
Mereka bertiga tertawa bersama mendengar ucapan Kenan.
Sesuai kesepakatan akhirnya Mereka bertiga keluar sehabis magrib.
"Sayang aku pergi dulu ya, sekalian meeting.. mungkin pulang nya agak malam jadi jangan menungguku" pesan Sean pada istrinya.
" Kemana? "tanya Dea curiga.
" Ke cafe biasanya" jawab Sean singkat.
"Awas ya kalau macem-macem" ancam Dea.
"Iya sayang, kamu mau ikut? " ajak Sean.
"Gak, aku dirumah aja mau tidur " jawab Dea.
"Oke.. aku berangkat ya, assalamualaikum.." pamit Sean.
"Waalaikumsalam.." jawab Dea singkat.
Sean Dan teman-temannya pergi ke cafe malam itu, mereka membicarakan tentang pekerjaan yang akan mereka jalani bersama, meeting berjalan hingga malam hari dan dilanjutkan dengan minum-minum karena Sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.
"Kamu gak mau minum Sean" cibir Alex.
"Gak, nanti yang dirumah ngamuk" jawab Sean santai.
"Pesenin juz" perintah Sean pada Kenan.
__ADS_1
"Kok juz sih, gak asyik banget" umpat Kenan.
"Cerewet lo, yang penting kan minum bareng" jawab Sean.
"Sean beneran kamu belum unboxing? " tanya Sahabat nya Kepo.
"Apaan sih.. Kepo" jawab Sean kesal.
"Ayolah Sean kita kan teman, jangan ada dusta diantara kita" kepo Alex lagi.
"Istri ku belum siap, dan aku gak mau paksa dia" santai Sean sambil menyeruput juz nya.
"Oke kita paham, mau kita bantu gak? " Tanya Kenan menaik turunkan alisnya.
"Gak usah aneh-aneh, aku ke toilet dulu" pamit Sean beranjak.
"Gimana, lo jadi ngerjain si Sean" bisik Alex.
"Jadi bro, kita lihat aja hasilnya nanti" jawab Kenan menahan tawa.
"Gimana kalau dia ngamuk" ucap Alex antisipasi.
"Gak mungkin lah, kan niat kita cuma bantuin dia, toh mereka juga udah sah kan.. jadi menurut gue itu gak masalah" jelas Kenan sambil memasukkan sesuatu ke gelas minuman Sean.
"Ngobrolin apaan sih kalian pakek bisik-bisik jadi curiga gue" seloroh Sean yang baru kembali dari toilet.
"Gak ngobrolin apa-apa kok, ya kan Ken" elak Alex.
__ADS_1
"Yoi"jawab Kenan santai.
" Cabut you, gue udah janji gak pulang malem-malem" pamit Sean sambil menghabiskan juz nya.
"Lo duluan aja Sean kita belakangan, masih enjoy nih" jawan Kenan.
"Ok.. gue cabut ya, by" Sean keluar menuju parkiran,mencari mobilnya dan melajukannya santai, tapi tiba-tiba kepalanya serasa pusing dan tubuhnya pun memanas.
"Kenapa tubuhku rasa nya jadi aneh gini" lirih Sean menduga-duga.
"Panas banget rasa nya, jangan-jangan.. sialan.. " umpat Sean memukul bundaran setirnya dan melajukan mobil nya dengan kencang hingga sampai ke hotel. Sean masuk begitu saja mencari keberadaan istrinya.
"Ada apa Yang? " tanya Dea kaget melihat Sean membuka pintu kamar dengan keras dan nafas memburu.
"Kamu kenapa, kok keringetan gini, sakit..? " tanya Dea khawatir.
"Sayang tolong aku, mereka menjebakku? " sendu Sean menatap Dea dengan mata berkabut.
"Menjebak apa dan siapa? " Dea masih bingung.
"Aku gak bisa jelasin sekarang Yang.. please aku butuh bantuan kamu" mohon Sean mengikis jarak membuat Dea jadi kelagapan karena bingung.
Sean Sudah tidak bisa menahan lagi, ia membuka kemejanya karena tubuhnya sudah semakin memanas dan kepalanya juga pusing membuat Nadia semakin degdegan.
"Yang..ka..kamu mau apa? " ucap Dea terbata.
"Please Yang.. ijinin aku ya" mohon Sean dengan suara parau membuat Nadia gak tega.
__ADS_1