
Beberapa saat kemudian Sean datang membawa makanan dan susu hangat untuk istrinya.
" Eh kok dah bawa teh hangat aja, siapa yang bagi? " tanya Sean melihat Dea menggenggam teh hangat yang tinggal separuhnya.
"Mario.. "jawab Dea santai membuat Sean merasa sebagai suami yang tak berguna bahkan untuk kesehatan istrinya pun masih lebih peka orang lain daripada dirinya.
" Maaf" sendu Sean.
"Kenapa? " heran Dea.
"karena aku kurang peka padamu" lirih Sean.
"Jangan begitu, kita hanya perlu saling mengenal satu sama lain" ucap Dea sungguh-sungguh.
"Iya.. aku akan lebih banyak belajar dari Mario, sepertinya dia lebih mengenalmu daripada aku" sedih Sean.
"Jangan mulai huru hara deh.. aku bisa aja kesel lo" sungut Dea.
"Gak sayang.. benerkan aku harus ngulik tentang kehidupan kamu pada sahabat-sahabatmu" bisik Sean.
"Nanti ngambek lagi.. capek akunya" cebik Dea.
"Gak kok.. kan masih belajar, jadi jangan marah ya" cengir Sean membuat Dea tersenyum.
Dibalik senyum manis Dea ada sosok yang tersenyum getir, ia bahagia melihat sahabatnya bahagia meskipun itu dengan orang lain.
"Semoga kau selalu bahagia dimana pun kau berada De.. doa ku akan selalu bersamamu" lirih Mario.
"Hai.. tepukan di bahu Mario yang tiba-tiba tiba itu mengagetkannya.
" Apaan sih lo.. ngagetin aja" cebik Mario.
" Udah ikhlasin.. dia udah bahagia dengan pilihannya" goda Ray.
"Gue ikhlas kok, apapun yang buat dia bahagia gue akan selalu suport" ucap Mario semangat.
__ADS_1
"Sippp.. yuk pulang" ajak Ray.
Ray berjalan ke arah Dea diikuti oleh Mario dan Leo untuk berpamitan.
"De kita balik dulu ya.. " pamit Ray.
"Kenapa buru-buru sekali, kita belum ngobrol " sela Sean.
"Lain kali kita akan agendakan.. " jawab Mario.
"Sampai kapan kamu disini Yo? " tanya Dea.
"Lusa aku kembali, oke aku balik ya..jaga dirimu baik-baik " pesan Mario dengan mata berembun enggan melepas.
"Iya makasih.. jaga dirimu juga saat jauh dariku" lirih Dea memberikan pelukan hangat pada sahabatnya dengan haru.
"Udah jangan cengeng, itu suami kami melototin aku terus lo.. " gurau Mario melirik Sean untuk mencairkan suasana.
"Ih apasih canda mulu.. ya udah kalian pergi jangan lupa hubungin aku ya" pinta Dea.
"Resek deh.. sakit tau" gemas Dea mengiringi kepergian sahabat-sahabatnya.
Sementara itu Meta pamit lebih dulu karena mendadak kurang enak badan, Setelah para tamu berpamitan Sean membawa istrinya masuk ke kamarnya.
"Sayang malam ini kita nginep disini ya..? " tanya Sean.
"Terus Papa sama Mama gimana? " tanya Dea.
"Mereka juga masih disini kok" jelas Sean.
"Hmm.. terserah kamu deh, aku bersih-bersih dulu ya" pamit Dea beranjak.
"Oke sayang.. " jawab Sean tersenyum.
Setelah bebersih mereka naik ke peraduan untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah lelah sedari pagi, malam ini adalah kali pertama mereka tidur sebagai pasangan.
__ADS_1
"Sayang sini dong deketan.. " pinta Sean.
"Sini aja aku capek" tolak Dea dengan mata terpejam.
"Nanti aku gak bisa bobok gimana? " rengek Sean.
"Kok bisa, emang biasanya kalau tidur gimana? " tanya Dea bingung.
" Gak tau sejak kapan kalau tidur aku pingin di peluk" ucap Sean bucin akut.
"Ya ampun itu mah modus kamu aja " kesel Dea menimpuk wajah Sean dengan bantal karena gemas.
"Kok nimpuk sih.. pelanggaran, nimpuk tuh pakek cinta masak pakek bantal" sungut Sean.
"Terserah aku dong mau nimpuk pakek apa" canda Dea.
"Gemes deh.. ayo sini deketan sayang.. janji peluk doang.. " rayu Sean dengan wajah memekas membuat Dea tak tega dan akhirnya mendekat.
Malam itu mereka tidur dengan saling menghangatkan satu sama lain hingga akhirnya deringan telpon di pagi hari mengagetkan mereka. Dea meraba ponselnya di atas nakas dan mengangkatnya.
"Iya hallo. " jawab Dea malas masih memejamkan matanya.
"Nona, dimana Bos..? " suara Alan terdengar dari sebrang telpon.
"Pak Alan.. ada apa, apa ada sesuatu yang penting, dia masih tidur" jawab Dea.
"Tolong berikan ponsel ini padanya.. ini penting" mohon Alan.
"Sayang.. bangun ada telpon untukmu" bisik Dea di telinga Sean tapi tidak ada pergerakan hingga berkali- kali menggoyang tubuhnya tapi Sean hanya berpindah posisi. karena Gemas Dea akhirnya memberi ciuman panas hingga diakhiri gigitan kecil di bibirnya.
"Awww.. apasih sayang, sakit" keluh Sean memegang bibirnya.
"Maaf..aku gemes " cengir Dea
__ADS_1