
Dea keluar dari ruangan Bosnya dengan perasaan kesal, kenapa dia bisa bertemu dengan orang yang sangat nyebelin seperti itu.
"Lama-lama aku bisa kena bisa kena darah tinggi kalau sering bertemu dengannya" lirih Dea memijat pelipisnya.
"Apa aku ajukan resign saja ya ke Pak Ken" Tiba-tiba Dea mendapat ide. ia pun bergegas ke ruangan Ken.
Tok
Tok
"Permisi Pak" ucap Dea masuk setelah terdengar suara dari dalam.
"Ada apa Nona? " tanya Ken heran kenapa Dea datang ke ruangannya.
"Emm.. mohon maaf Pak, saya mau ijin Resign! " ucap Dea takut dan membuat Ken terlonjak kaget.
"Begitu banyak orang yang ingin bekerja disini, kenapa tiba-tiba anda minta resign? " tanya Ken kemudian.
"Saya mulai merasa tidak nyaman Pak, tolong maafkan saya" jawab Dea lirih.
"Apa ada yang mengatakan hal buruk padamu? "
"Tidak Pak" jawab Dea singkat.
"Lalu kenapa?"
"Kamu sudah tanda tangan kontrak jadi kamu tidak boleh resign begitu saja tanpa alasan yang jelas. "
"Iya saya mengerti Pak, tapi apabtidak ada cari lain agar saya bisa resign Pak? "
"Tapi kamu akan dituntut untuk ini Dea, perusahaan tidak akan mau Diam saja kalau ada yang ingkar dari perjanjian. "Ken diam sejenak.
__ADS_1
"Jadi mohon maaf karena saya tidak menyetujui resign kamu, kamu akan tetap bekerja disini" jelas Ken.
"Baiklah Pak, saya permisi dulu" pamit Dea kecewa dan akhirnya dia kekuar dari ruangan Ken.
Setelah kepergian Dea, Ken beranjak ke ruangan Sean.
"Permisi Bos" ucap Ken setelah membuka pintu Bos nya.
"Ada apa Ken, kenapa kau tiba-tiba datang kemari" tanya Sean heran.
"Bos, apa ada kejadian antara kau dan Nona Dea? " tanya Ken heran.
"Emm, emangnya kenapa? "
"Dia tadi keruanganku dan minta resign"
"Apa? " tanya Sean kaget.
"Tidak.. " jawab Sean kesal" gadis ceroboh, kau benar-benar ingin bermain-main denganku rupanya" batin Sean.
"Aku juga heran, ada ya..seorang gadis yang menolak pesona seorang Sean Alexander" Ken terkekeh mengejek Sean.
"Brengsek kamu.. akan aku buktikan kalau seorang Sean bisa takhlukin dia" kesal Sean melempar bolpoin ke wajah Ken.
"Baiklah, saya Terima tantanganmu Bos"
"Terus, apa kamu mengizinkan dia resign? "
"Tidak.. "
"Bagus.. "
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan? " tanya Ken
"Kau lihat saja nanti Ken" seringai Sean.
Hari itu Dea benar-benar tidak bisa konsentrasi dalam bekerja, ia ingin segera pulang dan tidak kembali lagi bekerja. Jam 4 sore Dea sudah bersiap untuk pulang, tadi siang ia sudah menghubungi Rey untuk menjemputnya karena besok libur maka ia ingin jalan-jalan bersama Rey untuk menghilangkan penatnya.
"Lo kenapa De.. " tanya Rey saat mereka sudah ada di dalam mobil.
"Gue sedang kesal aja sama Bos"
"Kenapa? "
"Gue merasa dia semakin semaunya sama gue Rey" kesal Dea.
"Oh.. ya.. terus! "
"Gue ingin resign" sesal nya
"Aku rasa itu bukan cara yang tepat De"
"Apa maksud Lo Rey, dia sudah mendominasi hidup gue. "
"Apa lo gak mau tau kenapa dia lakuin itu ke lo? "
"Menurut lo? "tanya Dea menatap tajam pada Rey dengan wajah bingungnya.
"Gue rasa dia posesif sama lo De, dia suka sama lo" jelas Rey.
"Ha.. ha.. ha lo jangan bercanda Rey, pria arogan seperti dia gak mungkin bisa jatuh cinta, apalagi sama gue"
"Tidak ada yang tidak mungkin De, apa lo mau taruhan sama gue? " tanya Rey pada Kiran.
__ADS_1
"taruhan apa? " tanya Dea bingung