Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 105.


__ADS_3

"Tolong jangan begini, ini tempat umum" bisik Dea.


"Maafkan aku.. " lirih Sean mencoba mengerti, ia tidak akan memaksa atau akan kehilangan untuk yang kedua kalinya.


Mereka menghabiskan waktu hingga sore kemudian Sean mengantarkan kembali ke apartemen Dea.


"Terima kasih untuk waktu nya hari ini, semoga lain kali kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi" ucap Sean santai namun terasa ganjil dihati Dea.


"Aku pulang ya.. jaga diri kalian baik-baik" pamit Sean kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil berfikir begitu besar kah kesalahannya sehingga istrinya enggan memaafkan nya lagi, Sean terus berfikir hingga tanpa sadar ada seorang Kakek-kakek menyebrang di hadapannya, karena kaget Sean membanting setir ke kiri sehingga tabrakan pun tidak terelakkan.


Mobil Sean terpelanting menabrak bahu jalan hingga terbalik, ia dilarikan ke rumah sakit terdekat karena luka yang dialaminya, Sean mengalami pendarahan parah sehingga membuatnya tidak sadarkan diri. Tepat jam 10 malam Ken yang baru mendapatkan kabar langsung melesat ke rumah sakit untuk melihat kondisi Bos nya.


"Bagaimana keadaan Tuan Sean Dokter? " tanya Ken begitu sampai di IGD.


"Dia mengalami pendarahan dan belum sadar sampai sekarang" jawab Dokter.


"Astaghfirullah.. Nona harus tau tentang hal ini" ucap Ken dalam hati. Ken mencoba menghubungi Mario karena ia tidak menyimpan nomor ponsel Dea.


Mario yang baru mendapat kabar dari Ken langsung bergegas menghubungi Dea.


"De.. Sean kecelakaan, dia kritis" ucap Mario saat tiba di apartemen Dea.


"Apa.. tapi semalam dia baik-baik saja saat pulang" sendu Dea.


"sepertinya dia kecelakaan saat dari apartemen mu menuju ke hotelnya.

__ADS_1


" Ayo kita kesana " ajak Dea panik.


Sampai dirumah sakit Dea berlari di Koridor rumah sakit dengan hati tak tenang.


"Ken bagaimana keadaan nya? " teriak Dea saat sampai di IGD.


"Bos masih belum sadar Nona" jawab Ken sedih.


"Biarkan aku menemuinya" pinta Dea pada dokter yang merawat Sean.


"Silahkan Nona, tapi tolong jangan terlalu banyak bicara dulu" pesan dokter itu.


"Aku mengerti Dok" jawab Dea kemudian melesat ke kamar Sean menyaksikan laku-kaki yang selama ini masih mengisi ruang hatinya itu terbaring lemah dirumah sakit.


"Kenapa jadi seperti ini" Sedih Dea tidak bisa menahan air matanya lagi. Saat tengah menangis pilu tiba-tiba jari-jari Sean mulai bergerak merespon.


"Tidak sayang.. aku hanya perlu maaf darimu buat aku bisa pergi dengan tenang, apa kau sudah memaafkan aku" lirih Sean lemah dan Dea pun mengangguk.


"Iya.. aku sudah memaafkan mu" jawab Dea tersenyum.


"Apa Mario ada disini, aku ingin bicara padanya" lirih Sean.


"Iya aku akan panggilkan" jawab Nadia beranjak keluar.


Setelah Mario masuk Sean tersimpul dan memanggil Mario supaya mendekat padanya.

__ADS_1


"Mario.. tolong jaga bidadari dan malaikat kecilku ini ya" bisik Sean pada Mario.


"Tidak, apa maksudmu Sean? " tolak Mario.


"Jangan menolak, sepertinya dia benar-benar sahabat sejatimu.. maafkan aku" ucap Sean di kata-kata terakhirnya.


"Sean.. gak.. jangan bercanda" teriak Mario menggoyang tubuh Sean membuat Dea yang masih diluar bergegas masuk.


"Kenapa Yo..? " teriak Dea melihat cintanya terbujur kaku.


"Gak.. gakkkkkkk...


****


Beberapa tahun kemudian seorang pemuda tampan telalu menyelesaikan study nya dan ia bersil mendapat gelar seorang Dokter.


" Selamat sayang.. Deddy pasti sangat bangga padamu Nak " ucap Seorang wanita penuh haru.


"Ken.. selamat Boy" ucap seorang laki-laki oaruh baya yang masih kelihatan tampan itu.


"tanks Daddy.. tanks Mom" jawab pemuda itu tersenyum senang karena masih diberi kesempatan untuk bersama orang-orang yang disayanginya. Ya pemuda itu adalah Kenzo Zayn Alexander putra Sean yang kini menjelma menjadi seoarang pemuda tampan dan pintar.


TAMAT.


**

__ADS_1


Terima kasih untuk yang sudah setia membaca sampai sini, kisah Kenzo akan segera kita Up beberapa waktu ke depa dengan judul.. masih rahasia ..๐Ÿ˜jangan lupa vote dan like ya.. i love you๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2