
Dea berlari keluar tanpa menoleh kebelakang lagi karena hatinya kadung terlukai. panggilan dari Sean tak ia indahkan, Dea fokus keluar merasakan nyeri di perutnya.
"Pak jalan Pak.. " perintah Dea pada sopirnya.
"Siap Buk.. " sopir itu melakukan mobilnya begitu mendapat interupsi.
Dea tidak bisa menahan air matanya lagi karena sakit di perutnya bukan hanya itu sakit dihatinya lebih ia rasa karena penghiatan suaminya.
"Ibuk tidak apa-apa, sepertinya Ibuk pucat sekali" tanya Pak Heru khawatir.
"Bawa aku ke rumah sakit sekarang Pak.. dan tolong hubungi Ray" pinta Dea pada supirnya.
"Baik.. " Pak Heru kemudian melajukan mobilnya lebih cepat agar lekas sampai dirumah sakit, setelah Dea dalam perawatan ia segera menghubungi rayhan sesuai perintah majikannya. setelah menunggu beberapa menit akhirnya Ray datang bersama tunangannya.
"Dea kenapa Pak? " tanya Ray khawatir membuat Pak Heru menceritakan semua awal kejadian dengan rinci kemudian obrolan mereka terjadi karena dokter keluar dari ruang tindakan.
"Bagaimana kabar Dea dok" tanya Ray.
"Dia masih lemah tapi Alhamdulillah kandungannya sehat, dia cuma stres dan tertekan " ucap dokter menjelaskan.
__ADS_1
"Apa saya bisa menemuinya? " tanya Ray kemudian.
"Silahkan.. tapi tolong satu persatu karena pasien masih butuh banyak istirahat" pesan dokter itu.
"Baik dok" setelah berbincang dengan dokter Ray akhirnya masuk lebih dulu dan mendapati Dea yang terbaring lemah di brankar dalam keadaan kalut.
"Ada apa De.. apa yang terjadi sama kamu, mana Sean? " tanya Ray bertubi membuat Dea menangis tersedu.
"Ada apa.. apa dia menyakitimu? " tanya Ray mulai geram.
"Dia.. dia hianatin aku Ray" isak Dea mulai menceritakan dari awal sampai akhir.
"Brengsek.. aku sudah pernah mengingatkannya sebelumnya, kalau begitu kamu gak usah kembali lagi padanya De.. selebihnya biar aku yang urus" geram Ray kemudian keluar menghubungi Mario dan Leo, atas kesepakatan bersama maka Dea akan dikirim ke negara A bersama Mario.
" Sean lepaskan.. kau bisa membunuhnya" teriak Ken melepaskan cekikan Sean.
"Dasar wanita murahan, kenapa kau selalu saja mengusik kehidupan ku" umpat Sean dengan mata memerah. Viona terbatuk-batuk terlepas dari cekikan Sean dengan senyum kemenangan, ia sangat senang karena bisa menghancurkan hubungan Sean dengan Dea dan Viona yakin setelah ini Dea tidak akan mau memaafkan Sean lagi.
"Ken ikuti aku.. " ajak Sean beranjak pulang mencari istrinya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sebenarnya, maafkan aku sepertinya semalam ada yang memasukkan sesuatu ke minuman ku sehingga aku tertidur sampai pagi" jelas Ken.
"Ini konspirasi besar Ken.. mereka berencana menghancurkan rumah tangga ku" kesal Sean.
"Brengsek.. kenapa Pak Andre bisa bersekongkol dengan Viona" umpat Ken memukul gagang setir.
"Aku yakin istriku salah faham dengan kejadian tadi" kesal Sean mengusap wajahnya.
"Kita langsung kerumah Ken.. " perintah Sean.
"Siap Bos.. " jawab Ken melajukan mobilnya lebih cepat.
Dua jam kemudian Sean sudah sampai di apartemennya, ia masuk dengan terburu-buru mencari keberadaan istrinya.
"Sayang.. sayang.. " teriak Sean mencari ke semua ruangan tapi tidak menemukan istrinya.
"Gak.. gak mungkin kamu ninggalin aku kan" lirih Sean berjalan membuka lemari dan tidak menemukan apapun disana begitu juga saat ia menemukan cincin kawinnya diatas nakas semakin menambah kekhawatirannya. Sean mencoba menghubungi istrinya tapi sepertinya panggilannya teralihkan.
"Ken.. Ken.. " teriak Sean.
__ADS_1
"Iya Bos.. apa yang terjadi? " tanya Ken ikutan panik.
"Dia pergi Ken.. dia pergi membawa anakku" sendu Sean terduduk di tepi ranjangnya.