
"Iya.. " lirih Dea merasa canggung.
"Sean menggandeng tangan kekasih pura-pura nya dengan tersenyum manis sedangkan Dea menurut dengan menundukkan wajahnya sehingga membuat Sean kesal.
" Angkat kepalamu dan jangan menunduk, kekasih Sean Alexander tidak akan pernah menunduk kepada siapapun.. apa kau mengerti" tegas Dea meng ultimatum.
"Iya mengerti" jawab Dea mengangkat wajahnya dengan senyuman manisnya.
"Cantik.. " lirih Sean yang masih terdengar di telinga Dea.
Pesta itu diadakan outdoor ditepi kolam dengan lampu yang begitu indah, Sean mengajak Dea nembaur dengan teman-teman bisnisnya, kebanyakan mereka masih muda jadi Dea masih bisa nyambung ngobrol dengan teman wanita Sean sampai sebuah tepukan di bahunya mengagetkan nya.
Dea menoleh dan alangkah terkejutnya dia menemukan sahabatnya disana diantara puluhan pebisnis muda.
"Hai.. " sapa seseorang membuyarkan kekagetannya.
"Mario.. " teriak Dea menghambur ke pelukan Sahabatnya itu.
"Bagaimana kabarmu? " tanya Mario mengacak rambut Dea asal.
"Baik dong, kok kamu disini sih.. katanya udah balik ke Amerika? " tanya Dea heran.
"Tadinya mau balik tapi Om aku menelpon katanya hari ini adalah lounching hotelnya yang ada di Jakarta jadi aku terpaksa menunda penerbanganku 1 hari" jelas Mario.
"Oh.. ini hotel Om kamu ya" tanya Dea kemudian.
"Iya.. , ngomong-ngomong kamu sama siapa De..? "
__ADS_1
"Sama Bos aku.. itu dia" tunjuk Dea ke arah Sean yang sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya hingga seorang wanita cantik dan **** terlihat mendekatinya.
"Siapa wanita cantik itu" tanya Mario pada Dea.
"Gak tau, pacarnya mungkin" Dea menggerakkan bahunya tidak tau.
"Dia adalah model terkenal Tamara Aurelia " jelas Mario.
"Aku tidak mengenalnya" cuek Dea.
"Kau ini perempuan apaan.. tidak update sama sekali" kesal Mario membuat Dea nyengir kuda.
Sementara itu Sean yang sedang gobrol dengan rekan bisnisnya di kagetkan oleh sapaan perempuan cantik yang tiba-tiba mendekatinya.
"Hai Sean.. " sapa wanita **** itu.
"Tamara.. sedang apa kau disini? " tanya Sean.
"Tamara jaga batasanmu ini tempat umum" kesal Sean menghempaskan tangannya.
"Kamu kenapa sih.. kok sekarang berubah, apa karena gadis disebelah sana" keluh Tamara menunjuk Dea yang sedang bersama Mario
"Tidak ada yang berubah, itu hanya pikiranmu saja" jawab Sean datar sambil menatap tajam ke arah Dea yang malah sedang asyik bercengkrama dengan laki-laki yang katanya adalah sahabat.
Tamara kesal lantaran Sean terus menatap Dea tanpa menghiraukan nya.
"Dia siapa Sean? "
__ADS_1
"itu bukan urusan kamu" jutek Sean beranjak pergi meninggalkan Tamara dan berjalan menuju ke arah Dea.
"Sepertinya Bos mu mencarimu.. wajahnya serem De.." bisik Mario menahan tawanya.
"Masak sih.. mana? " tanya Dea menengok ke belakang.
"Kenapa kau meninggalkanku.. sudah kubilang jangan jauh-jauh dariku" sinis Sean pada Mario.
"Iya.. " jawab Dea menurut saat Sean menarik tangannya tanpa perlawanan atau akan habis riwayatnya setelah ini.
"Dah.. " Dea melambaikan tangannya pada Mario saat Sean membawanya pergi tanpa permisi.
"Siapa dia, pacarmu? " tanya Sean datar.
"Apa aku juga harus jujur juga tentang semua privasi ku? " tanya Dea tajam.
"Siapa pun dia itu bukan urusan anda, kita cuma pura-pura disini" ketus Dea membuat Sean terbungkam.
"Mohon perhatian" teriak pembawa acara membuat semua tamu yang hadir memperhatikan.
"Di malam yang bahagia ini saya mewakili Tuan rumah mengucapkan banyak Terima kasih kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan diri untuk hadir di tempat ini dan terkhusus buat tamu kehormatan kita Tuan Sean Alexander dan pasangannya selamat menikmati pesta ini" ucap pembawa acara.
"Dan tibalah di acara inti yakni pemotongan pita sebagai simbol pembukan hotel baru ini, silahkan Tuan Sean untuk ikut bergabung"
Sean maju ke depan menemani untuk pemotongan pita sebagai tamu kehormatan. Setelah pemotongan pita selesai Sean hendak kembali menemui Dea tapi ia sudah di hadang oleh rekan bisnisnya, mereka asyik mengobrol sehingga Sean tidak ada kesempatan untuk kembali menemani Dea, gadis itu merasa bosan dan akhirnya ia berjalan-jalan di tepi kolam untuk menghilangkan kejenuhan nya, dan pada saat itu Tamara datang mencarinya.
"Hai cewek ganjen, bagaimana bisa kau menjerat Sean sampai dia tidak menoleh sedikitpun padaku, apa kau tau dia adalah laki-laki incaranku" sinis Tamara mendorong Dea yang hampir saja masuk ke dalam kolam kalau tadi ia kurang sigap.
__ADS_1
"Apa Sean serius denganmu? atau jangan-jangan kalian hanya berpura-pura pacaran saja " Tamara berkata dengan sinis dan mendorong Dea hingga tercebur ke dalam kolam.
"Byurr.. " Dea yang tidak siap dengan dorongan itu menjadi oleng dan jatuh. Mario yang melihat perdebatan antara Dea dan Tamara pun menyaksikan bagaimana Tamara mendorong Dea hingga tercebur dan ia berusaha lari untuk menghampiri sahabatnya.