
"Apanya yang belum diapa-apain, kamu mau ngelak" ucap Dea sedikit ngegas.
"Sudah ya, kapan sih..? " Sean menggaruk keningnya yang tidak gatal membuat Dea mrengut karena gemes.
"Sok gak inget? " ketus Dea.
"Ingetin donk, reka adegan juga boleh barang kali cepet inget akunya" celetuk Sean tersenyum.
"Ih.. itu karena keresek an sahabat-sahabatmu" kesal Dea.
FLASHBACK ON:
1 minggu setelah menikah Sean diharuskan keluar kota untuk menyelesaikan rencana pembukaan cabang barunya, karena perginya lama Sean berinisiatif untuk mengajak istrinya sekalian berlibur.
"Harus banget aku ikut? " tanya Dea saat packing bajunya.
"Harus dong, masak iya pengantin baru pisahan lama" keluh Sean.
"Emang mau berapa lama disana? " tanya Dea lagi.
"Ya kira-kira sebulan lah" jawab Sean santai.
"Hah.. terus aku disana ngapain? " keluh Dea.
"Nemenin aku dong Yang, nyemangatin aku juga, masak iya aku dianggurin terus? " celetuk Sean manja.
__ADS_1
"Ih.. manja" cibir Dea.
"Manja sama istri gak salah kan, ayo sayang! " ajak Sean membawa koper mereka masuk ke dalam mobil.
Tidak ada obrolan serius selama di perjalan hingga sampai di sebuah hotel di kota B. mereka berdua masuk menuju kamar yang sudah disediakan untuk mereka
"Silahkan Bos, kamar sudah kami siapkan" ucap salah satu pegawai hotel.
"Apa ini juga salah satu hotel milikmu? " tanya Dea ketika sudah sampai di kamar.
"Heemmm.. apa kamu suka? " tanya Sean menghampiri istrinya.
"Iya.. " singkat Dea berjalan menuju balkon kamarnya.
"Apa, teman-temanmu yang resek itu.. kenapa harus ada mereka? " kesal Dea malas.
"Sayang, mereka juga bagian dari proyek yang akan aku bangun, aku bekerja sama dengan mereka" jelas Sean membuat Dea mencoba mengerti.
"Asal mereka tidak berulah saja" sungut Dea membuat Sean tersenyum.
Sore hari sahabat-sahabat Sean telah tiba, mereka sudah merusuh ke kamar Sean membuat pengantin baru itu terganggu.
Kenan dan Alex adalah temn-teman Sean semenjak duduk di bangku menengah atas jadi mereka sudah saling memahami satu sama lain bahkan sudah seperti keluarga.
"Emm Kakak ipar apa sudah ada tanda-tanda keponakan kami akan segera hadir? " goda Alex merusuh di hadapan Dea membuat Sean membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Apa..! " sentak Dea menyorot tajam.
"Serem banget mukanya, kan cuma nanya apa salahnya" sendu Alex yang ditarik oleh Kenan.
"Apaan sih kamu, bikin macan ngamuk aja.. yang aku denger si Sean belum buka segelnya" ucap Kenan lirih sambil menahan tawanya.
"Hah.. gila kuat banget dia" jawab Alex kaget.
"Sttt.. jangan keras-keras aku punya rencana jitu" ucap Kenan tersenyum semirk sambil berbisik pada Alex.
"Gila lo ya.. boleh juga sih, kan udah halal juga" jawab Alek menahan tawanya dan mendekati Sean.
"Sean gimana kalau kita kelurahan cari angin? " ajak Alex tiba-tiba.
"Kemana? "
"Ke cafe biasanya" jawab Kenan singkat, sebelum menikah Sean dan teman-temannya memang seudah sering ke kota B untuk menjalankan bisnis mereka, jadi sudah menjadi suatu kebiasaan saat berkunjung ke kota B sekedar melewati kebersamaan mereka di cafe favorit.
"Nanti aja sekalian abis magrib" sahut Dea dari dalam membuat 3 Laki-laki yang sedang berbicara itu terdiam.
"Tuh dengar kalau Bu Bos sudah menginterupsi" ucap Sean terkekeh geli.
"Bini lo serem banget sumpah" ucap Kenan kesal.
"Ha.. ha.. "
__ADS_1