Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 56.


__ADS_3

"Sialan lo.. " umpat Sean.


"Aku jadi penasaran Lex dengan gadis itu" ledek Kenan lagi.


"Udah gak usah dibahas, sekarang berikan aku minum" kesal Sean.


"Siap Bos" jawab kedua sahabat itu.


"Sepertinya dia benar-benar kalut Ken, tidak biasanya dia mabuk seperti ini kalau tidak sedang kesal" ucap Alex melihat Sean minum sampai teler.


"Kau benar, sekarang hentikan dia dan telpon Ken untuk menjemputnya" usul Kenan.


"Sean sudah hentikan.. kau sudah minum terlalu banyak" bujuk Alex sementara Kenan sedang menghubungi Ken untuk menjemput Sean.


"Gimana? tanya Alex saat melihat Kenan kembali.


" Ken sudah meluncur kesini.. " jawab Kenan.


15 menit kemudian Ken datang menjemput Sean.


"Kenapa dia jadi seperti ini? " tanya Ken pada kedua sahabatnya.


"Mana kita tau, dia datang dalam keadaan kesal" jawab Alex.


"Dia juga bilang seorang gadis telah menolaknya, apa kau tau siapa gadis itu Ken? " tanya Kenan menelisik.

__ADS_1


"Entahlah.. aku tidak begitu mencampuri urusan pribadinya, ya udah bantuan aku bawa dia ke mobil" ucap Ken meminta bantuan.


Ken membawa Sean kembali ke apartemennya dengan keadaan lemas karena sempat muntah di mobil tadi, sepertinya Sean terlalu banyak minum tadi. Setelah membaringkan Bos nya dikamar Ken berpapasan dengan Dea di ruang tamu.


"Apa hujannya sudah reda, bisa tolong antarkan aku pulang" mohon Dea membuat Ken menarik nafas dalam.


"Lebih baik anda disini dulu Nona, sepertinya Bos sedang tidak baik-baik saja.


" Dia kenapa? " tanya Dea ingin tau.


"Tadi teman-teman Bos menelpon ku, dia mabuk berat di club..tolong jaga dia untuk malam ini" mohon Ken.


"Mabuk.. kok bisa sih? " tanya Dea.


Sepeninggal Ken, Dea masuk ke kamar Bos nya, ia melihat Pria itu terbaring tak berdaya.


"Sebenarnya kenapa kau kesal, apa aku ada salah padamu? " tanya Dea dalam hati.


Dea membuka sepatu dan dasi Sean berharap laki-laki itu istirahat dengan nyaman, tapi saat Dea membenarkan selimutnya tiba-tiba Sean mengigau seperti mimpi buruk.


"Jangan.. jangan.. " ucap Sean dalam tidurnya membuat Dea memegang kening Bos nya itu.


"Pak.. anda tidak apa-apa kan? " lirih Dea mencoba membangunkan Sean, tapi Sean malah menarik tangannya sehingga Dea jatuh ke samping Sean.


"Kau demam.. sebentar aku akan mengompresmu" lirih Dea melipir ke belakang mengambil alat kompres. Semalaman Dea terjaga menjaga Bos nya yang demamnya tak kunjung turun, hingga menjelang subuh baru Dea bisa terlelap.

__ADS_1


Pagi harinya Sean tebangun lebih dulu menatap gadis cantik yang sedang tertidur dalam keadaan duduk disampingnya.


"Sakit sekali kepalaku.. " rintih Sean memegangi kepalanya yang masih sedikit berdenyut.


"Kau sudah terbangun" ucap Dea yang juga terjaga karena merasakan pergerakan Sean.


"Syukurlah demam mu sudah turun, istirahatlah.. tidak usah masuk kantor hari ini! " pinta Dea.


"Tapi hari ini aku.. "


"Tidak ada tapi-tapi an, kau harus menurut padaku untuk kali ini.. kalau tidak mau aku pergi" ancam Dea.


"Bagaimana dengan meeting ku pagi ini" tanya Sean meminta solusi.


"Biar asisten mu yang menangani, aku sudah menelponnya tadi" jelas Dea membuat Sean menghembuskan nafasnya.


"Ok kau menang nyonya" ucap Sean terpaksa.


"Bagus.. " jawab Dea membuka pintu kamarnya.


"Mau kemana? " tanya Sean.


"Aku mau buatkan sarapan buat kamu sebelum minum obat" lirih Dea.


"Apa kau tidak jadi kerumah sakit menemui sahabatmu itu? " tanya Sean menatap tajam.

__ADS_1


__ADS_2