Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 31.


__ADS_3

"Apa kalian mengenalnya? " tanya Dea bingung.


"Siapa yang tidak mengenalnya, dia pengusaha muda ternama Sean Alexander Mahendra. " jelas Rey di angguk i sahabat-sahabatnya.


"Benarkah dia setenar itu? " Dea bertanya pada dirinya sendiri. Saat sedang bermonolog sendiri ponselnya tiba-tiba berdering, ia melihat nama Bos galak disitu.


"Mampus gue" batin Dea.


"Siapa De? " tanya Rey.


"Bos gue! " jawab Dea tegang.


"Kau harus bersiap-siap menghadapinya, karena dari yang ku dengar dia adalah seorang Bos yang sangat disiplin pada karyawannya" ucap Leo menakut-nakuti Dea.


"Ih.. dia memang selalu nyebelin" jawab Dea sambil menggeser tombol hijaunya.


"Ha.. "


"Dimana kau? " bentak Sean keras memutus kata-kata Dea.


"Saya.. "


"Kembali sekarang juga.. dasar tidak profesional" tegas Sean sebelum menutup ponselnya membuat Dea bersungut kesal.


"Kenapa De.. dia marah ya? " tanya Mario menahan tawanya melihat ekspresi imut sahabatnya, Dea menganggukkan kepalanya lirih dan itu membuat para sahabatnya tertawa lepas.


"Kenapa kalian malah tertawa" rengek Dea sambil mewek lucu dan kesal dengan sahabat-sahabatnya.



"Maafkan aku, ya sudah kembalilah sekarang dan jaga diri kamu baik-baik ya " ucap Leo memeluk Dea sayang.


Setelah itu Dea berpamitan juga dengan Mario " Ingat ya..jangan blok nomer gue! " ancam Dea pada Mario sambil memeluknya erat.

__ADS_1


"Iya..gak usah melow gitu" jawab Mario singkat.


"Ok baiklah, ayo aku antar kembali ke kantormu" ajak Rey sambil menahan tawanya.


"Rey.. jangan terus tertawa, lo bener-bener membuat gue kesal" ucap Dea sambil berjalan mendahului Rey.


"Ok, jaga diri kalian baik-baik ya.. dan jangan lupa kasih gue kabar" pamit Rey pada Leo dan Mario sambil bepelukan sekilas.


"Hati-hati di jalan Rey titip jagain Dea buat kita ya" ucap Leo diangguk i Mario dan mereka pun berpisah.


****


Sampai di depan kantor Dea masih diam dlm mobil Rey, ia masih menata hatinya supaya siap mendengar ocehan Bos galaknya nanti.


"Kenapa gak turun De? " tanya Rey heran.


"Sebentar Rey, gue masih menana hati gue biar siap mendengar celotehan si Bos galak nanti" jawab Dea masih deg-degan. Rey tekekeh geli mendengar ucapan Dea.


"Kamu kan cantik, kamu pasti bisa takhlukin dia De.. "


"Apa an sih kamu, emang gue cewek penggoda apa" ucap Dea kesal seraya keluar dari mobil Rey.


"Ok deh gue balik dulu ya.. " pamit Rey.


"Hati-hati ya Rey.. makasih buat semuanya" ucap Dea melambaikan tangannya pada Rey.


Dea masuk ke kantor nya dan membuka lift menuju ruang kerjanya. Saat akan keluar lift dia berpapasan dengan asisten Ken.


"Dari mana Nona? " tanya Ken


"Saya ada janji dengan temen Pak" jawab Dea takut.


"Bos sudah menunggu anda dari tadi, silahkan langsung ke ruangannya. " perintah Ken kemudian.

__ADS_1


"Baik Pak, saya permisi" Dea pamit dan menuju ruangan Sean.


"Semoga dia tidak marah dan memecat gue, Bismillah" ucap Dea mengetuk pintu Bos nya.


Tok


Tok


"Masuk" terdengar suara dari dalam.


"Permisi, Bapak memanggil saya" ucap Dea lirih saat memasuki ruangan Sean. Sean yang sedang duduk membelakanginya membalikkan badan dan menatap tajam pada Dea sambil bersedekap di dadanya.


"Kenapa pandangannya seperti itu" Dea menelan ludahnya kasar karena takut. Diam beberapa saat membuat Dea semakin takut melihat wajah Bos nya yang datar itu.


"Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku kenapa kau sampai terlambat kembali? " ketus Sean.


"Dan apa kau tau karena kesalahanmu ini aku sampai kehilangan kerja sama ku, jadi kau harus ganti rugi! " ucap Sean meng ultimatum Dea.


"Apa? " Dea kaget kenapa dia yang jadi di salahkan atas hilangnya kerja samanya, ia benar-benar tidak habis pikir.


"Kenapa Bapak jadi nyalahin saya, bukankah saya sudah meminta izin sebelumnya, dan oke saya minta maaf atas keterlambatan ini .. dan saya bersedia untuk bertanggung jawab karena ini adalah salah saya" tegas Dea.


"Bagus.. kamu harus ganti rugi atas keadaan ini" tegas Sean.


"Ganti rugi" Dea memicingkan matanya penuh tanda tanya.


"Mulai sekarang tidak hanya menjadi sekretaris tapi kamu juga akan mengurusi semua keperluan saya baik di rumah ataupun dikantor"


"Kenapa begitu, ini tidak adil buat saya" tolak Dea.


"Tidak ada penolakan..silahkan keluar " tegas Sean dan kembali memutar kursinya ke jendela kaca ruangannya.


"Ih.. nyebelin banget nih orang, kalau bukan sudah tanda tangan kontrak gue gak sudi kerja sama dia" umpat Dea dalam hati.

__ADS_1


"Jangan mengumpat ku dan cepat keluar, mulai nanti kau mulai mengerjakan tugas-tugas mu" ucap Sean tanpa menoleh.


"Baik.. permisi Pak" kesal Dea dan keluar dari ruangan Bos nya.


__ADS_2