Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 92.


__ADS_3

Karena tidak tega melihat suaminya tersiksa akhirnya Dea mengangguk, tanpa menunggu lama akhirnya Sean pun menyatukan indra mengecap itu, saling memagut merasakan sesuatu yang telah lama tertunda, dan akhirnya malam itu menjadi saksi bisu dimana mantan pengantin baru itu melepas keremajaan mereka.


Sungguh sangat unik karena malam pertama yang mereka lakukan dengan cara seperti ini, tapi apa mau dikata dari pada Sean melampiaskan nya pada hal-hal yang negative maka lebih baik Dea mengalah mungkin ini sudah waktunya Sean mendapatkan haknya.


Pagi menjelang baik Sean maupun Dea masih asyik bergelut dengan selimut tebal mereka hingga Sean bangun terlebih dahulu Dan mendapati istrinya masih sibuk menyelami alam mimpinya. Sean menatap lekat wajah ayu istrinya di pagi hari, masih teringat dibenaknya adegan semalam yang benar-benar membuatnya tidak bisa move on.


"Selamat pagi sayang.. " bisik Sean ditelinga Dea membuat si empunya mengerjapkan matanya.


"Capek ya.. maaf harus membuatmu melepas semuanya dalam situasi seperti ini, tapi aku sangat bersyukur dan berterima kasih karna kau hanya menjaganya untukku" lirih Sean terharu.


"Hemmm.. gak romantis sekali" Jawab Dea memberengut menutup wajahnya dengan selimut membuat Sean terkekeh geli.


"Iya maaf, seharusnya malam pertama kita lakukan dengan romantis tapi ini malah dengan insiden yang tak terduga dan ini semuanya gara-gara Kenan dan Alex, mereka menjebakku" kesal Sean.


"Kok bisa mereka menjebakmu" heran Dea mengernyitkan alisnya.


"Itu karena mereka memasukkan sesuatu ke dalam minumanku" jelas Sean membuat Dea membelalakkan matanya.


"Memasukkan apa? " tanya Dea lagi.


"Mana aku tau, awas saja kalau mereka sampai berani datang kemari" sungut Sean


FLASHBACK OFF


"itu karena sahabat-sahabatmu yang gak Ada akhlak itu" kesal Dea.

__ADS_1


"Aku sampai lupa kalau pernah ada insiden seperti itu" tawa Sean.


"Ish.. aku mau pulang dan tidur" ucap Dea memejamkan matanya.


"Iya sayang kita pulang" ucap Sean lembut membawa tangan istrinya dalam genggaman Dan sesekali mengecupnya.


Saat sedang asyik menyetir tiba-tiba Ada seorang gadis melintas di depan mobil Sean dan seperti nya gadis itu sedang tidak fokus sehingga hampir tertabrak mobil Sean.


"Astagfirullahal adzim.. " teriak Sean mengerem mobil nya mendadak sehingga membuat Dea terbangun karena kaget.


"Ada apa Yang" tanya Dea terlonjak.


"Ada yang ketabrak Yang" jawab Sean beranjak keluar mobil.


"Kamu gak apa-apa? " tanya Sean menghampiri seorang gadis yang terduduk di depan mobil nya.


"Iya gak apa-apa, cuma kakiku aja yang sakit" jawab gadis itu.


"Ayo kita antar ke docter aja Yang.. kasihan" ajak Dea dan Sean pun mengangguk.


"Iya ayo aku bantu" ucap Dea membantu memapah gadis tersebut Dan membawanya masuk ke dalam mobil nya.


"Hati-hati, nama kamu siapa? " tanya Dea.


"Namaku Tari" jawab gadis itu tersenyum simpul.

__ADS_1


"Maaf ya kita hampir membuatmu celaka" sending Dea.


"Gak apa-apa aku juga tadi gak lihat saat menyebrang karena kepalaku pusing" jelas Tari.


"Kamu mau kemana? " tanya Dea lagi.


"Aku mau pulang, ibu aku sedang sakit keras tadi aku dari apotik membelikannya obat" sendu Tari.


"Oh gitu, nanti kami antarkan kamu pulang setelah berobat ya" ucap Dea tersenyum.


"Makasih, kalian baik sekali" jawab Tari.


Setelah mengobati Tari, mereka pun mengantarkan Tari pulang ke rumahnya.


"Terima kasih, silahkan mampir dulu" tawar Tari.


"Lain kali aja, kita langsung balik aja keburu sore" jawab Sean menggandeng istrinya.


"Baik lah, hati-hati di jalan ya" ucap Tari.


"Makasih, salam buat Ibu kamu" jawab Dea.


Saat akan memasuki mobil terdengar teriakan dari dalam rumah Tari.


"Ibuuuuu... " teriak Tari.

__ADS_1


__ADS_2