Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 47.


__ADS_3

"Iya.. " jawab Dea penuh penekanan.


"Kenapa..? " tanya Sean keberatan.


"Aku tidak mau ada yang salah faham dengan hubungan kita" tekan Dea lagi.


"Salah faham apa sih? " kepo Sean.


"Stop.. turunkan aku disini! " interupsi Dea saat sudah sampai di dekat kantor membuat Sean menghentikan mobilnya tiba-tiba.


"Tolong jangan melewati batasanmu sebagai atasan ku, kalau gak aku bakalan bener- bener resign dari hidupmu" ancam Dea membuat Sean membelalakkan matanya.


"Jadi kau sedang mengancamku begitu, aku ini Bos mu lo" ucap Sean kesal membuat Dea menahan tawa melihat mimik mukanya.


"Aku tidak sedang mengancam Pak Bos.." sengit Dea memberi satu kecupan manis di pipi Sean sebagai tanda perpisahan mereka dari realita menuju dunia kerja yang profesional.


"Hei.. dasar gadis barbar" lirih Sean memegang pipinya dengan tersenyum manis.


"Ya ampun dada gue.. kenapa juga tadi pakek nyuri cium pipinya segala, entar dia ke geeran lagi" batin Dea merutuki sikap barbarnya.


Sean masuk ke kantornya dengan senyuman yang terus tersungging dari bibirnya.


Ken yang sedang berdiri bersama Cindy di meja resepsionis pun terlihat bingung.


"Ada apa dengannya Cin..? " tanya Ken pada Cindy.


"Sepertinya Bos sedang bahagia Pak" Cindy menahan tawanya.


"Kau benar Cin, kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini" lirih Ken melihat Sean berjalan mendekatinya.


"Ken ikut ke ruangan ku" perintah Sean.

__ADS_1


"Siap Bos.. aku pergi dulu ya Cin" pamit Ken mengerlingkan matanya pada Cindy.


"Silahkan Pak" jawab Cindy.


"Ada apa denganmu, aura mu beda" sindir Ken.


"Mau tau aja.. " sinis Sean.


"Aku cuma takut kamu mendadak gila karena kangen mantan" ledek Ken.


"Apaan sih kamu, pakai bawa-bawa mantan " kesal Sean.


"Sorry Bos.. oh ya tadi Tante telpon, kamu diminta ke rumah besar nanti malam" ucap Ken memberi info.


"Ada apa.. Kok Mama gak menghubungi aku" heran Sean.


"Kata tante ponsel kamu tidak bisa di hubungi" sebal Ken.


"Dasar merepotkan.. " umpat Ken


"Sorry gak sadar" Sean melunak.


"Hari ini apa jadwal ku Ken? " tanya Sean sambil membuka pintu ruangannya.


"Hari ini tidak ada agenda di luar kantor,cuma siang nanti nanti ada kunjungan dari Bos besar" ucap Ken membuat Sean terlonjak kaget.


"Apa.. kenapa tiba-tiba Papa mau datang? " ucap Sean dengan tatapan menghunus.


"Ya mana aku tau, tanya aja pada orangnya, sepertinya Bos besar mau sidak ke kantor ini karena CEO nya tidak becus bekerja karena sedang kasmaran" sindir Ken yang kemudian mendapat tempukan vas bunga oleh Sean.


"Sialan lo.. siapa juga yang kasmaran" gerutu Sean.

__ADS_1


"Bos, si Dea semakin lama dilihat semakin cantik ya.. boleh gak buat aku.. "canda Ken.


"Keluar.. " ucap Sean memotong ucapan sepupu sekaligus Asisten nya itu.


"Oke.. oke, sadis amat orang lagi kasmaran" ledek Ken sambil berlalu pergi.


"Dasar sepupu gak ada akhlak" umpat Sean kesal.


Sementara itu Dea yang sedang asyik mengerjakan tugas dari Bos nya dikejutkan oleh kedatangan sahabatnya.


"Hai.. " sapa seseorang tiba-tiba.


"Rey.. kamu sedang apa disini? "tanya Dea kaget.


" Aku sedang mengurus sesuatu disini" jawab Rey.


"Apa.. kok gak ngabarin aku" tanya Dea memicingkan matanya.


"Aku cuma sebentar kok, ini udah mau balik.. " jelas Rey.


"Oh.. kamu udah makan,makan siang dulu yuk di resto depan" ajak Dea.


"Boleh" jawab Rey mengiyakan.


Saat Dea hendak beranjak tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat nama Bos galak di layar ponselnya.


"Iya hallo.. "


"Keruanganku.. sekarang" perintah Sean membuat Dea menghembuskan nafasnya.


"Iya.. "

__ADS_1


__ADS_2