Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 40.


__ADS_3

Sesuai kesepakatan Sean memberikan waktu 1 minggu kepada Kiran untuk istirahat dan hari ini adalah hari dimana batas waktu itu telah habis dan saat ini Dea sedang bersama Rey di dalam mobil.


"Apa kau yakin ingin bekerja kembali disitu De..? " tanya Rey.


"Iya.. " Dea mengangguk.


"Baiklah, aku menghormati keputusanmu De.. semoga kau tidak mengambil keputusan yang salah" ucap Rey meyakinkan sahabatnya.


"Aku akan lebih menjaga diriku Rey, kau tidak usah khawatir" lirih Dea.


"Kita sudah sampai, jangan lupa kabari aku kalau ada apa-apa.. aku akan menjemputmu nanti" ucap Rey mengacak rambut Dea gemas.


"Terima kasih" jawab Dea sebelum membuka pintu mobil. Dea masuk dengan yakin berharap keputusan ini adalah keputusan yang benar.


"Disisi lain Tamara yang datang lebih dulu beberapa menit dari Dea sudah sampai di depan ruangan Sean, ia pun mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok


Tok


" Masuk" terdengar suara dari dalam, Tamara masuk dan melihat Sean sedang sibuk dengan berkas-berkas di mejanya.

__ADS_1


"Selamat pagi Sean" sapa Tamara membuat Sean mendongak kaget.


"Kau.. untuk apa kau datang kemari" ucap Sean dingin.


"Sean apa kau tidak merindukanku, sudah lama kita tidak jalan berdua" Tamara mendekat dan mencoba menggoda Sean.


"Hentikan tamara aku sama sekali tidak merindukanmu, dan jaga sikapmu.. ini di kantor" kesal Sean.


"Ayolah Sen kau Bos nya, kau tidak harus bekerja keras seperti ini.. berikan pekerjaanmu pada Ken dan kita jalan ya.. " rayu Tamara mulai duduk di pangkuan Sean.


"Tamara menyingkirkan, kau menganggu pekerjaanku" bentak Sean tapi Tamara tidak mau beranjak bahkan ia nekat ******* bibir Sean dengan rakus. Dan disaat yang sama seseorang yang telah berdiri diambang pintu yang sedikit terbuka itu menyaksikan adegan romantis tersebut dengan jijik dan kesal.


"Dea.. kau kembali" panggil Ken yang saat itu hendak ke ruangan Sean. Tapi Dea tidak menjawabnya dan berlalu pergi dengan wajah kesalnya.


"Sean.. kau tega sekali" umpat Tamara melihat Sean keluar ke arah pintu dan menemukan Ken disitu.


"Ada apa Ken? " tanya Sean penasaran.


"Kau yang ada apa.. kenapa kau bisa bermesraan dengan gadis luar itu" jawab Ken melirik pada Tamara jengah.


"Dia yang tiba-tiba menyerangku" ucap Sean memberi pembelaan.

__ADS_1


"Dan apa kau tau Dea sangat kecewa melihat Bos nya melakukan hal yang tidak senonoh di kantornya" kesal Ken memijit pelipisnya.


"Jadi Dea tadi datang dan melihatku" Ken mengangguk.


"Kau urus dia aku pergi dulu" pinta Sean dan beranjak pergi mengejar Dea.


Dea sudah di dalam taxi menuju rumahnya, ua sangat kesal melihat kelakuan Bosnya yang sama sekali tidak bermoral itu.


"Sebaiknya aku resign saja dari perusahaan itu, aku tidak mau mempunyai Bos seperti dia" kesal Dea. Dea sampai di rumahnya dan baru istirahat dikamarnya saat bel rumahnya berbunyi.


Tok.. tok.. Non, ada tamu diluar nyari Non Dea" panggil Bibik dari luar kama. Dea berjalan membuka pintu kamarnya.


"Siapa Bik"


"Bibik tidak tau Non"


"Suruh tunggu sebentar Bik nanti aku turun"


"Baik Non.. permisi" pamit Bibik.


setengah jam kemudian Dea turun menemui tamunya, sekilas dari kejauhan Dea mengenali sosok yang sedang memunggunginya itu.

__ADS_1


"Maaf, anda mencari saya" sapa Dea membuat orang itu membalikkan badannya.


"Kau.. " Dea tersontak kaget


__ADS_2