
"Ken.. kemari sayang.. " panggil Sean pada anak yang selama ini ia rindukan. Kenzo melihat pada mommy nya dan setelah mommy nya mengangguk ia pun datang menghampiri Sean dan menatapnya sendu.
"Ini Daddy sayang, apa Kenzo tidak merindukan Daddy? " tanya Sean merenggang kan tangan bersiap untuk memeluk anaknya itu.
Mario juga keluar dan menghampiri mereka, ia ikut senang karena Kenzo sudah mau membuka hati untuk Daddy nya.
"De.. aku harap kamu juga maubmembuka hati kamu kembali untuk Sean" bujuk Mario.
"Aku tidak tau Yo, saat ini memberikan mereka kesempatan untuk saling mengenal mungkin adalah cara yang terbaik tapi aku tidak tau dengan hati aku" lirih Dea sambil melihat interaksi antara Kenzo dan Daddy nya.
"Tapi De.. Kenzo membutuhkan peran kalian berdua dalam hidup nya" ucap Mario lagi.
"Aku masih belum bisa memaafkannya" tegas Dea.
"Tapi setidaknya berilah ia kesempatan" mohon Maria dan Dea pun tidak bisa menahan air matanya.
"Ken.. apa kamu mau ikut dengan Daddy? "tanya Sean kepada anaknya.
" Kemana Dad? "
"Jalan-jalan" jawab Sean dan Kenzo pun bersorak senang.
__ADS_1
"Sama Mommy? " tanya Ken lagi.
"Coba bujuk Mampu, kalau dia mau kita ajak juga" ucap Sean.
Kenzo menghampiri Mammy nya dan mengatakan niatnya untuk pergi bersama Sean.
"Mom.. boleh tidak Ken iku Daddy? " tanya Ken pada Mammy nya.
"Kemana sayang.. "
"Daddy mau ajak Ken jalan-jalan" jawab Kenzo senang.
"Biarkan dia pergi De.. toh selama ini Sean tidak pernah pergi dengan anaknya" usul Mario.
"Kamu boleh ikut kalau kamu tidak percaya padaku" sahut Sean menghampiri.
"Sean benar, sepertinya kalian perlu pergi bertiga untuk lebih membangun rasa, aku benar kan Tuan Sean? " canda Mario membuat Dea melirik tajam.
"Ayo Mam.. " rengek Kenzo dan akhirnya Dea mengalah dan ikut apa kata para pria.
"Kita mau kemana Boy.. ? " tanya Sean pada anaknya sedikit melirik kaca spion untuk melihat reaksi istrinya.
__ADS_1
"Ke taman aja Dad" seru Ken dan diangguk i oleh Sean.
Setelah 15 menit per jalanan akhirnya mereka sampai di taman kota, Sean dan Ken sedang asyik bermain bola sementara Dea duduk bersantai menyaksikan mereka dengan sesekali memainkan gawainya.
"Ken.. kamu main sendiri dulu ya, Daddy mau merayu Mammy dulu.. oke" bisik Sean dan Kenzo pun mengangguk.
"Janji jangan jauh-jauh ya" pesan Sean.
"Ok Daddy.. " jawab Ken singkat.
Sean berjalan menghampiri Dea yang sedang asyik berselancar dengan ponselnya.
"Ehmm.. " dehem Sean mengalihkan pandangan Dea.
"Apa setelah 3 tahun berpisah tidak ada namaku sedikitpun dihatimu? " tanya Sean duduk disamping Dea.
"Maaf kalau aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu tapi jujur kejadian itu bukanlah kesalahanku, ada orang yang sengaja ingin memisahkan kita dan sayangnya mereka berhasil karena istriku benar-benar pergi dengan membawa separuh jiwaku" sendu Sean membuat Dea sedikit merasa bersalah.
"Apa kau tau bagaimana sulitnya hidup yang ku lalui tanpa kalian disampingku? " ucap Sean mengiba.
"Kenapa kamu diam saja, apa kamu belum mau membuka hatimu kembali untukku" mohon Sean sendu.
__ADS_1
"Aku.. aku masih belum bisa melupakan rasa sakit yang waktu itu kau berikan.. " jawab Dea dengan mata berembun.
"Sayang.. itu bukan sepenuhnya salah aku, maaf kalau selama ini membuatmu sedih" lirih Sean mencoba menarik Dea dalam pelukan.