmu sudah tidak ada? " umpat Dea memberontak.


"Kekasih.. " Sean melonggarkan dekapannya sambil tersenyum manis.


"Ih.. nyebelin" kesal Dea melihat Sean malah senyam-senyum gak jelas.


"Kamu cemburu.. " Sean memegang tangan Dea.

__ADS_1


"Tapi sayangnya dia bukan kekasihku"jelas Sean sambil mengecup tangan Dea singkat.


" Dasar pembohong.. " Dea menarik tangannya dan beranjak pergi dengan kesal.


"Sayang.. kamu salah faham lo.. " teriak Sean tapi Dea tidak menggubris nya lagi.


"Dia ngambek.. " Sean memijat pelipisnya yang tidak sakit.


Sementara itu Dea terus mengumpat sampai di meja kerjanya.


"Kenapa juga aku bisa terlibat dalam kehidupan seorang Sean Alexander" gerutu Dea.


Hari itu Sean sangat sibuk sehingga tidak sempat menghubungi Dea, oleh karena itu Dea menganggap Sean benar-benar sudah berselingkuh darinya. Sedangkan Sean yang beberapa hari ini mendapatkan telpon dari Mama nya menyempatkan diri untuk datang.


Mobil Sean memasuki rumah besar yang menjadi kenangan masa kecilnya itu, ia masuk dan menyapa Bik Sri yang sedang membersihkan rumahnya.


"Sore Bik.. " sapa Sean.


"Eh Den Sean.. apa kabar Den? " tanya Bibik.


"Ibu di ruang tengah Den" jawab Bibik.


"Baiklah aku akan kesana.. Terima kasih ya Bik" pamit Sean.


"Sama-sama Den.. " jawab Bibik beranjak kedapur membuat minuman.


"Assalamu'alaikum Ma.. " sapa Sean pada Mama nya yang sedang menonton TV sambil menikmati secangkir teh.


"Waalaikumsalam..anak nakal.. tumben kesini, kamu masih ingat sama Mama! " ucap Mama merengut.


"Ingat dong.. maaf Ma beberapa hari ini aku sangat sibuk, kan sudah ada Selena kemarin.." jawab Sean.


"Itu kemarin.. sekarang Adikmu itu sudah kembali ke Paris" jelas Mama.

__ADS_1


"Baiklah, ada apa Mama memintaku kemari? "tanya Sean berbaring dipangkuan Mamanya dengan manja.


" Apa harus ada alasan buat Mama yang kangen sama anaknya? " kesal Mama menjewer telinga Sean.


"Auw.. sakit Ma"


"Sean Mama sudah semakin tua, kapan kamu akan menikah? " serius Mama.


"Mama do'ain aja semoga ada gadis yang mau sama Sean" canda Sean.


"Kamu belum punya pacar, gimana kalau kamu Mama kenalin sama anaknya temen Mama" ucap Mama sumringah.


"Gak.. Sean gak mau, kayak gak laku aja mau di kenal- kenalin" kesal Sean.


"Makanya kalau kamu memang udah laku bawa dia ketemu Mama dong" sindir Mama.


"Iya Ma.. kapa-kapan aku ajak gadis cantik ketemu Mama" serius Sean.


"Kalau dalam seminggu kamu gak ada ajak pacar kamu kesini maka kamu harus mau dijodohin sama anak temen Mama" ucap Mama memperingatkan.


"Kok Mama ngancam sih" kesal Sean.


"Mama gak mau tau.. "


"Ish.. " Sean mencoba memejamkan mata karena merasa nyaman dipangkuan Mamanya.


"Oh ya Sean tadi Papa jadi datang? " tanya Mama membuat Sean membuka mata kembali.


"Gak jadi Ma, tiba-tiba Papa ada pertemuan penting katanya" jawab Sean memejam lagi.


"Sean kamu kalau tidur di kamar dong.. "


"Sebentar aja Ma.. aku kangen di peluk Mama" rengek Dean.

__ADS_1


"Dasar manja.. "


__ADS_2